POSNEWS.CO.ID – Bulan Ramadan sering kali menjadi ujian bagi ketahanan finansial seseorang. Meskipun frekuensi makan berkurang, realita di lapangan justru menunjukkan pola konsumsi yang sering kali membengkak dibandingkan bulan-bulan biasa.
Fenomena ini biasanya dipicu oleh kenaikan harga bahan pokok serta tingginya anggaran untuk kegiatan sosial. Oleh karena itu, strategi pengaturan keuangan yang ketat sangat pemerintah anjurkan agar ibadah tetap tenang tanpa bayang-bayang defisit saldo di akhir bulan.
1. Membuat Anggaran Khusus Ramadan
Langkah pertama dalam menjaga kesehatan finansial adalah menyusun pos anggaran yang detail. Anda tidak bisa menggunakan pola pengeluaran bulan biasa untuk diterapkan pada bulan Ramadan.
Beberapa langkah krusial dalam menyusun anggaran meliputi:
- Pemisahan Dana Sahur dan Buka: Alokasikan dana untuk belanja bahan masakan rumah tangga secara mingguan.
- Dana Darurat Ramadan: Siapkan dana tambahan untuk kenaikan harga pangan yang tidak terduga di pasar.
- Batasan Dana Hiburan: Tetapkan jumlah maksimal yang boleh Anda keluarkan untuk kegiatan di luar rumah.
Dengan menetapkan batas ini, Anda secara sadar mengontrol aliran uang keluar dan mencegah perilaku konsumtif yang impulsif saat berbelanja menu takjil.
2. Tips Memilih Agenda ‘Buka Bersama’ yang Prioritas
Undangan Buka Bersama atau Bukber sering kali menjadi “lubang hitam” bagi keuangan pribadi. Meskipun tujuannya adalah menyambung silaturahmi, hadir di setiap undangan tanpa seleksi akan sangat memberatkan dompet.
Terapkan prinsip selektivitas melalui langkah berikut:
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
- Tentukan Skala Prioritas: Dahulukan undangan dari keluarga inti atau lingkaran pertemanan yang paling dekat.
- Tinjau Lokasi dan Biaya: Pilihlah tempat yang menawarkan paket Ramadan ekonomis namun tetap berkualitas.
- Batasi Frekuensi: Tetapkan aturan pribadi, misalnya maksimal dua kali Bukber dalam seminggu.
Selain itu, jangan ragu untuk menolak secara sopan jika anggaran sudah mencapai batas maksimal. Pasalnya, silaturahmi yang tulus tidak harus selalu dilakukan di restoran mahal.
3. Alokasi Zakat dan Kebutuhan Lebaran Sejak Dini
Sering kali masyarakat terjebak dalam euforia belanja baju baru sehingga melupakan kewajiban utama. Oleh sebab itu, Anda wajib menyisihkan dana zakat fitrah maupun zakat mal segera setelah menerima gaji atau pendapatan di awal bulan.
Selanjutnya, mulailah mengalokasikan dana untuk kebutuhan Lebaran seperti mudik dan bingkisan (hamper) sejak jauh-jauh hari. Jangan menunggu hingga minggu terakhir karena harga transportasi dan barang biasanya melonjak tajam menjelang hari raya.
Sebagai strategi tambahan, manfaatkan diskon belanja kebutuhan pokok di awal Ramadan guna menghindari lonjakan harga saat puncak permintaan. Dengan demikian, Anda dapat mengoptimalkan penggunaan THR (Tunjangan Hari Raya) sebagai tabungan atau investasi di masa depan, bukan sekadar untuk konsumsi sesaat.
Disiplin Adalah Kunci
Keberhasilan mengatur keuangan di bulan Ramadan sangat bergantung pada konsistensi individu. Perencanaan yang rapi akan menjadi sia-sia jika tidak dibarengi dengan pengendalian diri yang kuat. Pada akhirnya, kematangan finansial selama Ramadan akan memberikan kelegaan saat menyambut hari kemenangan dengan hati yang bersih dan dompet yang tetap stabil.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia





















