MUSCAT, POSNEWS.CO.ID – Momentum diplomasi antara Iran dan Amerika Serikat terus menunjukkan grafik positif. Menlu Iran Seyed Abbas Araghchi menemui Menlu Oman Sayyid Badr bin Hamad Al Busaidi. Mereka melakukan koordinasi akhir sebelum bertolak ke Jenewa.
Kementerian Luar Negeri Oman mengonfirmasi pertemuan tersebut melalui pernyataan resmi di media sosial. Pembicaraan berfokus pada evaluasi pertemuan sebelumnya. Mereka juga menetapkan kerangka kerja untuk perundingan putaran kedua mendatang.
Oman Sebagai Jembatan Kepercayaan
Dalam pertemuan tersebut, kedua diplomat senior tersebut menegaskan komitmen untuk mendorong pemahaman lebih dalam. Alhasil, tujuannya adalah melahirkan kesepakatan yang mampu memuaskan kedua belah pihak secara bermartabat.
Sayyid Badr bin Hamad Al Busaidi menegaskan kembali dukungan penuh Oman terhadap upaya mediasi ini. Ia mengapresiasi langkah Iran dan Amerika Serikat yang mempercayakan Muscat sebagai fasilitator dialog. Oman memiliki posisi unik karena menjaga hubungan baik dengan Teheran maupun Washington secara simultan. Hal ini menjadikannya mediator paling andal di kawasan Timur Tengah.
Menuju Meja Runding Jenewa
Perundingan mendatang di Jenewa merupakan kelanjutan dari putaran pertama yang berlangsung sukses di Muscat pada 6 Februari. Meskipun berformat tidak langsung, komunikasi antar-delegasi telah menyentuh poin-poin krusial. Pembahasan mencakup pembatasan nuklir dan pencabutan sanksi ekonomi.
Laporan media Amerika Serikat menyebutkan bahwa Steve Witkoff akan kembali memimpin delegasi Washington. Kehadiran utusan khusus Donald Trump ini menjadi sinyal keseriusan administrasi AS. Mereka sedang mencari solusi pragmatis atas krisis nuklir Iran selama satu dekade terakhir.
Harapan Akan Kesepakatan yang Adil
Iran berharap pertemuan di Jenewa dapat menghasilkan langkah-langkah konkret. Fokus utamanya adalah memulihkan stabilitas ekonomi nasional mereka. Di sisi lain, komunitas internasional menanti konsesi pengayaan uranium dari Iran. Langkah ini merupakan syarat untuk mendapatkan kembali akses sistem keuangan global.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Melalui koordinasi intensif ini, Iran dan Oman memprioritaskan jalur politik. Mereka ingin meredam ketegangan di kawasan. Dunia kini menanti apakah “semangat Muscat” mampu menghasilkan kesepakatan bersejarah di Swiss minggu depan.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia





















