Trump dan Netanyahu Gagal Capai Kesepakatan Definitif

Kamis, 12 Februari 2026 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Visi yang berseberangan. Pertemuan tertutup antara Donald Trump dan Benjamin Netanyahu berakhir tanpa kesepakatan konkret mengenai strategi menghadapi Iran. Dok: Istimewa.

Visi yang berseberangan. Pertemuan tertutup antara Donald Trump dan Benjamin Netanyahu berakhir tanpa kesepakatan konkret mengenai strategi menghadapi Iran. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Presiden Donald Trump bertemu PM Israel Benjamin Netanyahu untuk membahas masalah Iran. Pertemuan tertutup selama dua setengah jam tersebut belum menghasilkan kesepakatan definitif. Hasil diskusi justru menunjukkan adanya perbedaan visi strategis yang tajam antara Washington dan Yerusalem.

Trump lebih memilih untuk tetap menempuh jalur negosiasi dengan Teheran. Ia ingin melihat apakah kedua pihak mampu mencapai kesepakatan diplomatik yang menguntungkan. “Jika memungkinkan, hal itu akan menjadi prioritas kami,” ujar Trump melalui akun media sosialnya. Namun demikian, Trump juga memberikan peringatan keras. Jika diplomasi gagal, AS siap melancarkan aksi militer seperti serangan fasilitas nuklir Iran pada Juni tahun lalu.

Tuntutan Rudal dan “Garis Merah” Teheran

Netanyahu mendesak AS agar tidak hanya membatasi program nuklir Iran. Ia menuntut penghancuran total seluruh arsenal rudal balistik milik Teheran. Israel khawatir Washington akan mengejar “kesepakatan sempit” yang mengabaikan ancaman milisi proksi. Oleh karena itu, Netanyahu menegaskan bahwa setiap draf perjanjian wajib menyertakan kebutuhan keamanan Israel.

Baca Juga :  Komisi III DPR Minta Kasus Hogi Minaya di Sleman Dihentikan, Jaksa Setuju

Di sisi lain, Teheran merespons tekanan tersebut dengan nada menantang. Ali Shamkhani selaku penasihat pemimpin tertinggi menegaskan bahwa kapasitas rudal Iran bersifat non-negosiasial. Bahkan, Iran menyatakan kesiapan untuk bertempur jika AS mengerahkan kapal induk tambahan ke Timur Tengah. Trump sendiri berpendapat bahwa kesepakatan yang baik berarti “tanpa senjata nuklir dan tanpa rudal”. Meski demikian, ia belum merinci mekanisme pemaksaan kebijakan tersebut.

Duka Domestik dan Pesan Persatuan Pezeshkian

Ketegangan internasional ini bertepatan dengan peringatan ke-47 Revolusi 1979 di Iran. Presiden Masoud Pezeshkian mengakui adanya “penyesalan besar” atas tindakan keras aparat terhadap pengunjuk rasa. Walaupun ia menyerukan persatuan nasional, teriakan anti-pemerintah masih bergema dari atap rumah warga di Teheran pada malam hari.

Pezeshkian mengeklaim bahwa pemerintahannya siap mendengarkan aspirasi rakyat. Namun, ia justru mengabaikan desakan kelompok reformis untuk membebaskan para pemimpin yang mendekam di sel isolasi. Ketidakkonsistenan ini memperburuk krisis kepercayaan publik. Selain itu, administrasi Trump berencana memperketat sanksi ekonomi jika negosiasi mendatang menemui jalan buntu.

Baca Juga :  Zelenskyy Klaim 90% Tuntutan Terpenuhi, Kremlin Meredam

Gesekan Gaza dan Kontroversi Tepi Barat

Selain masalah Iran, Trump dan Netanyahu turut membahas rencana damai untuk Gaza. Meskipun Trump mengeklaim adanya kemajuan, proses tersebut sebenarnya sedang terhenti. Kebuntuan isu pelucutan senjata Hamas serta jadwal penarikan pasukan Israel menghambat proses tersebut. Pasalnya, terdapat kesenjangan teknis yang besar dalam implementasi di lapangan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perselisihan paling tajam muncul terkait kebijakan tanah di Tepi Barat. Kabinet keamanan Netanyahu baru-baru ini mempermudah pemukim Israel untuk membeli tanah di wilayah pendudukan. Langkah ini memicu kecaman internasional dan penolakan keras dari Trump. Trump menganggap aneksasi Tepi Barat dapat merusak prospek pembentukan negara Palestina merdeka. Keretakan ini menunjukkan bahwa keselarasan politik antara Trump dan Netanyahu kini berada pada tingkat yang sangat kritis.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Guru SD di Jember Diduga Telanjangi 22 Murid karena Uang Rp75 Ribu Hilang
Ojol Dipukuli di Citayam Depok Gara-Gara Klakson, Wajah Korban Bonyok
Rem Diduga Blong, Bus Hantam Gate Tol Waru Utama, 16 Luka
Pramono Anung Larang Gadai KJP Jelang Ramadan, Disdik DKI Perketat Pengawasan
Satpol PP Sisir 6 Kecamatan, 65 PKL Diimbau – Parkir Liar Disikat
Menghadapi Antibiotic Resistance: Pandemi Senyap yang Mengancam Peradaban Medis
Pezeshkian Serukan Persatuan Iran di Tengah Krisis dan Tekanan Nuklir
Tandukan Van Dijk Bawa Kemenangan: Liverpool Akhiri Rekor Kandang Sunderland

Berita Terkait

Kamis, 12 Februari 2026 - 14:12 WIB

Guru SD di Jember Diduga Telanjangi 22 Murid karena Uang Rp75 Ribu Hilang

Kamis, 12 Februari 2026 - 13:57 WIB

Ojol Dipukuli di Citayam Depok Gara-Gara Klakson, Wajah Korban Bonyok

Kamis, 12 Februari 2026 - 13:22 WIB

Rem Diduga Blong, Bus Hantam Gate Tol Waru Utama, 16 Luka

Kamis, 12 Februari 2026 - 13:07 WIB

Pramono Anung Larang Gadai KJP Jelang Ramadan, Disdik DKI Perketat Pengawasan

Kamis, 12 Februari 2026 - 12:47 WIB

Satpol PP Sisir 6 Kecamatan, 65 PKL Diimbau – Parkir Liar Disikat

Berita Terbaru