Kasus DSI Rp2,4 Triliun, Bareskrim Polri Telusuri Artis Brand Ambassador Terkait Investasi Fiktif

Selasa, 27 Januari 2026 - 15:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung Bareskrim Polri. 
(Posnews/Ist)

Gedung Bareskrim Polri. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Bareskrim Polri kini tengah menelisik kasus PT Dana Syariah Indonesia senilai Rp2,4 triliun. Mereka bahkan membuka kemungkinan memanggil artis Brand Ambassador DSI untuk dimintai keterangan.

Tujuannya jelas, mengungkap semua peran dalam investasi fiktif yang bikin ribuan investor rugi.

Brigjen Ade Safri Simanjuntak, Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim, menekankan bahwa siapa pun yang punya informasi penting soal kasus ini akan dipanggil.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemeriksaan akan dilakukan dengan profesional, agar fakta-fakta tak ada yang terlewat.

“Semua pihak yang memiliki informasi terkait kasus ini pasti akan diperiksa. Termasuk mereka yang mempromosikan DSI, jika penyidik menilai perlu,” ujar Ade kepada wartawan, Selasa (27/1/2026).

Baca Juga :  Selebgram ZNM Ungkap Efek Whip Pink, Pengguna Fly, Pusing Bisa Lumpuh Sementara

Ade menambahkan, penyidikan kasus ini dilakukan secara profesional dan transparan untuk memastikan semua fakta terungkap. “Kami ingin mengungkap siapa saja yang terlibat dan memastikan hak korban dipulihkan,” tambahnya.

Modus Investasi Fiktif Rugikan 15.000 Orang

Kasus ini bermula dari modus DSI yang membuat proyek fiktif, menggunakan data investor lama dan mencatutnya seolah proyek baru. Taktik ini menarik minat investor menanamkan modalnya.

Akibat modus tersebut, sepanjang 2018–2025, sekitar 15.000 orang menjadi korban, dengan total kerugian mencapai Rp2,4 triliun.

Para korban merupakan pemilik modal yang dana investasinya disalahgunakan atau tidak sesuai peruntukan.

Baca Juga :  Membongkar State Capture: Siapa Penulis Asli Regulasi Bisnis?

“Korban ini adalah pemilik modal yang seharusnya aman, namun disalahgunakan dalam proyek fiktif DSI. Oleh karena itu, kami akan mengusut tuntas semua pihak yang terlibat, termasuk kemungkinan memanggil Brand Ambassador,” tegas Ade.

Bareskrim Polri juga menekankan, pemanggilan artis atau public figure yang terlibat dalam promosi investasi fiktif bukan untuk menuding, melainkan untuk memastikan mereka memiliki informasi relevan terkait kasus fraud DSI.

Hingga saat ini, penyidik terus mengumpulkan bukti dokumen, transaksi keuangan, hingga keterangan saksi untuk memetakan aliran dana dan mengusut siapa saja yang berperan dalam kerugian miliaran rupiah ini. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Setelah Tetapkan Wamen Imipas Tersangka, KPK Kini Periksa 11 Saksi Kunci
Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang
Polda Metro Didesak Periksa Mantan Kabais TNI dalam Kasus Andrie Yunus
PM Jepang Sanae Takaichi Apresiasi Kesepakatan Damai AS-Iran
Anggaran Polri 2027 Kurang Rp66 Triliun, Remunerasi hingga Pemilu Jadi Alasan
AntĂłnio Guterres Saksikan Langsung Horor Kekerasan Geng
Kapal Perang Rusia Tembakkan Tembakan Peringatan
Donald Trump Sebut Benjamin Netanyahu Gila

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 17:26 WIB

Setelah Tetapkan Wamen Imipas Tersangka, KPK Kini Periksa 11 Saksi Kunci

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:24 WIB

Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:38 WIB

Polda Metro Didesak Periksa Mantan Kabais TNI dalam Kasus Andrie Yunus

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:17 WIB

PM Jepang Sanae Takaichi Apresiasi Kesepakatan Damai AS-Iran

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:48 WIB

AntĂłnio Guterres Saksikan Langsung Horor Kekerasan Geng

Berita Terbaru

Ilustrasi, Misi damai Vatikan di Asia Timur. Kardinal Lazzaro You Heung-sik menyebut Paus Leo XIV siap mengunjungi Korea Utara guna meredakan ketegangan politik regional. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang

Rabu, 17 Jun 2026 - 16:24 WIB

Sinergi Tokyo-Washington di G7. Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menggelar pertemuan bilateral singkat bersama Presiden AS Donald Trump untuk membahas isu Timur Tengah dan tarif dagang. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

PM Jepang Sanae Takaichi Apresiasi Kesepakatan Damai AS-Iran

Rabu, 17 Jun 2026 - 15:17 WIB