PASSAU, POSNEWS.CO.ID – Kanselir Jerman Friedrich Merz mengirimkan sinyal diplomatik yang kuat kepada Washington dalam acara Rabu Abu di Passau, Bavaria. Merz menyatakan bahwa Jerman memiliki kepentingan strategis untuk mencari mitra baru di panggung dunia, terutama Tiongkok, guna menjaga kemakmuran nasional.
Rencana kunjungan ke Beijing pada pekan depan ini menandai upaya Berlin untuk menyeimbangkan hubungan di tengah ketidakpastian global. Oleh karena itu, Merz menekankan pentingnya bekerja sama dengan negara-negara yang siap membentuk masa depan bersama demi tingkat keamanan sosial yang tinggi.
Pemisahan Kebijakan Luar Negeri dan Ekonomi Berakhir
Dalam pidatonya, Merz menggarisbawahi perubahan paradigma dalam pemerintahan Jerman saat ini. Menurutnya, era di mana kebijakan luar negeri dan kebijakan ekonomi berjalan sendiri-sendiri telah berakhir.
“Jika Amerika meyakini bahwa mereka harus menggunakan kebijakan tarif untuk memberikan pengaruh di seluruh dunia, maka itu adalah keputusan mereka,” ujar Merz. Namun demikian, ia secara tegas menyatakan bahwa pendekatan tersebut bukanlah kebijakan Jerman. Merz menilai ketergantungan pada tarif justru berisiko merusak hubungan antar-sekutu dan memperparah kondisi ekonomi Jerman yang sedang berjuang untuk pulih.
Eropa Siap Membela Diri
Presiden Donald Trump terus mendorong kebijakan tarif yang menguji ketahanan aliansi transatlantik. Alhasil, hal ini meningkatkan risiko kerusakan lebih lanjut pada ekspor Jerman yang menjadi tulang punggung ekonomi Eropa.
Menanggapi tekanan tersebut, Merz mengingatkan Washington agar tidak bertindak berlebihan. Ia merujuk pada kekompakan Eropa saat menghadapi insiden diplomatik terkait Greenland baru-baru ini sebagai bukti bahwa Benua Biru bisa bertindak serentak. “Kita mampu membela diri jika diperlukan,” tegas Merz. Ia memperingatkan bahwa Uni Eropa tidak akan ragu untuk memberikan respons balasan jika Washington kembali menaikkan tarif secara sepihak.
“Strategi Ganda” Jerman
Merz memperkenalkan apa yang ia sebut sebagai “strategi ganda” dalam menavigasi tatanan dunia baru. Pertama, Jerman akan tetap mengulurkan tangan untuk membangun kembali kemitraan yang sehat dengan Amerika Serikat kapan saja.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selanjutnya, pilar kedua dari strategi ini adalah memperkuat kohesi dan persatuan di dalam Uni Eropa. Fokus utamanya adalah memastikan bahwa tidak ada kekuatan eksternal yang dapat mendikte hal-hal yang tidak diinginkan oleh warga Eropa. Melalui kerja sama strategis dengan ekonomi terbesar kedua di dunia, Tiongkok, Merz berharap Jerman dapat mempertahankan posisinya sebagai kekuatan ekonomi yang mandiri dan berdaulat di tengah persaingan raksasa global.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia





















