Koordinasi Muscat: Iran dan Oman Matangkan Rencana

Selasa, 17 Februari 2026 - 13:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampu hijau untuk Jenewa. Menlu Iran Abbas Araghchi bertemu Menlu Oman di Muscat guna menyelaraskan posisi sebelum menghadapi delegasi Amerika Serikat dalam perundingan nuklir putaran kedua. Dok: Istimewa.

Lampu hijau untuk Jenewa. Menlu Iran Abbas Araghchi bertemu Menlu Oman di Muscat guna menyelaraskan posisi sebelum menghadapi delegasi Amerika Serikat dalam perundingan nuklir putaran kedua. Dok: Istimewa.

MUSCAT, POSNEWS.CO.ID – Momentum diplomasi antara Iran dan Amerika Serikat terus menunjukkan grafik positif. Menlu Iran Seyed Abbas Araghchi menemui Menlu Oman Sayyid Badr bin Hamad Al Busaidi. Mereka melakukan koordinasi akhir sebelum bertolak ke Jenewa.

Kementerian Luar Negeri Oman mengonfirmasi pertemuan tersebut melalui pernyataan resmi di media sosial. Pembicaraan berfokus pada evaluasi pertemuan sebelumnya. Mereka juga menetapkan kerangka kerja untuk perundingan putaran kedua mendatang.

Oman Sebagai Jembatan Kepercayaan

Dalam pertemuan tersebut, kedua diplomat senior tersebut menegaskan komitmen untuk mendorong pemahaman lebih dalam. Alhasil, tujuannya adalah melahirkan kesepakatan yang mampu memuaskan kedua belah pihak secara bermartabat.

Sayyid Badr bin Hamad Al Busaidi menegaskan kembali dukungan penuh Oman terhadap upaya mediasi ini. Ia mengapresiasi langkah Iran dan Amerika Serikat yang mempercayakan Muscat sebagai fasilitator dialog. Oman memiliki posisi unik karena menjaga hubungan baik dengan Teheran maupun Washington secara simultan. Hal ini menjadikannya mediator paling andal di kawasan Timur Tengah.

Baca Juga :  Iran Jawab Tantangan AS: Siagakan 1.000 Drone Strategis

Menuju Meja Runding Jenewa

Perundingan mendatang di Jenewa merupakan kelanjutan dari putaran pertama yang berlangsung sukses di Muscat pada 6 Februari. Meskipun berformat tidak langsung, komunikasi antar-delegasi telah menyentuh poin-poin krusial. Pembahasan mencakup pembatasan nuklir dan pencabutan sanksi ekonomi.

Laporan media Amerika Serikat menyebutkan bahwa Steve Witkoff akan kembali memimpin delegasi Washington. Kehadiran utusan khusus Donald Trump ini menjadi sinyal keseriusan administrasi AS. Mereka sedang mencari solusi pragmatis atas krisis nuklir Iran selama satu dekade terakhir.

Baca Juga :  Perjanjian New START Berakhir, Rusia Hadapi Ancaman Baru

Harapan Akan Kesepakatan yang Adil

Iran berharap pertemuan di Jenewa dapat menghasilkan langkah-langkah konkret. Fokus utamanya adalah memulihkan stabilitas ekonomi nasional mereka. Di sisi lain, komunitas internasional menanti konsesi pengayaan uranium dari Iran. Langkah ini merupakan syarat untuk mendapatkan kembali akses sistem keuangan global.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Melalui koordinasi intensif ini, Iran dan Oman memprioritaskan jalur politik. Mereka ingin meredam ketegangan di kawasan. Dunia kini menanti apakah “semangat Muscat” mampu menghasilkan kesepakatan bersejarah di Swiss minggu depan.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Parkiran Minimarket Jadi Lokasi Transaksi, 18 Kg Ganja Disita Polisi di Duri Kepa
ABK Mengaku Tak Tahu Muatan Narkoba, Pigai: Hukuman Mati Tak Sejalan HAM
Zelenskyy: Ukraina Tidak Kalah dan Tolak Serahkan Donbas
Menko Polkam Atensi Keamanan Papua, Negara Tak Mundur Hadapi Teror Bandara
Ditangkap Saat Sahur, Begal Modus Fitnah Pelecehan Ternyata Sudah 4 Kali Beraksi
Kunjungan Trump ke Beijing: Diplomasi Dagang di Tengah Pukulan Hukum Mahkamah Agung
Ambisi Militer Takaichi: Jepang Akhiri Era Pasifis dan Perkuat Kapabilitas Serangan Balik
Inggris Pertimbangkan UU untuk Hapus Andrew Mountbatten-Windsor dari Garis Suksesi

Berita Terkait

Sabtu, 21 Februari 2026 - 16:10 WIB

Parkiran Minimarket Jadi Lokasi Transaksi, 18 Kg Ganja Disita Polisi di Duri Kepa

Sabtu, 21 Februari 2026 - 15:57 WIB

ABK Mengaku Tak Tahu Muatan Narkoba, Pigai: Hukuman Mati Tak Sejalan HAM

Sabtu, 21 Februari 2026 - 15:37 WIB

Zelenskyy: Ukraina Tidak Kalah dan Tolak Serahkan Donbas

Sabtu, 21 Februari 2026 - 14:52 WIB

Menko Polkam Atensi Keamanan Papua, Negara Tak Mundur Hadapi Teror Bandara

Sabtu, 21 Februari 2026 - 14:39 WIB

Ditangkap Saat Sahur, Begal Modus Fitnah Pelecehan Ternyata Sudah 4 Kali Beraksi

Berita Terbaru

Zelensky sedang memberikan pidato pada konferensi beberapa bulan yang lalu. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Zelenskyy: Ukraina Tidak Kalah dan Tolak Serahkan Donbas

Sabtu, 21 Feb 2026 - 15:37 WIB