Awal Puasa Ramadan 1447 H Diprediksi 18 atau 19 Februari, BMKG dan BRIN Jelaskan Hilal

Kamis, 5 Februari 2026 - 09:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, awal Puasa Ramadan 2026 Resmi 19 Februari, Diputuskan dalam Sidang Isbat. (Posnews/Muslimaid.org)

Ilustrasi, awal Puasa Ramadan 2026 Resmi 19 Februari, Diputuskan dalam Sidang Isbat. (Posnews/Muslimaid.org)

JAKARTA, POSNEWS.ID – Penentuan awal Ramadan 1447 H di Indonesia berpotensi berbeda. Prediksi ini disampaikan Prof. Thomas Djamaluddin, Koordinator KR Astronomi dan Observatorium Pusat Riset Antariksa BRIN, terkait pengamatan hilal lokal dan global.

Menurut Prof. Thomas, jika mengacu hilal lokal, 1 Ramadan diprediksi jatuh pada 19 Februari 2026. Namun, jika mengikuti hilal global, awal Ramadan bisa ditetapkan pada 18 Februari 2026.

“Perbedaan ini bukan karena posisi hilal, melainkan perbedaan kriteria hilal lokal dan global,” jelasnya, Kamis (5/2/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hilal Lokal dan Awal Ramadan 19 Februari

Prof. Thomas menjelaskan, hilal lokal diprediksi tidak akan memenuhi kriteria visibilitas pada 17 Februari 2026. Posisi bulan masih di bawah ufuk, sehingga tidak memungkinkan untuk dirukyat.

Akibatnya, awal Ramadan jatuh sehari setelahnya, yaitu 19 Februari 2026.

Baca Juga :  Cara Daftar - Sanggah Bansos 2025 Lewat HP dan Kelurahan, Warga Miskin Wajib Tahu

“Kemenag dan sebagian besar ormas Islam menggunakan hilal lokal. Saat magrib 17 Februari, hilal belum terlihat, sehingga awal Ramadan ditetapkan 19 Februari,” terangnya.

Hilal Global dan Awal Ramadan 18 Februari

Sementara itu, Muhammadiyah mengikuti hilal global, yang mengacu pada posisi hilal di seluruh dunia. Jika hilal terlihat di lokasi tertentu sebelum fajar, bulan baru ditetapkan.

“Pada 17 Februari, hilal telah memenuhi kriteria di Alaska dan konjungsi terjadi sebelum fajar di Selandia Baru. Maka awal Ramadan ditetapkan 18 Februari 2026,” jelas Prof. Thomas.

Ia menambahkan, data astronomi tetap akurat, perbedaan hasil muncul karena kriteria lokal dan global berbeda. “Silakan mengikuti kriteria yang diyakini masing-masing,” tambahnya.

Sidang Isbat Kemenag

Penentuan resmi awal Ramadan dilakukan melalui sidang isbat Kementerian Agama, yang dijadwalkan pada 17 Februari 2026. Hasil sidang menentukan apakah hilal memenuhi kriteria atau belum. Jika belum, awal Ramadan kemungkinan ditetapkan 19 Februari 2026.

Baca Juga :  Dedi Mulyadi Murka, Janjikan Rp250 Juta untuk Informasi Keberadaan Buronan TH

Indonesia menggunakan standar MABIMS (Brunei, Indonesia, Malaysia, Singapura). Kriteria baru menyatakan hilal memenuhi syarat jika ketinggian mencapai 3⁰ dan sudut elongasi 6,4⁰.

Prakiraan Hilal BMKG

Berdasarkan BMKG:

17 Februari 2026: ketinggian hilal di Indonesia -2,41⁰ (Jayapura) hingga -0,93⁰ (Tua Pejat). Elongasi geosentris 0,94⁰ (Banda Aceh) hingga 1,89⁰ (Jayapura).

18 Februari 2026: ketinggian hilal 7,62⁰ (Merauke) hingga 10,03⁰ (Sabang). Elongasi 10,7⁰ (Jayapura) hingga 12,21⁰ (Banda Aceh).

Dengan data ini, BMKG memastikan masyarakat dapat memantau hilal secara akurat dan menyiapkan awal Ramadan sesuai sidang isbat Kemenag. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Misteri Kematian Sutrimo, Ekshumasi Cari Jejak Zat dari Buih di Mulut dan Hidung
Pengawasan WNA Diperketat, Ditjen Imigrasi Catat 10.911 Tindakan Keimigrasian
Pigai Kerahkan Seluruh Jajaran KemenHAM Hadapi Dampak El Nino dan Karhutla
Modus Kereta Api Kargo Terbongkar, 8,9 Juta Batang Rokok Ilegal Disita di Tanjung Priok
Bayi Baru Lahir Kini Langsung Dapat Akta Kelahiran Digital Lewat SatuSehat-SIAK
Viral Hafalan Al-Quran Berhadiah Miras, MUI: Lecehkan Kesucian Al-Quran
Gus Yaqut Jalani Sidang Perdana Dugaan Korupsi Kuota Haji di PN Jakarta Pusat
Kasus Korupsi Bank BJB: KPK Dalami Aliran Uang ke Lisa Mariana

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 20:42 WIB

Misteri Kematian Sutrimo, Ekshumasi Cari Jejak Zat dari Buih di Mulut dan Hidung

Rabu, 12 Agustus 2026 - 17:21 WIB

Pengawasan WNA Diperketat, Ditjen Imigrasi Catat 10.911 Tindakan Keimigrasian

Selasa, 11 Agustus 2026 - 18:16 WIB

Pigai Kerahkan Seluruh Jajaran KemenHAM Hadapi Dampak El Nino dan Karhutla

Selasa, 11 Agustus 2026 - 17:59 WIB

Modus Kereta Api Kargo Terbongkar, 8,9 Juta Batang Rokok Ilegal Disita di Tanjung Priok

Selasa, 11 Agustus 2026 - 13:05 WIB

Bayi Baru Lahir Kini Langsung Dapat Akta Kelahiran Digital Lewat SatuSehat-SIAK

Berita Terbaru