Satgas Tangkap Wadanyon HSSBI di Bandara Dekai, Amunisi dan Senjata Disita

Rabu, 20 Mei 2026 - 16:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Personel Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 mengamankan barang bukti amunisi dan senjata di Yahukimo, Papua Pegunungan. (Posnews/Ist)

Personel Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 mengamankan barang bukti amunisi dan senjata di Yahukimo, Papua Pegunungan. (Posnews/Ist)

PAPUA, POSNEWS.CO.ID – Personel Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 menangkap YB (34) yang diduga menjabat sebagai Wadanyon HSSBI Kodap XVI Yahukimo di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.

Penangkapan dilakukan personel gabungan pada Senin (18/5/2026) sekitar pukul 15.42 WIT di ruang tunggu Bandara Nop Goliat Dekai.

Aparat kemudian mengembangkan penyelidikan dan menggeledah sebuah rumah di kawasan Kali Merah, Dekai, pada Selasa (19/5/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Irjen Faizal Ramadhani, mengatakan penangkapan ini merupakan bagian dari penegakan hukum terhadap kelompok bersenjata yang diduga mengganggu keamanan di Papua Pegunungan.

Baca Juga :  Sejarah Cinta Benci Warga London pada Kereta Bawah Tanah

“Penindakan ini hasil pengembangan penyelidikan aparat di Yahukimo. Kami menemukan sejumlah amunisi dan barang yang diduga terkait aktivitas kelompok bersenjata,” ujar Faizal, Rabu (20/5/2026).

Polisi Sita Amunisi dan Komponen Senjata

Dalam penggeledahan tersebut, petugas menyita amunisi berbagai kaliber, selongsong peluru, senjata tajam, hingga komponen yang diduga untuk merakit senjata.

Barang bukti yang diamankan antara lain:

  • amunisi kaliber 5,56 mm,
  • amunisi kaliber 9 mm,
  • amunisi kaliber 38,
  • selongsong peluru,
  • pisau sangkur, parang, dan kapak,
  • ketapel berbahan besi,
  • serta senapan angin bermotif loreng.
Baca Juga :  OpenAI Rilis GPT-5.5 guna Akselerasi Riset Mandiri

Polisi juga menemukan sejumlah komponen logam seperti trigger dan pelatuk besi, lalu penyidik mendalaminya.

Situasi Papua Pegunungan Masih Rawan

Aparat terus melakukan operasi penegakan hukum sepanjang 2026 di Papua Pegunungan, khususnya Yahukimo yang masih rawan gangguan keamanan bersenjata.

Satgas Damai Cartenz memburu jaringan kelompok bersenjata yang diduga terlibat aksi teror dan gangguan keamanan di wilayah tersebut.

Penyidik masih memeriksa YB untuk mengungkap jaringan, pemasok senjata, dan dugaan keterlibatannya dalam aksi bersenjata di Papua. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sopir Taksi Listrik Ditusuk di Pademangan, Wanita MS Diamankan Polisi
Baru Mau Naik Bus, Pria di Serang Dikeroyok dan Ditusuk, 2 Kernet Dibekuk
Longboat Kabur ke PNG, 200 Butir Amunisi Dibuang ke Laut dan Berhasil Diamankan
Koper Dibuka, 5 Kg Sabu Ditemukan! Marcel Diduga Hendak Kirim ke Palembang
Ajakan Seks Rp300 Ribu Ditolak, Pria di Labura Tewas Ditebas Celurit 5 Kali
Mayat Terborgol di Rumah Kosong Kendal, Kepala Donna Dihantam Benda Tumpul
Motor Warga Dibidik Saat Lengah, 5 Kasus Curanmor Penjaringan Akhirnya Terbongkar
Ledakan Pakuwon City Surabaya, 5 Orang Terluka dan 20 Ruko Rusak

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:02 WIB

Sopir Taksi Listrik Ditusuk di Pademangan, Wanita MS Diamankan Polisi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:25 WIB

Baru Mau Naik Bus, Pria di Serang Dikeroyok dan Ditusuk, 2 Kernet Dibekuk

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:18 WIB

Longboat Kabur ke PNG, 200 Butir Amunisi Dibuang ke Laut dan Berhasil Diamankan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:07 WIB

Koper Dibuka, 5 Kg Sabu Ditemukan! Marcel Diduga Hendak Kirim ke Palembang

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:05 WIB

Ajakan Seks Rp300 Ribu Ditolak, Pria di Labura Tewas Ditebas Celurit 5 Kali

Berita Terbaru

Donald Trump mempromosikan investasi Anduril $3,7 miliar di Sparrows Point Maryland untuk komponen kapal selam nuklir AS menjelang pemilu sela. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Donald Trump Mempromosikan Investasi Anduril Senilai 3,7 Miliar

Rabu, 7 Okt 2026 - 13:52 WIB