Diplomasi Nuklir AS-Iran: Trump Ancam Tarif Global

Minggu, 8 Februari 2026 - 15:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pertaruhan di meja perundingan. Menlu Iran Abbas Araqchi tiba di Pakistan guna membawa proposal damai baru, sementara Gedung Putih mengerahkan tim khusus ke Islamabad di tengah lumpuhnya navigasi Selat Hormuz tahun 2026. Dok: Istimewa.

Pertaruhan di meja perundingan. Menlu Iran Abbas Araqchi tiba di Pakistan guna membawa proposal damai baru, sementara Gedung Putih mengerahkan tim khusus ke Islamabad di tengah lumpuhnya navigasi Selat Hormuz tahun 2026. Dok: Istimewa.

MUSCAT, POSNEWS.CO.ID – Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, mengharapkan agar putaran baru perundingan dengan Amerika Serikat segera terlaksana. Ia menggambarkan pertemuan di Muscat pada hari Jumat sebagai awal yang positif, meskipun pembangunan kembali kepercayaan membutuhkan waktu lama.

Dalam wawancara dengan Al Jazeera pada hari Sabtu, Araghchi menegaskan posisi keras Teheran terkait kedaulatan nuklir. Ia menyebut program pengayaan uranium sebagai “hak yang tidak dapat diganggu gugat” bagi bangsanya. Oleh karena itu, Iran menolak untuk menyerahkan program tersebut namun tetap membuka peluang bagi kesepakatan yang mampu menenangkan komunitas internasional.

Penolakan Isu Rudal dan Jabat Tangan “Singkat”

Selain masalah nuklir, Araghchi secara tegas menolak tuntutan Amerika Serikat untuk membatasi program rudal balistik. Ia menyebut sistem rudal sebagai urusan pertahanan nasional yang bersifat defensif dan tidak pernah bisa dinegosiasikan. Menariknya, Araghchi mengonfirmasi adanya jabat tangan singkat antara delegasi Iran dan Amerika Serikat di tengah format negosiasi yang bersifat tidak langsung.

“Meskipun negosiasi berlangsung tidak langsung, muncul kesempatan untuk berjabat tangan dengan delegasi Amerika,” ujar Araghchi. Pernyataan ini sekaligus meluruskan laporan sebelumnya mengenai adanya pertukaran dialog langsung di Muscat. Setelah menyelesaikan pembicaraan dengan utusan khusus AS Steve Witkoff, Araghchi segera bertolak ke Doha untuk menemui Perdana Menteri Qatar guna memperkuat dukungan regional.

Ancaman Tarif Trump dan Kunjungan Netanyahu

Di sisi lain, Presiden Donald Trump memberikan tekanan ekonomi baru dari dalam pesawat Air Force One. Ia menandatangani perintah eksekutif yang mengancam tarif tambahan bagi negara-negara yang terus berdagang dengan Iran. Trump menyebut tarif sebesar 25 persen sebagai contoh hukuman bagi importir produk atau layanan dari Iran.

“Iran tampak sangat ingin membuat kesepakatan,” kata Trump kepada wartawan di Mar-a-Lago. Ia menjadwalkan pertemuan lanjutan pada awal pekan depan untuk melihat peluang kesepakatan tersebut. Namun, eskalasi militer tetap membayangi meja perundingan. Kepala Staf Militer Iran, Abdolrahim Mousavi, memperingatkan bahwa setiap upaya memaksakan perang terhadap Iran akan menyebarkan konflik ke seluruh Timur Tengah.

Baca Juga :  Thailand Memilih: Referendum Konstitusi dan Persaingan Ketat

Situasi diplomasi ini juga menarik perhatian serius dari pemerintah Israel. Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengumumkan rencana kunjungan ke Washington pada 11 Februari. Netanyahu ingin memastikan bahwa setiap kesepakatan baru harus mencakup pembatasan rudal balistik dan penghentian dukungan Iran terhadap kelompok militan sekutunya.

Dukungan dan Harapan dari Tetangga Regional

Negara-negara tetangga memberikan reaksi dukungan yang berhati-hati terhadap proses ini. Mesir dan Uni Emirat Arab menyambut baik pembicaraan di Muscat sebagai langkah konstruktif untuk deeskalasi kawasan. Menteri Luar Negeri Mesir, Badr Abdelatty, memuji peran Oman dalam menjembatani negosiasi yang rumit tersebut.

Senada dengan Mesir, Arab Saudi dan Qatar juga menyuarakan harapan agar jalur diplomatik ini membuka perdamaian jangka panjang. Menteri Luar Negeri Saudi, Faisal bin Farhan Al Saud, menekankan bahwa solusi diplomatik sangat penting bagi stabilitas kawasan. Hingga saat ini, dunia internasional tetap mengawasi apakah ancaman tarif Trump dan ketegasan nuklir Iran akan bermuara pada kesepakatan atau kebuntuan baru.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Serangan Balik: Ukraina Gempur Terminal Minyak Rusia
Sempat Ditangkap Israel, 9 WNI Relawan Gaza Akhirnya Tiba di Indonesia
Marco Rubio Lawat India guna Pulihkan Hubungan Dagang
Bareskrim Selidiki Blackout Sumatera, Kabel SUTET Putus di Jambi Diuji Forensik
Prancis Larang Masuk Menteri Keamanan Israel
WHO Nyatakan Wabah Strain Bundibugyo sebagai Ancaman Global
Trump Klaim Kesepakatan Damai dengan Iran Hampir Tuntas
Brimob Polda Metro Gagalkan Tawuran dan Balap Liar, Celurit hingga Narkoba Disita

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 18:17 WIB

Serangan Balik: Ukraina Gempur Terminal Minyak Rusia

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:24 WIB

Sempat Ditangkap Israel, 9 WNI Relawan Gaza Akhirnya Tiba di Indonesia

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:14 WIB

Marco Rubio Lawat India guna Pulihkan Hubungan Dagang

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:00 WIB

Bareskrim Selidiki Blackout Sumatera, Kabel SUTET Putus di Jambi Diuji Forensik

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:11 WIB

Prancis Larang Masuk Menteri Keamanan Israel

Berita Terbaru

Bara di garis depan. Pasukan Ukraina meluncurkan serangan drone masif terhadap terminal minyak utama Rusia di Novorossiysk, sementara jumlah korban tewas akibat serangan di asrama mahasiswa Starobilsk mencapai 18 jiwa. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Serangan Balik: Ukraina Gempur Terminal Minyak Rusia

Minggu, 24 Mei 2026 - 18:17 WIB

Misi merajut kembali aliansi. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengunjungi India untuk memulihkan hubungan yang sempat retak akibat sengketa tarif dan perbedaan pandangan strategis terkait kawasan Asia Selatan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Marco Rubio Lawat India guna Pulihkan Hubungan Dagang

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:14 WIB

Sanksi diplomatik Paris. Pemerintah Prancis resmi melarang Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, memasuki wilayahnya sebagai respons atas sikap kontroversialnya terhadap aktivis bantuan Gaza. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Prancis Larang Masuk Menteri Keamanan Israel

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:11 WIB