Thailand Memilih: Referendum Konstitusi dan Persaingan Ketat

Minggu, 8 Februari 2026 - 16:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menentukan arah demokrasi. Rakyat Thailand memberikan suara melalui sistem tiga kartu untuk memilih parlemen baru sekaligus menentukan nasib amandemen konstitusi negara. Dok: Istimewa.

Menentukan arah demokrasi. Rakyat Thailand memberikan suara melalui sistem tiga kartu untuk memilih parlemen baru sekaligus menentukan nasib amandemen konstitusi negara. Dok: Istimewa.

BANGKOK, POSNEWS.CO.ID – Pemungutan suara untuk pemilihan anggota parlemen Thailand resmi dimulai pada Minggu pukul 08.00 waktu setempat. Sekitar 50 juta pemilih kini mendatangi berbagai tempat pemungutan suara (TPS) di seluruh negeri.

Warga akan memilih 500 anggota Majelis Rendah dalam proses yang sangat menentukan masa depan politik Thailand. TPS akan tutup pada pukul 17.00 waktu setempat, dengan hasil tidak resmi yang petugas perkirakan muncul pada malam yang sama.

Sistem Tiga Surat Suara yang Unik

Dalam pemilu kali ini, setiap pemilih menerima tiga surat suara dengan warna yang berbeda. Surat suara hijau berfungsi untuk memilih kandidat lokal berdasarkan daerah pemilihan masing-masing. Selanjutnya, surat suara merah muda memungkinkan pemilih untuk menentukan partai politik pilihan mereka melalui daftar partai nasional.

Hal yang paling menarik adalah kehadiran surat suara kuning. Kartu ini merupakan bagian dari referendum nasional mengenai amandemen konstitusi. Rakyat akan memutuskan apakah parlemen harus segera memulai proses penyusunan konstitusi baru atau tetap mempertahankan aturan yang ada saat ini.

Baca Juga :  Negosiasi Damai Ukraina di Abu Dhabi Terancam Mundur

Struktur Parlemen dan Jalur Koalisi

Berdasarkan hukum Thailand, parlemen akan mengalokasikan 500 kursi Majelis Rendah melalui dua skema. Sebanyak 400 kursi akan terisi oleh pemenang di daerah pemilihan langsung. Sementara itu, 100 kursi sisanya akan terbagi kepada partai-partai politik secara proporsional berdasarkan perolehan suara nasional.

Opini publik lokal melihat pemilihan ini sebagai arena tempur bagi tiga kekuatan politik utama. Ketiga partai tersebut adalah Partai Bhumjaithai, Partai Rakyat, dan Partai Pheu Thai. Oleh karena itu, kecil kemungkinan ada satu partai yang mampu mengamankan kursi yang cukup untuk membentuk pemerintahan sendirian. Akibatnya, partai-partai besar tersebut harus segera melakukan lobi untuk membentuk pemerintahan koalisi setelah hasil resmi keluar.

Baca Juga :  Kado Natal Trump untuk Gaza? AS Siapkan Fase 2: Pelucutan Senjata Hamas dan Pemerintahan Baru

Jadwal Pasca-Pemungutan Suara

Sesuai aturan yang berlaku, Komisi Pemilihan Umum harus merilis penghitungan suara resmi paling lambat pada 9 April mendatang. Setelah itu, parlemen baru wajib mengadakan sesi perdana dalam waktu 15 hari untuk memilih ketua parlemen.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Begitu ketua parlemen terpilih, Majelis Rendah akan segera melakukan pemungutan suara untuk menentukan Perdana Menteri baru. Hasil referendum konstitusi juga akan menjadi panduan bagi parlemen dalam memulai proses amandemen. Dunia internasional kini memantau dengan cermat apakah proses transisi kepemimpinan ini akan berjalan stabil dan mampu menjaga pertumbuhan ekonomi Thailand di kawasan Asia Tenggara.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemerintah Tetapkan WFH ASN Setiap Jumat, Ini Aturan dan Sanksinya
Pabrik Ekstasi dan Happy Water Digerebek di Apartemen Cipinang, Produksi Puluhan Ribu Butir
Polisi Bekuk Pengedar 100 Cartridge Etomidate di Tanjung Priok, Jaringan Masih Diburu
Israel Perluas Zona Keamanan di Lebanon Selatan demi Redam Hezbollah
3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, MPR Desak Evaluasi dan Penarikan Pasukan UNIFIL
Uang Palsu Rp620 Juta Digerebek di Hotel Kemang Bogor, Satu Pelaku Ditangkap
Mutilasi Freezer Bekasi Terungkap, Korban Dibunuh karena Tolak Ajakan Mencuri
Pakistan Tawarkan Diri Jadi Tuan Rumah Perundingan AS-Iran di Tengah Eskalasi Total

Berita Terkait

Selasa, 31 Maret 2026 - 21:29 WIB

Pemerintah Tetapkan WFH ASN Setiap Jumat, Ini Aturan dan Sanksinya

Selasa, 31 Maret 2026 - 21:10 WIB

Pabrik Ekstasi dan Happy Water Digerebek di Apartemen Cipinang, Produksi Puluhan Ribu Butir

Selasa, 31 Maret 2026 - 20:55 WIB

Polisi Bekuk Pengedar 100 Cartridge Etomidate di Tanjung Priok, Jaringan Masih Diburu

Selasa, 31 Maret 2026 - 20:42 WIB

Israel Perluas Zona Keamanan di Lebanon Selatan demi Redam Hezbollah

Selasa, 31 Maret 2026 - 18:26 WIB

3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, MPR Desak Evaluasi dan Penarikan Pasukan UNIFIL

Berita Terbaru