Mengapa Menjadi Orang Tua Sempurna Itu Mustahil?

Minggu, 8 Februari 2026 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Melepas beban kesempurnaan. Teori Donald Winnicott memberikan perspektif baru bagi orang tua dalam menyeimbangkan antara kasih sayang, perlindungan, dan kemandirian anak. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Melepas beban kesempurnaan. Teori Donald Winnicott memberikan perspektif baru bagi orang tua dalam menyeimbangkan antara kasih sayang, perlindungan, dan kemandirian anak. Dok: Istimewa.

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Sepanjang sejarah, orang tua baru selalu menghadapi tekanan dan tanggung jawab besar dalam membesarkan anak. Oleh karena itu, terutama bagi seorang ibu, tuntutan biologis dan sosiologis sering kali menciptakan beban stres untuk memenuhi ekspektasi lingkungan yang sangat tinggi.

Namun demikian, Donald Winnicott, seorang dokter anak sekaligus psikoanalis asal Inggris, memberikan perspektif yang berbeda. Bahkan, ia mengejutkan banyak pihak melalui pandangan orisinalnya mengenai hubungan antara anak dan ibu. Selain itu, Winnicott menantang pandangan tradisional yang mengidealkan pola asuh, lalu menawarkan teori yang lebih berpijak pada realitas kehidupan orang tua.

Empat Pilar Teori Pengasuhan Modern

Di dunia modern, orang tua sering merasa bersalah saat gagal menyeimbangkan kehidupan profesional dengan pengasuhan yang “sempurna”. Tentu saja, perasaan ini memicu kemunculan berbagai program pengasuhan yang berpijak pada empat teori utama:

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

  1. Teori Pembelajaran Sosial: Berasumsi bahwa perilaku anak akan membaik melalui penguatan yang tepat. Dengan demikian, orang tua belajar memberikan imbalan untuk perilaku baik dan sanksi yang sesuai untuk pelanggaran.
  2. Teori Kelekatan (Attachment): Menekankan kemampuan bayi membentuk ikatan emosional yang kuat dengan pengasuh utama. Pasalnya, keamanan ikatan ini sangat bergantung pada respons orang tua terhadap kebutuhan bayi.
  3. Teori Gaya Parenting: Menghubungkan perilaku anak dengan praktik asuh orang tua. Sebagai contoh, gaya otoritatif, yang menggabungkan kehangatan tinggi dengan pengawasan ketat, terbukti mampu menghasilkan anak yang lebih percaya diri dan mandiri.
  4. Model Ekologi Manusia: Mengasumsikan perkembangan anak bergantung pada interaksi dengan lingkungan keluarga, sekolah, komunitas, dan budaya. Oleh sebab itu, setiap lingkungan membawa faktor risiko atau perlindungan yang unik bagi anak.
Baca Juga :  Jet Tempur F-15E AS Jatuh di Iran, Satu Awak Hilang

Rahasia “Ibu yang Cukup Baik”

Di sisi lain, Winnicott menjelaskan bahwa seorang ibu tidak perlu menjadi sempurna. Melalui konsep “ibu yang cukup baik”, ia menggambarkan proses di mana ibu secara bertahap membiarkan bayi merasakan frustrasi dunia luar.

Selama kehamilan dan beberapa minggu setelah kelahiran, seorang ibu biasanya mengalami kondisi “preokupasi ibu primer” atau tingkat sensitivitas yang sangat tinggi terhadap bayi. Namun, seiring berjalannya waktu, ibu akan mengalami fase “kembali ke realitas” (flight into sanity). Pada tahap ini, ia mulai menyadari dunia di luar bayinya dan secara perlahan berhenti beradaptasi secara total terhadap setiap keinginan anak.

Baca Juga :  POLRI dan YPKTB Siapkan Pemimpin Masa Depan Lewat “Kereta Kader Bangsa” — Wujud Nyata Slogan Students of Today, Leaders of Tomorrow

Membangun Kemandirian melalui Kegagalan

Proses ini sangat krusial bagi perkembangan psikologis anak. Sebab, menurut Winnicott, dengan “gagal” beradaptasi secara sempurna terhadap kebutuhan bayi secara bertahap, ibu justru membantu anak belajar menoleransi frustrasi.

Meskipun demikian, ibu tetap menyediakan “lingkungan yang memfasilitasi” dengan memberikan perlindungan fisik dan emosional. Dengan cara ini, bayi mulai merasa cukup aman untuk melepaskan perasaan mahakuasanya dan mulai memahami batas antara “diri sendiri” dan “orang lain”.

Meskipun teori Winnicott menuai kritik karena dianggap tetap membebankan tanggung jawab besar pada ibu, ide-idenya telah memberikan harapan bagi banyak orang tua. Pada akhirnya, banyak pihak menyadari bahwa dalam praktik nyata, orang tua sering kali menggabungkan berbagai elemen teori secara alami untuk beradaptasi dengan situasi yang muncul demi kebaikan sang buah hati.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Serangan Infrastruktur AS-Iran Picu Ancaman Perang
Trump Ancam Kanada dengan Tarif Baru Akibat Asap
Tarumajaya Bekasi Penuhi Sampah dan Genangan, Warga Desak Dedi Mulyadi Bertindak
Polisi Ringkus Pemotor Ninja RR yang Tampar Pengendara di Jagakarsa
Sumur Minyak Tradisional Meledak di Aceh Timur, Kobaran Api Masih Berkobar
Kapal Mati Mesin di Perairan Pulau Pari, Gulkarmat Evakuasi 150 Penumpang
Home Industry Vape THC di Bali Terbongkar, Omzet Diduga Capai Rp300 Miliar
TPA Jatiwaringin Tangerang Terbakar 15 Hektare, BNPB: 40 Persen Api Sudah Padam

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 20:17 WIB

Serangan Infrastruktur AS-Iran Picu Ancaman Perang

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:13 WIB

Trump Ancam Kanada dengan Tarif Baru Akibat Asap

Selasa, 7 Juli 2026 - 21:55 WIB

Tarumajaya Bekasi Penuhi Sampah dan Genangan, Warga Desak Dedi Mulyadi Bertindak

Senin, 6 Juli 2026 - 05:24 WIB

Polisi Ringkus Pemotor Ninja RR yang Tampar Pengendara di Jagakarsa

Minggu, 5 Juli 2026 - 20:09 WIB

Sumur Minyak Tradisional Meledak di Aceh Timur, Kobaran Api Masih Berkobar

Berita Terbaru

Langkah taktis Teheran amankan wilayah udara. Iran membeli 400 peluncur rudal panggul buatan China bernilai 70 juta dolar AS guna memperkuat pertahanan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Iran Borong 400 Peluncur Rudal Panggul Buatan China

Kamis, 30 Jul 2026 - 14:09 WIB