Tantang Kebijakan Trump: Kanselir Friedrich Merz Cari Mitra Strategis di Tiongkok

Kamis, 19 Februari 2026 - 13:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menata ulang aliansi ekonomi. Kanselir Jerman Friedrich Merz bersiap mengunjungi Tiongkok guna memperkuat kerja sama strategis, sembari memperingatkan bahwa Eropa siap membela diri terhadap tekanan tarif dari Amerika Serikat. Dok: Istimewa.

Menata ulang aliansi ekonomi. Kanselir Jerman Friedrich Merz bersiap mengunjungi Tiongkok guna memperkuat kerja sama strategis, sembari memperingatkan bahwa Eropa siap membela diri terhadap tekanan tarif dari Amerika Serikat. Dok: Istimewa.

PASSAU, POSNEWS.CO.ID – Kanselir Jerman Friedrich Merz mengirimkan sinyal diplomatik yang kuat kepada Washington dalam acara Rabu Abu di Passau, Bavaria. Merz menyatakan bahwa Jerman memiliki kepentingan strategis untuk mencari mitra baru di panggung dunia, terutama Tiongkok, guna menjaga kemakmuran nasional.

Rencana kunjungan ke Beijing pada pekan depan ini menandai upaya Berlin untuk menyeimbangkan hubungan di tengah ketidakpastian global. Oleh karena itu, Merz menekankan pentingnya bekerja sama dengan negara-negara yang siap membentuk masa depan bersama demi tingkat keamanan sosial yang tinggi.

Pemisahan Kebijakan Luar Negeri dan Ekonomi Berakhir

Dalam pidatonya, Merz menggarisbawahi perubahan paradigma dalam pemerintahan Jerman saat ini. Menurutnya, era di mana kebijakan luar negeri dan kebijakan ekonomi berjalan sendiri-sendiri telah berakhir.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jika Amerika meyakini bahwa mereka harus menggunakan kebijakan tarif untuk memberikan pengaruh di seluruh dunia, maka itu adalah keputusan mereka,” ujar Merz. Namun demikian, ia secara tegas menyatakan bahwa pendekatan tersebut bukanlah kebijakan Jerman. Merz menilai ketergantungan pada tarif justru berisiko merusak hubungan antar-sekutu dan memperparah kondisi ekonomi Jerman yang sedang berjuang untuk pulih.

Baca Juga :  Paradoks Radikalisme: Ideologi Supremasi Kulit Putih Menjerat Remaja

Eropa Siap Membela Diri

Presiden Donald Trump terus mendorong kebijakan tarif yang menguji ketahanan aliansi transatlantik. Alhasil, hal ini meningkatkan risiko kerusakan lebih lanjut pada ekspor Jerman yang menjadi tulang punggung ekonomi Eropa.

Menanggapi tekanan tersebut, Merz mengingatkan Washington agar tidak bertindak berlebihan. Ia merujuk pada kekompakan Eropa saat menghadapi insiden diplomatik terkait Greenland baru-baru ini sebagai bukti bahwa Benua Biru bisa bertindak serentak. “Kita mampu membela diri jika diperlukan,” tegas Merz. Ia memperingatkan bahwa Uni Eropa tidak akan ragu untuk memberikan respons balasan jika Washington kembali menaikkan tarif secara sepihak.

Baca Juga :  Thailand Bantah Gencatan Senjata: Perang Lanjut Meski Trump Klaim Damai Tercapai

“Strategi Ganda” Jerman

Merz memperkenalkan apa yang ia sebut sebagai “strategi ganda” dalam menavigasi tatanan dunia baru. Pertama, Jerman akan tetap mengulurkan tangan untuk membangun kembali kemitraan yang sehat dengan Amerika Serikat kapan saja.

Selanjutnya, pilar kedua dari strategi ini adalah memperkuat kohesi dan persatuan di dalam Uni Eropa. Fokus utamanya adalah memastikan bahwa tidak ada kekuatan eksternal yang dapat mendikte hal-hal yang tidak diinginkan oleh warga Eropa. Melalui kerja sama strategis dengan ekonomi terbesar kedua di dunia, Tiongkok, Merz berharap Jerman dapat mempertahankan posisinya sebagai kekuatan ekonomi yang mandiri dan berdaulat di tengah persaingan raksasa global.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Xi Jinping dan Kim Jong Un Sepakati Strategis Baru
Pelaku Curi HP Saat Pintu Rumah Terbuka di Kembangan Ditangkap Polisi
Siri Bertenaga AI Meluncur: Kado Perpisahan Tim Cook
Aksi Tolak Kenaikan BBM di Jakarta Pusat Disorot, Potensi Gejolak Politik Menguat
Sam Altman dan Bernie Sanders Bahas Kemitraan Sipil
Uni Eropa Paksa Meta Buka Akses WhatsApp untuk ChatGPT
Viral Pelajar Dibacok di Palmerah Jakarta Barat, Korban Alami 7 Jahitan
Takaichi dan Anwar Ibrahim Sepakati Kemitraan Energi Baru

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 10:29 WIB

Xi Jinping dan Kim Jong Un Sepakati Strategis Baru

Kamis, 11 Juni 2026 - 09:37 WIB

Pelaku Curi HP Saat Pintu Rumah Terbuka di Kembangan Ditangkap Polisi

Kamis, 11 Juni 2026 - 09:25 WIB

Siri Bertenaga AI Meluncur: Kado Perpisahan Tim Cook

Kamis, 11 Juni 2026 - 08:38 WIB

Aksi Tolak Kenaikan BBM di Jakarta Pusat Disorot, Potensi Gejolak Politik Menguat

Kamis, 11 Juni 2026 - 08:20 WIB

Sam Altman dan Bernie Sanders Bahas Kemitraan Sipil

Berita Terbaru

Konsolidasi aliansi di Asia Timur. Presiden Tiongkok Xi Jinping memulai kunjungan kenegaraan ke Pyongyang guna mempererat kemitraan taktis di tengah kebuntuan negosiasi nuklir dengan AS. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Xi Jinping dan Kim Jong Un Sepakati Strategis Baru

Kamis, 11 Jun 2026 - 10:29 WIB

Era baru kecerdasan buatan Apple. Apple meluncurkan asisten Siri bertenaga AI yang berkolaborasi dengan Google Gemini di tengah masa transisi kepemimpinan John Ternus. Dok: (AP Photo/Noah Berger)

TEKNOLOGI

Siri Bertenaga AI Meluncur: Kado Perpisahan Tim Cook

Kamis, 11 Jun 2026 - 09:25 WIB

Fusi tidak biasa di panggung politik Washington. Sam Altman dan Bernie Sanders berdiskusi mengenai pembentukan dana kekayaan publik melalui kepemilikan saham di perusahaan AI. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Sam Altman dan Bernie Sanders Bahas Kemitraan Sipil

Kamis, 11 Jun 2026 - 08:20 WIB