Pigai Kritik Media Dipenuhi Berita Negatif, Minta Jurnalis Lebih Objektif

Kamis, 21 Mei 2026 - 06:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri HAM Natalius Pigai saat membuka Kelas Jurnalis HAM di Bandung, Jawa Barat.
(Posnews/KemenHAM)

Menteri HAM Natalius Pigai saat membuka Kelas Jurnalis HAM di Bandung, Jawa Barat. (Posnews/KemenHAM)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Menteri Hak Asasi Manusia (MenHAM) Natalius Pigai menyoroti maraknya pemberitaan negatif di media massa.

Pigai meminta insan pers tetap mengedepankan kritik objektif dan tidak terus-menerus membanjiri publik dengan konten bernada buruk.

Pernyataan itu disampaikan Pigai saat membuka acara Kelas Jurnalis HAM di The Green Forest, Bandung, Jawa Barat, Rabu (20/5/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Berbagai penelitian menyebut hampir 80 persen isi media didominasi berita negatif,” kata Pigai.

Ia juga menilai lebih dari separuh pemberitaan media masih dipenuhi sudut pandang subjektif.

Baca Juga :  Dampak Fatal Tabrakan Kereta di Bekasi, Daftar KA Dibatalkan 27–28 April 2026

Pentingnya Integritas Media

Pigai mengakui kondisi tersebut tidak lepas dari kepentingan pemilik media maupun korporasi besar yang memengaruhi arah pemberitaan.

Meski begitu, ia meminta jurnalis tetap menjaga integritas dan profesionalisme dalam menyajikan informasi kepada publik.

“Tanpa media, tidak ada kontrol terhadap kekuasaan. Karena itu integritas media sangat penting,” tegasnya.

Kritik Harus Objektif

Pigai menegaskan media tetap memiliki fungsi penting sebagai pengawas pemerintah dan penyampai kritik sosial.

Namun, ia meminta kritik disampaikan secara objektif dan konstruktif, bukan sekadar mengejar sensasi negatif demi menarik perhatian pembaca.

Baca Juga :  Polda Metro Sikat 141 Curanmor, 317 Ditangkap - Muncul Pertanyaan Efektivitas Pencegahan

“Silakan mengkritik, tetapi jangan semuanya dipenuhi konten negatif,” ujarnya.

Bad News Is Good News

Dalam pemaparannya, Pigai juga menyinggung teori psikologi terkait kecenderungan manusia lebih tertarik pada informasi negatif.

Ia menyebut dunia jurnalistik selama ini terlalu dipengaruhi prinsip bad news is good news atau berita buruk lebih cepat menarik perhatian publik.

“Kalau berita negatif, biasanya orang lebih cepat membaca,” katanya.

Karena itu, Pigai berharap jurnalis mampu menghadirkan pemberitaan yang lebih seimbang, kritis, sekaligus memberi solusi bagi masyarakat. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bea Cukai Hong Kong Sita Ribuan Jersi Piala Dunia Tiruan
Amerika Serikat dan Iran Dekati Kesepakatan Damai
Puluhan Negara Desak Solusi Dua Negara demi Akhiri Konflik
Pentagon Rilis 72 Dokumen Rahasia UFO Era Trump
Uni Eropa Sepakat Memulai Negosiasi Keanggotaan
AOC Resmi Luncurkan Monitor Gaming AGP277QKP
Tanah Longsor Sapu Tujuh Persen Populasi Orangutan
Putri Bajrakitiyabha Wafat pada Usia 47 Tahun

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 18:15 WIB

Bea Cukai Hong Kong Sita Ribuan Jersi Piala Dunia Tiruan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 16:00 WIB

Amerika Serikat dan Iran Dekati Kesepakatan Damai

Sabtu, 13 Juni 2026 - 14:05 WIB

Pentagon Rilis 72 Dokumen Rahasia UFO Era Trump

Sabtu, 13 Juni 2026 - 13:02 WIB

Uni Eropa Sepakat Memulai Negosiasi Keanggotaan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:21 WIB

AOC Resmi Luncurkan Monitor Gaming AGP277QKP

Berita Terbaru

Gebrakan besar di perbatasan. Otoritas Hong Kong menyita ratusan ribu barang palsu termasuk jersi Piala Dunia siap ekspor senilai dua puluh juta dolar AS. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Bea Cukai Hong Kong Sita Ribuan Jersi Piala Dunia Tiruan

Sabtu, 13 Jun 2026 - 18:15 WIB

Terobosan besar diplomasi global. Amerika Serikat dan Iran mendekati kesepakatan damai akhir untuk mengakhiri perang tiga bulan dan memulihkan pasokan energi dunia. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Amerika Serikat dan Iran Dekati Kesepakatan Damai

Sabtu, 13 Jun 2026 - 16:00 WIB