Balas Dendam Bullying, Siswa SMP di Kalbar Diduga Serang Sekolah Pakai Molotov

Rabu, 4 Februari 2026 - 16:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas kepolisian mengamankan barang bukti bom molotov dan tabung gas portabel terkait kasus siswa SMP di Sungai Raya, Kalimantan Barat. (Posnews/Ist)

Petugas kepolisian mengamankan barang bukti bom molotov dan tabung gas portabel terkait kasus siswa SMP di Sungai Raya, Kalimantan Barat. (Posnews/Ist)

KALBAR, POSNEWS.CO.ID – Aksi berbahaya mengguncang dunia pendidikan di Kalimantan Barat. Seorang siswa SMP Negeri 3 Sungai Raya diduga nekat melempar bom molotov ke lingkungan sekolah.

Polisi menduga kuat aksi berbahaya itu dipicu dendam akibat perundungan atau bullying yang dialami pelaku.

Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri Kombes Pol Mayndra Eka Wardhana mengungkapkan, siswa tersebut selama ini menjadi korban perundungan dari teman-temannya di sekolah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tekanan itu memicu keinginan pelaku untuk melakukan aksi balas dendam.

“Pelaku merupakan korban perundungan dan memiliki niat membalas dendam terhadap rekan-rekannya yang kerap melakukan bullying,” tegas Mayndra kepada wartawan, Rabu (4/2/2026).

Baca Juga :  Kekerasan OTK di Puncak Jaya: Korban Luka Parah Akibat Senjata Tajam

Tak hanya itu, Densus 88 juga menemukan fakta lain yang memperberat kondisi psikologis pelaku. Siswa tersebut diduga menghadapi persoalan serius dalam lingkungan keluarganya.

“Selain perundungan, yang bersangkutan juga diduga kuat memiliki masalah keluarga,” ungkapnya.

Dalam pengungkapan kasus ini, aparat menemukan sejumlah barang bukti berbahaya. Polisi menyita lima tabung gas portabel yang ditempeli petasan, paku, dan pisau.

Selain itu, petugas mengamankan enam botol berisi bahan bakar lengkap dengan sumbu kain yang diduga kuat bom molotov, serta satu bilah pisau.

Baca Juga :  Tragedi Ledakan SMAN 72 Jakarta, Polisi: Pelaku ABH Ternyata Tak Punya Tempat Curhat

Densus 88 memastikan pihaknya aktif mendampingi Polda Kalimantan Barat dalam menangani perkara tersebut, mulai dari pemetaan ancaman, pendalaman motif, hingga penguatan alat bukti.

“Penanganan perkara ini menjadi kewenangan Polda Kalimantan Barat sebagai leading sector,” ujar Mayndra.

Kasus ini menjadi alarm keras bahaya perundungan di lingkungan sekolah.

Aparat menegaskan akan menangani kasus ini secara serius untuk mencegah kejadian serupa terulang serta menjaga keselamatan dunia pendidikan.

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Serangan Balik: Ukraina Gempur Terminal Minyak Rusia
Sempat Ditangkap Israel, 9 WNI Relawan Gaza Akhirnya Tiba di Indonesia
Marco Rubio Lawat India guna Pulihkan Hubungan Dagang
Bareskrim Selidiki Blackout Sumatera, Kabel SUTET Putus di Jambi Diuji Forensik
Prancis Larang Masuk Menteri Keamanan Israel
WHO Nyatakan Wabah Strain Bundibugyo sebagai Ancaman Global
Trump Klaim Kesepakatan Damai dengan Iran Hampir Tuntas
Brimob Polda Metro Gagalkan Tawuran dan Balap Liar, Celurit hingga Narkoba Disita

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 18:17 WIB

Serangan Balik: Ukraina Gempur Terminal Minyak Rusia

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:24 WIB

Sempat Ditangkap Israel, 9 WNI Relawan Gaza Akhirnya Tiba di Indonesia

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:14 WIB

Marco Rubio Lawat India guna Pulihkan Hubungan Dagang

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:00 WIB

Bareskrim Selidiki Blackout Sumatera, Kabel SUTET Putus di Jambi Diuji Forensik

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:11 WIB

Prancis Larang Masuk Menteri Keamanan Israel

Berita Terbaru

Bara di garis depan. Pasukan Ukraina meluncurkan serangan drone masif terhadap terminal minyak utama Rusia di Novorossiysk, sementara jumlah korban tewas akibat serangan di asrama mahasiswa Starobilsk mencapai 18 jiwa. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Serangan Balik: Ukraina Gempur Terminal Minyak Rusia

Minggu, 24 Mei 2026 - 18:17 WIB

Misi merajut kembali aliansi. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengunjungi India untuk memulihkan hubungan yang sempat retak akibat sengketa tarif dan perbedaan pandangan strategis terkait kawasan Asia Selatan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Marco Rubio Lawat India guna Pulihkan Hubungan Dagang

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:14 WIB

Sanksi diplomatik Paris. Pemerintah Prancis resmi melarang Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, memasuki wilayahnya sebagai respons atas sikap kontroversialnya terhadap aktivis bantuan Gaza. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Prancis Larang Masuk Menteri Keamanan Israel

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:11 WIB