BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Jabodetabek 10–11 Februari, Hujan Lebat dan Angin Kencang

Selasa, 10 Februari 2026 - 06:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Banten Siaga Cuaca Ekstrem, BMKG Prediksi Hujan Deras Sepekan. (Posnews/Ist)

Ilustrasi, Banten Siaga Cuaca Ekstrem, BMKG Prediksi Hujan Deras Sepekan. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) membunyikan alarm cuaca ekstrem di wilayah Jabodetabek pada 10–11 Februari 2026.

Hujan deras hingga sangat lebat disertai angin kencang diperkirakan mengguyur kawasan padat penduduk dan memicu potensi bencana.

Pada Selasa (10/2/2026), BMKG menaikkan status Waspada di hampir seluruh Jabodetabek. Peringatan tersebut mencakup DKI Jakarta, Kepulauan Seribu, Bogor, Depok, Bekasi, hingga Tangerang Raya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, BMKG menetapkan Kabupaten Tangerang berstatus Siaga karena hujan lebat hingga sangat lebat berpotensi mengganggu aktivitas warga.

Selain hujan ekstrem, BMKG juga mengingatkan ancaman angin kencang di wilayah tersebut pada hari yang sama.

Baca Juga :  KPK Soroti Raja Juli Telat Lapor Dugaan Gratifikasi

Memasuki Rabu (11/2/2026), BMKG kembali memperluas peringatan cuaca ekstrem.

Sejumlah wilayah tetap berstatus Waspada, meliputi Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang, Jakarta Utara, Jakarta Pusat, Kepulauan Seribu, Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, Kota Bogor, dan Kota Depok.

Namun, kondisi cuaca memburuk di sejumlah daerah. BMKG menaikkan status Siaga untuk Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, serta Kabupaten Bogor karena ancaman hujan lebat hingga sangat lebat.

Tak hanya itu, BMKG mencatat perluasan potensi angin kencang pada 11 Februari yang mengancam Jakarta Utara, Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Timur, dan Kepulauan Seribu.

Baca Juga :  BPJS Kesehatan Hapus Tunggakan Peserta Tak Mampu, Berlaku Bagi Pindah Komponen

BMKG menegaskan, wilayah berstatus Waspada berpotensi mengalami genangan, luapan sungai, hingga longsor yang dapat menghambat aktivitas warga.

Sementara itu, wilayah Siaga menghadapi risiko lebih serius, seperti banjir, banjir bandang, dan longsor yang berpotensi merusak infrastruktur dan layanan publik.

Karena itu, BMKG mengimbau warga Jabodetabek rutin memantau informasi cuaca resmi dan tidak mengabaikan peringatan dini.

Warga di kawasan rawan banjir, dataran rendah, dan lereng perbukitan diminta melakukan mitigasi sejak dini untuk menekan risiko kerugian. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Warga Pati Demo di Jakarta 26–27 Agustus, Pramono: Jangan Anarkis
Parkir Mobil di Jakarta Bisa Rp60 Ribu per Jam? Ini Kata Pramono
Minggu Cerah di Jabodetabek, BMKG Ingatkan Warga Hadapi Panas
Pelanggan Kecewa, Polemik Terios Turun Mesin Belum Berujung Penyelesaian
Jabodetabek Cerah Sabtu Ini, Warga Perlu Waspadai Terik Matahari
Hari Juang Polri 2026, Polisi dan Warga Bekasi Perkuat Kolaborasi Keamanan
Kebakaran Paseban Jakpus: 15 Rumah Terbakar, 120 Warga Terdampak
Jalan Licin di Kramat Jati Disorot, Pramono Minta Pedagang Masuk Pasar

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 14:48 WIB

Warga Pati Demo di Jakarta 26–27 Agustus, Pramono: Jangan Anarkis

Minggu, 23 Agustus 2026 - 11:57 WIB

Parkir Mobil di Jakarta Bisa Rp60 Ribu per Jam? Ini Kata Pramono

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:12 WIB

Minggu Cerah di Jabodetabek, BMKG Ingatkan Warga Hadapi Panas

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 12:46 WIB

Pelanggan Kecewa, Polemik Terios Turun Mesin Belum Berujung Penyelesaian

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 06:06 WIB

Jabodetabek Cerah Sabtu Ini, Warga Perlu Waspadai Terik Matahari

Berita Terbaru

Ilustrasi, aksi demonstrasi. (Posnews/Ist)

JABODETABEK

Warga Pati Demo di Jakarta 26–27 Agustus, Pramono: Jangan Anarkis

Minggu, 23 Agu 2026 - 14:48 WIB

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung . (Posnews/Kominfo)

JABODETABEK

Parkir Mobil di Jakarta Bisa Rp60 Ribu per Jam? Ini Kata Pramono

Minggu, 23 Agu 2026 - 11:57 WIB