SYDNEY, POSNEWS.CO.ID – Hakim Pengadilan Federal Australia menjatuhkan denda sebesar A$650.000 kepada X Corp pada Kamis (7/5/2026). Perusahaan media sosial milik Elon Musk ini gagal memberikan data penting mengenai penanganan konten eksploitasi seksual anak kepada regulator.
Selain itu, hakim Michael Wheelahan memerintahkan raksasa teknologi asal Texas tersebut untuk membayar biaya pengadilan Komisioner eSafety, Julie Inman Grant, sebesar A$100.000. Perusahaan harus melunasi biaya tersebut dalam waktu 45 hari.
Akhir dari Sengketa Hukum Tiga Tahun
Putusan ini mengakhiri pertempuran hukum selama tiga tahun. Sebelumnya, X Corp sempat berargumen bahwa mereka tidak memiliki kewajiban untuk menjawab pertanyaan dari otoritas eSafety.
Kemudian, pihak perusahaan mengakui pelanggaran terhadap Undang-Undang Keamanan Daring (Online Safety Act) Australia. Pengacara perusahaan, Christopher Tran, menjelaskan bahwa X Corp gagal menyediakan laporan lengkap. Laporan tersebut seharusnya menjawab pertanyaan transparan dari eSafety yang terbit pada 22 Februari 2023. Oleh karena itu, X Corp wajib memberikan jawaban tersebut paling lambat tanggal 29 Maret pada tahun itu.
Transisi Perusahaan dan Tanggung Jawab
Kuasa hukum X Corp, Perry Herzfeld, beralasan bahwa periode tersebut merupakan masa transisi bagi perusahaan. Ia merujuk pada momen saat Elon Musk mengambil alih operasional Twitter. Namun, pengacara eSafety menolak argumen tersebut.
“Jumlah denda ini cukup besar untuk memastikan X Corp tidak menganggap pelanggaran sebagai sekadar biaya operasional,” tegas Tran di ruang sidang. Dengan demikian, kedua belah pihak menyetujui besaran denda tersebut sebagai tindakan yang proporsional bagi perusahaan sebesar X Corp.
Mengapa Transparansi Sangat Penting?
Komisioner eSafety, Julie Inman Grant, menekankan bahwa transparansi perusahaan teknologi menjadi syarat mutlak untuk melindungi publik. Ia menjelaskan bahwa upaya mereka bertujuan untuk memantau sejauh mana perusahaan raksasa mematuhi standar keselamatan daring.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ini merupakan bagian kunci dari pekerjaan kami sebagai regulator,” ujar Inman Grant dalam pernyataan resminya. Selain itu, laporan tersebut memberikan informasi berharga bagi publik Australia mengenai langkah perusahaan dalam memberantas konten paling berbahaya di platform mereka.
Pesan Tegas bagi Raksasa Teknologi
Vonis ini memberikan sinyal tegas kepada seluruh perusahaan teknologi yang beroperasi di Australia. Singkatnya, pemerintah tidak akan menoleransi perusahaan yang mengabaikan regulasi keselamatan anak.
Dengan demikian, masyarakat kini memantau apakah denda ini akan mendorong X Corp untuk lebih kooperatif dalam menjaga ekosistem digital. Di tahun 2026 ini, setiap perusahaan teknologi harus memprioritaskan keamanan pengguna, terutama anak-anak, di atas segala kepentingan bisnis lainnya.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia












