Cuaca Hari Ini Jumat 6 Februari 2026: Berawan, Hujan Ringan Guyur Sejumlah Wilayah

Jumat, 6 Februari 2026 - 05:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, langit mendung dan hujan mengguyur kawasan Jakarta berdasarkan prakiraan cuaca BMKG.  (Posnews/Net)

Ilustrasi, langit mendung dan hujan mengguyur kawasan Jakarta berdasarkan prakiraan cuaca BMKG. (Posnews/Net)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Badan Meteorologi, Klimatolgi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca DKI Jakarta pada Jumat, 6 Februari 2026, terpantau cukup dinamis.

Sejak pagi, sejumlah wilayah mengalami kondisi berawan, sementara wilayah lain berpotensi diguyur hujan ringan.

Berdasarkan BMKG, cuaca berawan mendominasi Kepulauan Seribu, baik di wilayah utara maupun selatan. Sementara itu, hujan ringan belum terdeteksi di kawasan kepulauan.

Di Jakarta Pusat, BMKG memprediksi cuaca berawan di Gambir, Sawah Besar, Senen, Kemayoran, Cempaka Putih, dan Johar Baru. Namun, hujan ringan berpotensi turun di Menteng dan Tanah Abang.

Baca Juga :  Bareskrim Polri Bongkar TPPO Kamboja, 9 PMI Dipaksa Jadi Scammer dan Disiksa

Selanjutnya, Jakarta Utara mengalami cuaca berawan di Tanjung Priok, Koja, Pademangan, dan Kelapa Gading. Adapun hujan ringan diperkirakan mengguyur Penjaringan dan Cilincing.

Di Jakarta Barat, cuaca berawan menyelimuti Taman Sari. Sedangkan hujan ringan berpeluang turun di Cengkareng, Grogol Petamburan, Tambora, Kebon Jeruk, Kali Deres, Palmerah, dan Kembangan.

Sementara itu, Jakarta Selatan diprediksi didominasi hujan ringan. BMKG mencatat potensi hujan di Tebet, Setiabudi, Mampang Prapatan, Pasar Minggu, Kebayoran Lama, Cilandak, Kebayoran Baru, Pancoran, Jagakarsa, dan Pesanggrahan.

Baca Juga :  Kebakaran Hutan Riau Kian Parah, BNPB Catat 2.713 Hektare Lahan Terbakar Sejak 2026

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak berbeda jauh, Jakarta Timur juga berpotensi diguyur hujan ringan di Matraman, Pulogadung, Jatinegara, Kramat Jati, Pasar Rebo, Cakung, Duren Sawit, Makasar, Ciracas, dan Cipayung.

Oleh karena itu, BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap perubahan cuaca, terutama saat beraktivitas di luar ruangan. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan
Ancaman Nuklir Permanen: Kim Jong Un Pantau Uji Coba Mesin Rudal Berdaya Dorong 2.500 Kiloton
Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun
Update Arus Balik Lebaran 2026, 186 Ribu Kendaraan Serbu Jabodetabek
Membongkar Bias Gender dalam Studi Keamanan Global
Tantangan Ekonomi Perempuan dalam Ekonomi Gig
Membedah Ekofeminisme dan Krisis Ekologi Global
Mengapa Interseksionalitas Menjadi Kunci Keadilan Sosial

Berita Terkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 19:30 WIB

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan

Minggu, 29 Maret 2026 - 18:30 WIB

Ancaman Nuklir Permanen: Kim Jong Un Pantau Uji Coba Mesin Rudal Berdaya Dorong 2.500 Kiloton

Minggu, 29 Maret 2026 - 18:00 WIB

Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun

Minggu, 29 Maret 2026 - 17:56 WIB

Update Arus Balik Lebaran 2026, 186 Ribu Kendaraan Serbu Jabodetabek

Minggu, 29 Maret 2026 - 17:30 WIB

Membongkar Bias Gender dalam Studi Keamanan Global

Berita Terbaru

Sisi gelap perang energi. Sekitar 20.000 pelaut sipil kini terperangkap di kawasan Teluk, menghadapi kelangkaan pasokan dasar dan ancaman serangan udara saat operator kapal mulai mengabaikan hak-hak keselamatan mereka. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan

Minggu, 29 Mar 2026 - 19:30 WIB

Ilustrasi, Modernisasi vs Tradisi. Kyoto mengkaji rencana pelonggaran batas tinggi bangunan dari 31 meter menjadi 60 meter guna menarik investasi, memicu perdebatan mengenai identitas visual ibu kota kuno Jepang tersebut. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun

Minggu, 29 Mar 2026 - 18:00 WIB

Membongkar narasi perang. Perspektif Keamanan Kritis mengungkap bagaimana konstruksi maskulinitas militeristik mendominasi kebijakan luar negeri dan sering kali mengabaikan kerentanan nyata perempuan di wilayah konflik. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Membongkar Bias Gender dalam Studi Keamanan Global

Minggu, 29 Mar 2026 - 17:30 WIB