Ibu dan Anak Tewas Ditikam Puluhan Kali di Dalam Apartemen

Minggu, 12 April 2026 - 09:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kekejaman di Osaka. Polisi menyelidiki pembunuhan sadis seorang wanita lansia dan putrinya yang ditemukan tewas dengan luka tikaman masif di bagian kepala dan leher pada Rabu sore. Dok: Istimewa.

Kekejaman di Osaka. Polisi menyelidiki pembunuhan sadis seorang wanita lansia dan putrinya yang ditemukan tewas dengan luka tikaman masif di bagian kepala dan leher pada Rabu sore. Dok: Istimewa.

OSAKA, POSNEWS.CO.ID – Kepolisian Jepang sedang menangani kasus kriminalitas yang sangat mengerikan di Prefektur Osaka. Petugas menemukan dua orang wanita tewas bersimbah darah di dalam sebuah apartemen di Kota Izumi pada Rabu siang.

Dalam konteks ini, pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa kedua korban mengalami serangan yang sangat agresif. Oleh karena itu, tim forensik kini bekerja ekstra keras guna mengungkap motif di balik pembunuhan sadis yang mengguncang warga setempat tersebut.

Penemuan Jenazah dan Kondisi Luka Vital

Seorang kerabat laki-laki menemukan jenazah Kazuko Murakami (76) dan Yuka Murakami (41) sekitar pukul 12.30 waktu setempat. Langkah ini ia ambil setelah tempat kerja Yuka melaporkan bahwa korban tidak kunjung datang tanpa keterangan. Bahkan, saksi mata menemukan kedua wanita tersebut sudah tergeletak tak bernyawa di lantai apartemen.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Laporan kepolisian menyebutkan bahwa pelaku menikam masing-masing korban lebih dari 10 kali. Serangan tersebut secara spesifik menyasar area vital seperti kepala dan leher. Akibatnya, pendarahan hebat menjadi penyebab utama kematian kedua korban yang masih mengenakan pakaian tidur saat kejadian berlangsung.

Baca Juga :  Perang Thailand-Kamboja Membara: 53 Warga Sipil Tewas

Kronologi Kejadian: Serangan di Dini Hari

Berdasarkan hasil autopsi, tim medis memperkirakan waktu kematian terjadi sekitar pukul 04.00 pada Rabu pagi. Dalam hal ini, data dari kamera dasbor (dashcam) mobil Yuka menunjukkan bahwa ia baru tiba di rumah pada Selasa sore pukul 17.40. Yuka sendiri sehari-harinya berprofesi sebagai seorang pekerja sosial di wilayah tersebut.

Polisi menemukan Kazuko di ruang tamu, sementara jenazah Yuka berada di dekat area dapur. Terlebih lagi, petugas mencatat bahwa pintu masuk apartemen lantai satu tersebut berada dalam kondisi tidak terkunci. Oleh sebab itu, penyelidik menduga pelaku masuk tanpa hambatan fisik sebelum melancarkan aksi kejinya terhadap para korban yang sedang beristirahat.

Perburuan Senjata: Penggunaan Drone Bawah Air

Hingga saat ini, pihak berwenang belum berhasil menemukan senjata tajam di dalam lingkungan apartemen. Sebagai hasilnya, polisi mengerahkan tim penyelam ke sebuah kolam yang terletak di dekat lokasi kejadian pada hari Jumat. Secara simultan, petugas juga mengoperasikan drone bawah air guna mendeteksi keberadaan benda logam di dasar kolam yang berlumpur.

Baca Juga :  Agrowisata: Nafas Baru Ekonomi Pedesaan di Tengah Gempuran Industri Global

Selain itu, tim investigasi kini sedang membedah rekaman kamera pengawas (CCTV) di sepanjang jalan menuju apartemen. Polisi ingin memastikan identitas orang asing yang mungkin mendekati area pemukiman tersebut selama jam-jam kritis di malam hari. “Kami akan memeriksa setiap sudut guna menemukan jejak pelaku,” tegas juru bicara kepolisian Osaka kepada media Jiji Press.

Menanti Kepastian Motif Pelaku

Masa depan keamanan publik di Kota Izumi kini menjadi perhatian utama pemerintah daerah. Pada akhirnya, ketidakpastian mengenai identitas dan motif pelaku menciptakan keresahan bagi penghuni kompleks apartemen lainnya.

Dengan demikian, masyarakat mendesak kepolisian untuk segera memberikan titik terang mengenai sengketa atau ancaman yang mungkin korban hadapi sebelumnya. Di tahun 2026 ini, ketegasan penegakan hukum di Jepang sedang diuji oleh kasus kekerasan domestik yang sangat ekstrem tersebut.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Marco Rubio Kecam Sensor Ketat Tiongkok Jelang Peringatan Tragedi 1989
Tiongkok Jatuhkan Larangan Perjalanan Bagi Anggota Parlemen
Limbah Sawit Menjadi Pupuk Organik dan Energi Biomassa
Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Padat Karya Gaji UMP 2026, Ber-KTP Jakarta
Cara Pabrik Memisahkan CPO dan Inti Sawit (Kernel)
Jadi Justice Collaborator, Sony Sonjaya Janji Beberkan Aktor Besar Kasus SPPG
Indonesia vs Oman di GBK Malam Ini, Pengguna Jalan Diminta Cari Jalur Alternatif
Diskriminasi Terhadap Umat Muslim di Jepang Kian Meluas

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 18:37 WIB

Marco Rubio Kecam Sensor Ketat Tiongkok Jelang Peringatan Tragedi 1989

Jumat, 5 Juni 2026 - 17:35 WIB

Tiongkok Jatuhkan Larangan Perjalanan Bagi Anggota Parlemen

Jumat, 5 Juni 2026 - 16:48 WIB

Limbah Sawit Menjadi Pupuk Organik dan Energi Biomassa

Jumat, 5 Juni 2026 - 16:24 WIB

Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Padat Karya Gaji UMP 2026, Ber-KTP Jakarta

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:33 WIB

Cara Pabrik Memisahkan CPO dan Inti Sawit (Kernel)

Berita Terbaru

Ilustrasi, Ketegangan diplomatik di Pasifik. Tiongkok menjatuhkan larangan perjalanan bagi anggota parlemen Selandia Baru setelah mereka nekat mengunjungi Taiwan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Tiongkok Jatuhkan Larangan Perjalanan Bagi Anggota Parlemen

Jumat, 5 Jun 2026 - 17:35 WIB

Pilar kepatuhan ekologi pabrik sawit. Pentingnya mengurus izin Amdal dan dokumen IPLC guna menghindari sanksi penutupan paksa operasional pabrik. Dok: Istimewa.

NETIZEN

Limbah Sawit Menjadi Pupuk Organik dan Energi Biomassa

Jumat, 5 Jun 2026 - 16:48 WIB

Pilar hukum hilirisasi kelapa sawit. Pentingnya mengurus Izin Usaha Industri (IUI) dan menjamin kemitraan pasokan tandan buah segar demi kelangsungan operasional pabrik. Dok: Istimewa.

NETIZEN

Cara Pabrik Memisahkan CPO dan Inti Sawit (Kernel)

Jumat, 5 Jun 2026 - 15:33 WIB