LONDON, POSNEWS.CO.ID – Mantan Perdana Menteri Inggris, Rishi Sunak, menegaskan identitas dirinya sebagai sosok yang “British, English, dan British Asian”. Pernyataan ini muncul sebagai respons terhadap meningkatnya penggunaan bahasa bermuatan rasial oleh sejumlah tokoh sayap kanan di Inggris.
Sunak, yang mencatatkan sejarah sebagai Perdana Menteri Inggris pertama keturunan Asia, berbicara setelah identitasnya memicu perdebatan luas. Sebelumnya, seorang podcaster mengeklaim bahwa Sunak bukan orang Inggris sejati karena latar belakang agamanya. Namun, Sunak menolak keras pandangan sempit tersebut dalam sebuah diskusi mengenai kohesi komunitas.
Luka Rasisme yang Tidak Terlupakan
Dalam kesaksiannya, pria kelahiran Southampton ini mengenang kembali masa kecilnya yang penuh tantangan. Sunak mengungkapkan bahwa pengalaman rasisme yang ia dan saudara-saudaranya alami tetap membekas kuat dalam ingatannya.
“Rasisme menyengat dengan cara yang tidak dirasakan oleh hal lain,” ujar Sunak dengan nada emosional. Oleh karena itu, ia memperingatkan masyarakat agar Inggris tidak tergelincir kembali ke masa lalu. Ia tidak ingin mendengar bahasa rasis kembali bergema di jalanan atau melihat televisi memperlakukannya sebagai hal yang lumrah. Meskipun kondisi saat ini sudah jauh lebih baik daripada era 1970-an, ia menegaskan bahwa bangsa tersebut masih harus menuntaskan banyak pekerjaan rumah.
Bahaya “Shock Jockery” di Media Sosial
Sunak juga mengkritik fenomena “shock jockery” atau perilaku mencari perhatian melalui pernyataan yang keterlaluan. Menurutnya, sistem media saat ini cenderung menghargai orang-orang yang menggunakan bahasa provokatif dan bigot demi mendapatkan atensi publik.
“Itu adalah salah satu kekhawatiran saya tentang ekonomi atensi,” jelasnya. Ia menilai pola konsumsi media saat ini justru memperburuk perpecahan di tengah masyarakat. Pernyataan Sunak ini muncul setelah tragedi Southport dan kerusuhan yang terjadi tahun lalu. Kejadian tersebut membuktikan betapa rapuhnya kohesi sosial jika narasi ekstremis dari berbagai kelompok terus memicunya.
Kebanggaan atas Identitas Ganda
Lebih lanjut, Sunak menegaskan bahwa setiap orang bisa memiliki banyak identitas tanpa harus berkonflik satu sama lain. Ia dengan bangga menyebut dirinya sebagai warga Inggris, Hindu Inggris, keturunan Asia, hingga penduduk Yorkshire.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia juga menepis anggapan bahwa Inggris adalah negara yang rasis. Sebagai bukti, ia merujuk pada karier politiknya dan kesuksesan Sajid Javid. Bahkan, ia menonjolkan fakta bahwa penerusnya sebagai pemimpin Partai Konservatif adalah seorang wanita kulit hitam yang besar di Nigeria. Sunak mendesak para politisi dan masyarakat untuk tetap fokus pada pesan persatuan dan mengatasi masalah ekonomi daripada terperosok ke dalam politik identitas yang memecah belah.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia





















