Pramono Anung Bangun 3 PLTSa di Jakarta, Target Atasi 9.000 Ton Sampah per Hari

Rabu, 20 Mei 2026 - 17:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Posnews/Ist)

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyiapkan tiga proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) untuk mengurangi krisis sampah di ibu kota yang kini mencapai sekitar 9.000 ton per hari.

Pemprov DKI akan membangun PLTSa di Bantargebang, Tanjungan, dan Sunter. Ketiga proyek itu ditargetkan mulai berjalan setelah proses penandatanganan kontrak selesai.

“Jakarta akan punya tiga PLTSa, yakni di Bantargebang, Tanjungan, dan Sunter,” kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu (20/5/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kurangi Beban Bantargebang

Pramono menegaskan proyek ini menjadi langkah penting untuk mengurangi ketergantungan Jakarta terhadap TPST TPST Bantargebang yang selama ini menampung sampah dari ibu kota.

Baca Juga :  Polisi Gagalkan Penyelundupan 82 Ribu KL Solar di Banyuasin, Dua Kapal Disita

Selain mengolah sampah menjadi energi listrik, proyek PLTSa juga diharapkan mampu memperbaiki sistem pengelolaan sampah modern di Jakarta.

Pemerintah pusat, lanjut Pramono, telah menerbitkan regulasi tarif listrik sebagai dukungan terhadap proyek pengolahan sampah menjadi energi.

“Pemerintah sudah mengeluarkan aturan tarif listrik sebagai referensi pengembangan PLTSa,” ujarnya.

Jakarta Andalkan Teknologi RDF

Selain PLTSa, Pemprov DKI juga memperkuat teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) untuk mempercepat pengolahan sampah harian.

Baca Juga :  KPK Fasilitasi Ibadah Natal 2025 untuk 12 Tahanan Korupsi di Rutan Gedung Merah Putih

Saat ini fasilitas RDF sudah berjalan di Rorotan dan Bantargebang guna mengubah sampah menjadi bahan bakar alternatif.

Menurut Pramono, kombinasi PLTSa dan RDF akan membantu Jakarta mengurangi penumpukan sampah yang selama bertahun-tahun menjadi persoalan utama ibu kota.

Ia optimistis seluruh sistem tersebut mampu menyerap volume sampah Jakarta yang mencapai hampir 9.000 ton per hari.

“Kalau semua berjalan lancar, persoalan sampah Jakarta bisa jauh lebih terkendali,” katanya. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Demo 28 Oktober di Jakarta: 4 Titik Aksi dan 5 Tuntutan Komite Sadar
Hujan Guyur Jabodetabek Hari Ini, Simak Prakiraan Cuaca dan Suhunya
Monyet Liar Kembali Serang Warga Tarumajaya, Nenek Luka di Tangan dan Kepala
Hujan Berpotensi Guyur Jabodetabek Hari Ini, Bogor Waspadai Petir
Operasi Patuh Jaya 2026 Dimulai, 2.938 Personel Siap Awasi Pengendara
Jakarta Berpotensi Diguyur Hujan Ringan Senin Ini, Simak Wilayah dan Suhunya
Warga Jabodetabek Wajib Waspada, Hujan Lebat Mengintai Sejumlah Wilayah
Rumah Lansia Tak Layak Huni Dibedah, Kampung Ambon Didorong Berubah

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 06:16 WIB

Demo 28 Oktober di Jakarta: 4 Titik Aksi dan 5 Tuntutan Komite Sadar

Rabu, 28 Oktober 2026 - 05:58 WIB

Hujan Guyur Jabodetabek Hari Ini, Simak Prakiraan Cuaca dan Suhunya

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:14 WIB

Monyet Liar Kembali Serang Warga Tarumajaya, Nenek Luka di Tangan dan Kepala

Selasa, 27 Oktober 2026 - 05:54 WIB

Hujan Berpotensi Guyur Jabodetabek Hari Ini, Bogor Waspadai Petir

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:48 WIB

Operasi Patuh Jaya 2026 Dimulai, 2.938 Personel Siap Awasi Pengendara

Berita Terbaru