Strategi Mengatur Keuangan di Bulan Ramadan, Tetap Hemat Meski Banyak Undangan Bukber

Kamis, 19 Februari 2026 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Jokowi menghadiri acara buka bersama yang diadakan oleh Partai Nasdem. Tampak duduk satu meja bersama Surya Paloh dan Puan Maharani.

Jokowi menghadiri acara buka bersama yang diadakan oleh Partai Nasdem. Tampak duduk satu meja bersama Surya Paloh dan Puan Maharani.

POSNEWS.CO.ID – Bulan Ramadan sering kali menjadi ujian bagi ketahanan finansial seseorang. Meskipun frekuensi makan berkurang, realita di lapangan justru menunjukkan pola konsumsi yang sering kali membengkak dibandingkan bulan-bulan biasa.

Fenomena ini biasanya dipicu oleh kenaikan harga bahan pokok serta tingginya anggaran untuk kegiatan sosial. Oleh karena itu, strategi pengaturan keuangan yang ketat sangat pemerintah anjurkan agar ibadah tetap tenang tanpa bayang-bayang defisit saldo di akhir bulan.

1. Membuat Anggaran Khusus Ramadan

Langkah pertama dalam menjaga kesehatan finansial adalah menyusun pos anggaran yang detail. Anda tidak bisa menggunakan pola pengeluaran bulan biasa untuk diterapkan pada bulan Ramadan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Beberapa langkah krusial dalam menyusun anggaran meliputi:

  • Pemisahan Dana Sahur dan Buka: Alokasikan dana untuk belanja bahan masakan rumah tangga secara mingguan.
  • Dana Darurat Ramadan: Siapkan dana tambahan untuk kenaikan harga pangan yang tidak terduga di pasar.
  • Batasan Dana Hiburan: Tetapkan jumlah maksimal yang boleh Anda keluarkan untuk kegiatan di luar rumah.
Baca Juga :  Valentine 2026: Mengapa Experience Gift Kini Lebih Populer?

Dengan menetapkan batas ini, Anda secara sadar mengontrol aliran uang keluar dan mencegah perilaku konsumtif yang impulsif saat berbelanja menu takjil.

2. Tips Memilih Agenda ‘Buka Bersama’ yang Prioritas

Undangan Buka Bersama atau Bukber sering kali menjadi “lubang hitam” bagi keuangan pribadi. Meskipun tujuannya adalah menyambung silaturahmi, hadir di setiap undangan tanpa seleksi akan sangat memberatkan dompet.

Terapkan prinsip selektivitas melalui langkah berikut:

  • Tentukan Skala Prioritas: Dahulukan undangan dari keluarga inti atau lingkaran pertemanan yang paling dekat.
  • Tinjau Lokasi dan Biaya: Pilihlah tempat yang menawarkan paket Ramadan ekonomis namun tetap berkualitas.
  • Batasi Frekuensi: Tetapkan aturan pribadi, misalnya maksimal dua kali Bukber dalam seminggu.

Selain itu, jangan ragu untuk menolak secara sopan jika anggaran sudah mencapai batas maksimal. Pasalnya, silaturahmi yang tulus tidak harus selalu dilakukan di restoran mahal.

3. Alokasi Zakat dan Kebutuhan Lebaran Sejak Dini

Sering kali masyarakat terjebak dalam euforia belanja baju baru sehingga melupakan kewajiban utama. Oleh sebab itu, Anda wajib menyisihkan dana zakat fitrah maupun zakat mal segera setelah menerima gaji atau pendapatan di awal bulan.

Baca Juga :  Matinya Museum, Kebangkitan Seni Imersif dan Instagrammable

Selanjutnya, mulailah mengalokasikan dana untuk kebutuhan Lebaran seperti mudik dan bingkisan (hamper) sejak jauh-jauh hari. Jangan menunggu hingga minggu terakhir karena harga transportasi dan barang biasanya melonjak tajam menjelang hari raya.

Sebagai strategi tambahan, manfaatkan diskon belanja kebutuhan pokok di awal Ramadan guna menghindari lonjakan harga saat puncak permintaan. Dengan demikian, Anda dapat mengoptimalkan penggunaan THR (Tunjangan Hari Raya) sebagai tabungan atau investasi di masa depan, bukan sekadar untuk konsumsi sesaat.

Disiplin Adalah Kunci

Keberhasilan mengatur keuangan di bulan Ramadan sangat bergantung pada konsistensi individu. Perencanaan yang rapi akan menjadi sia-sia jika tidak dibarengi dengan pengendalian diri yang kuat. Pada akhirnya, kematangan finansial selama Ramadan akan memberikan kelegaan saat menyambut hari kemenangan dengan hati yang bersih dan dompet yang tetap stabil.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Serangan Infrastruktur AS-Iran Picu Ancaman Perang
Trump Ancam Kanada dengan Tarif Baru Akibat Asap
Tarumajaya Bekasi Penuhi Sampah dan Genangan, Warga Desak Dedi Mulyadi Bertindak
Polisi Ringkus Pemotor Ninja RR yang Tampar Pengendara di Jagakarsa
Sumur Minyak Tradisional Meledak di Aceh Timur, Kobaran Api Masih Berkobar
Kapal Mati Mesin di Perairan Pulau Pari, Gulkarmat Evakuasi 150 Penumpang
Home Industry Vape THC di Bali Terbongkar, Omzet Diduga Capai Rp300 Miliar
TPA Jatiwaringin Tangerang Terbakar 15 Hektare, BNPB: 40 Persen Api Sudah Padam

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 20:17 WIB

Serangan Infrastruktur AS-Iran Picu Ancaman Perang

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:13 WIB

Trump Ancam Kanada dengan Tarif Baru Akibat Asap

Selasa, 7 Juli 2026 - 21:55 WIB

Tarumajaya Bekasi Penuhi Sampah dan Genangan, Warga Desak Dedi Mulyadi Bertindak

Senin, 6 Juli 2026 - 05:24 WIB

Polisi Ringkus Pemotor Ninja RR yang Tampar Pengendara di Jagakarsa

Minggu, 5 Juli 2026 - 20:09 WIB

Sumur Minyak Tradisional Meledak di Aceh Timur, Kobaran Api Masih Berkobar

Berita Terbaru

Sinyal kenaikan harga gawai global. Raksasa semikonduktor TSMC merencanakan kenaikan tarif produksi chip untuk seluruh pelanggan mulai 2027. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

TSMC Siap Naikkan Biaya Produksi Chip Hingga 10 Persen

Kamis, 23 Jul 2026 - 14:17 WIB

Dok: Dokter Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa. (Posnews/Ist)

NASIONAL

Polemik Ijazah Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Belum Berakhir

Kamis, 23 Jul 2026 - 14:13 WIB

Antrean panjang truk kontainer memicu kemacetan parah di kawasan Cakung-Cilincing Jakarta. (Posnews/NU)

JABODETABEK

Jalan Cakung-Cilincing Macet Parah, Ini Langkah Dishub DKI

Kamis, 23 Jul 2026 - 14:05 WIB