Pemimpin Eropa Bersatu Tolak Kebijakan America First Donald Trump

Sabtu, 14 Februari 2026 - 13:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Otonomi di tengah tekanan. Kanselir Jerman Friedrich Merz, Presiden Prancis Emmanuel Macron, dan PM Inggris Keir Starmer menyerukan kemandirian pertahanan Eropa guna menghadapi retorika isolasionis Washington. Dok: Human Right Watch.

Otonomi di tengah tekanan. Kanselir Jerman Friedrich Merz, Presiden Prancis Emmanuel Macron, dan PM Inggris Keir Starmer menyerukan kemandirian pertahanan Eropa guna menghadapi retorika isolasionis Washington. Dok: Human Right Watch.

MUNICH, POSNEWS.CO.ID – Konferensi Keamanan Munich tahun ini menjadi panggung konfrontasi antara sekutu Eropa dan Amerika Serikat. Lebih dari 60 pemimpin dunia hadir. Mereka menyaksikan para tokoh utama Benua Biru meluncurkan kritik tajam terhadap kebijakan Donald Trump.

Ketegangan mencapai puncaknya saat Kanselir Jerman Friedrich Merz dan Presiden Prancis Emmanuel Macron menegaskan posisi mereka. Para pemimpin tersebut secara tegas menolak narasi “lemah”. Selama ini, Trump melontarkan ejekan tersebut terhadap negara-negara Eropa.

Jerman Desak Kemitraan yang Setara

Kanselir Friedrich Merz mengambil inisiatif dengan menyerukan pembentukan “kemitraan transatlantik baru”. Dalam momen unik, Merz beralih ke bahasa Inggris untuk menyapa audiens Amerika Serikat.

“NATO bukan hanya keuntungan kompetitif bagi Eropa. Aliansi ini juga menguntungkan bagi Amerika Serikat,” tegas Merz. Ia memperingatkan tantangan di era persaingan kekuatan besar saat ini. Menurutnya, Amerika Serikat tidak akan cukup kuat jika harus berdiri sendiri tanpa sekutu. Merz juga menolak kebijakan tarif dan proteksionisme secara eksplisit. Ia justru menegaskan komitmen Eropa terhadap perjanjian iklim dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Baca Juga :  Tragis! Adik 15 Tahun Bunuh Kakak Kandung Pakai Palu di Kelapa Gading

Macron: Eropa Harus Jadi Kekuatan Geopolitik

Presiden Prancis Emmanuel Macron memberikan pembelaan emosional bagi martabat politik benua tersebut. Ia mengecam fitnah terhadap Eropa. Beberapa pihak sering menyebut benua ini menua, lamban, dan terfragmentasi.

“Eropa adalah konstruksi politik orisinal dari negara-negara berdaulat merdeka,” ujar Macron. Ia menjelaskan keberhasilan Eropa mengubah rivalitas menjadi perdamaian melalui ketergantungan ekonomi. Oleh karena itu, Macron mendesak anggota Uni Eropa untuk menjadi kekuatan geopolitik mandiri. Kawasan ini harus mampu menjaga stabilitas tanpa membiarkan kekuatan eksternal mendikte kebijakan mereka.

“Raksasa Tidur” dari Inggris

Sementara itu, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer akan memberikan pidato tajam pada hari Sabtu. Berdasarkan rilis awal, Starmer melabeli Eropa sebagai “raksasa tidur” dalam urusan pertahanan global.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Starmer mendesak sekutu-sekutunya untuk memikul tanggung jawab lebih besar dalam pembagian beban keamanan. “Otonomi Eropa yang lebih besar bukan berarti pengunduran diri AS,” demikian kutipan pidato Starmer. Ia menyebut langkah ini sebagai jawaban untuk berbagi beban secara penuh. Strategi ini bertujuan memperkuat daya tawar Eropa di hadapan administrasi Trump yang terus menekan anggaran militer NATO.

Baca Juga :  Kanwil KemenHAM DKI Jakarta Kawal Produk Hukum Daerah Agar Selaras dengan Prinsip HAM

Konteks Keretakan Transatlantik

Kenangan atas serangan Wakil Presiden AS JD Vance terhadap kebijakan imigrasi Eropa memengaruhi suasana konferensi tahun ini. Selain itu, retorika Trump mengenai pengambilalihan Greenland memperlebar jurang kepercayaan. Ia juga sering mengejek negara-negara NATO sebagai pihak yang “membusuk”.

Meskipun pemimpin Eropa berupaya memperbaiki hubungan, sinyal dari Munich sangatlah jelas. Eropa sedang bersiap menghadapi skenario dunia baru. Mereka tidak lagi memandang Amerika Serikat sebagai pelindung utama yang bisa diprediksi. Fokus utama kini beralih pada pembangunan kedaulatan militer dan ekonomi yang mandiri untuk masa depan.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kasus Amsal Sitepu Memanas, DPR Minta Kajari Karo Dicopot – Kontroversi Brownies Terungkap
15 Ribu Korban, Dana Rp2,4 T Raib – Dude Herlino Terseret Kasus DSI Angkat Bicara
Eks Karyawan Bobol Depot Air di Pademangan, Gondol Uang dan Motor
Misi Damai di Urumqi: China Mediasi Pakistan dan Afghanistan guna Akhiri Konflik Perbatasan
Gempa M7,6 Bitung Tewaskan 1 Orang, BNPB Minta Daerah Tetapkan Status Darurat
Korban Kebakaran SPBE Cimuning Bekasi Bertambah Jadi 17 Orang, Satu Kritis
Sindikat Bobol Dana BOS Rp942 Juta Dibongkar, Polda Sumsel Tangkap 4 Pelaku
Afrika Selatan Kerahkan Pasukan ke Cape Town Lawan Teror Geng Kriminal

Berita Terkait

Kamis, 2 April 2026 - 20:28 WIB

Kasus Amsal Sitepu Memanas, DPR Minta Kajari Karo Dicopot – Kontroversi Brownies Terungkap

Kamis, 2 April 2026 - 20:13 WIB

15 Ribu Korban, Dana Rp2,4 T Raib – Dude Herlino Terseret Kasus DSI Angkat Bicara

Kamis, 2 April 2026 - 19:53 WIB

Eks Karyawan Bobol Depot Air di Pademangan, Gondol Uang dan Motor

Kamis, 2 April 2026 - 18:40 WIB

Misi Damai di Urumqi: China Mediasi Pakistan dan Afghanistan guna Akhiri Konflik Perbatasan

Kamis, 2 April 2026 - 18:26 WIB

Gempa M7,6 Bitung Tewaskan 1 Orang, BNPB Minta Daerah Tetapkan Status Darurat

Berita Terbaru