OTTAWA, POSNEWS.CO.ID – Pemerintah Kanada mengambil tindakan tegas terhadap raksasa teknologi asal Amerika Serikat, OpenAI. Menteri Kecerdasan Buatan Kanada, Evan Solomon, secara resmi memanggil jajaran pimpinan senior perusahaan tersebut ke Ottawa pada hari Senin (23/2/2026).
Pemanggilan ini bertujuan untuk mendapatkan penjelasan mengenai alasan OpenAI tidak melaporkan aktivitas daring mencurigakan dari seorang individu yang kemudian melakukan aksi pembantaian. Oleh karena itu, pertemuan yang dijadwalkan berlangsung pada hari Selasa ini akan fokus pada evaluasi total protokol keamanan dan tanggung jawab sosial perusahaan AI.
Kegagalan Deteksi Dini dan Pemblokiran Akun
OpenAI mengonfirmasi bahwa sistem pendeteksi penyalahgunaan mereka telah mengidentifikasi akun ChatGPT milik Jesse Van Rootselaar (18) pada Juni 2025. Van Rootselaar merupakan pelaku penembakan massal yang membunuh ibu, saudara laki-lakinya, serta enam orang lainnya di Tumbler Ridge Secondary School pada 10 Februari lalu.
Pihak perusahaan mengakui bahwa akun tersebut teridentifikasi melalui proses investigasi yang mencari penggunaan terkait aktivitas kekerasan. Namun demikian, OpenAI hanya melakukan pemblokiran akun tanpa memberikan informasi kepada pihak Kepolisian Kanada (RCMP) saat itu. Keputusan tersebut menuai kritik tajam karena dinilai membuang kesempatan untuk melakukan intervensi dini.
Perdebatan “Ambang Batas” Pelaporan
Menteri Evan Solomon melabeli keputusan OpenAI sebagai tindakan yang “sangat mengganggu”. Menurutnya, perusahaan teknologi harus memiliki kewajiban moral dan hukum untuk melaporkan potensi ancaman terhadap keselamatan publik secara tepat waktu.
Di sisi lain, OpenAI memberikan pembelaan bahwa mereka menggunakan “ambang batas yang sangat tinggi” dalam memutuskan keterlibatan penegak hukum. Perusahaan berargumen bahwa pada Juni 2025, penggunaan ChatGPT oleh Van Rootselaar tidak menunjukkan perencanaan serangan yang kredibel atau mendesak. “Pikiran kami menyertai semua pihak yang terdampak oleh tragedi Tumbler Ridge,” tulis OpenAI dalam pernyataan resminya. Mereka baru menghubungi RCMP secara proaktif setelah pembantaian terjadi guna mendukung penyelidikan yang sedang berjalan.
Dampak bagi Regulasi AI dan Keamanan Nasional
Tragedi ini mengguncang masyarakat Kanada karena penembakan massal merupakan peristiwa yang sangat jarang terjadi di negara dengan hukum senjata yang ketat tersebut. Jesse Van Rootselaar, seorang wanita transgender dengan riwayat gangguan kesehatan mental, tewas di lokasi kejadian akibat luka tembak yang ia timbulkan sendiri.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebagai tindak lanjut, Evan Solomon menegaskan bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam. Ottawa kini sedang mengkaji berbagai opsi, termasuk kemungkinan pengesahan undang-undang baru untuk mengatur penggunaan dan tanggung jawab platform kecerdasan buatan. Langkah ini bertujuan untuk memastikan bahwa algoritma AI tidak hanya berfungsi sebagai alat produktivitas, tetapi juga sebagai garda depan yang mampu mencegah aksi kekerasan di masa depan.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia





















