Krisis Ganti Rugi $130 Miliar: Pengadilan AS Tolak Permohonan Trump

Selasa, 3 Maret 2026 - 12:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

AS kembali menyerang Iran, menewaskan empat orang dalam serangan yang mengenai pesta pernikahan, sementara Trump ancam balasan lebih besar dan harga minyak dunia melonjak. Dok: Istimewa.

AS kembali menyerang Iran, menewaskan empat orang dalam serangan yang mengenai pesta pernikahan, sementara Trump ancam balasan lebih besar dan harga minyak dunia melonjak. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Upaya pemerintah Amerika Serikat untuk menunda kewajiban pengembalian dana tarif impor menghadapi kegagalan di meja hijau. Pengadilan banding federal secara resmi menolak permintaan administrasi Donald Trump guna menangguhkan proses hukum tersebut selama empat bulan.

Keputusan ini muncul hanya berselang satu bulan setelah Mahkamah Agung (SCOTUS) memberikan pukulan telak terhadap kebijakan ekonomi utama Trump. Hakim Mahkamah Agung membatalkan tarif global tersebut karena dianggap inkonstitusional. Oleh karena itu, penolakan pengadilan banding pada Senin membuka jalan bagi pertempuran hukum yang kompleks di pengadilan tingkat bawah.

Beban Fiskal $130 Miliar dan Perlawanan UMKM

Pertaruhan finansial dalam kasus ini sangatlah fantastis. Hingga akhir tahun 2025, kebijakan tarif yang kini petugas nilai ilegal tersebut telah menyetorkan dana lebih dari $130 miliar ke kas negara.

Sekelompok pelaku usaha kecil mengecam upaya penundaan yang pemerintah ajukan sebagai langkah yang “sama sekali tidak masuk akal”. Mereka berargumen bahwa pengadilan tidak seharusnya memberikan kelonggaran yang sudah jelas Mahkamah Agung anggap tidak pantas. Alhasil, pengadilan banding federal mencabut penghentian sementara kasus ini dan mengembalikannya ke Pengadilan Perdagangan Internasional AS guna pemrosesan ganti rugi.

Raksasa Korporasi Menuntut Hak

Daftar entitas yang menuntut pengembalian uang terus bertambah panjang. Lembaga Liberty Justice Center memperkirakan bahwa lebih dari 900 klaim ganti rugi telah masuk ke pengadilan federal.

Beberapa nama besar yang terlibat dalam gugatan ini antara lain:

  • FedEx: Raksasa logistik dan pengiriman ini resmi mendaftarkan gugatannya bulan lalu.
  • Costco: Jaringan ritel gudang ini sudah mulai menantang legalitas tarif bahkan sebelum putusan Mahkamah Agung keluar.
  • Dyson dan L’Oreal: Produsen peralatan rumah tangga dan raksasa kosmetik ini juga menyusul langkah hukum guna menuntut pengembalian dana.
Baca Juga :  Cuaca Jabodetabek Hari Ini Cerah Berawan, Suhu Udara Capai 34 Derajat Celsius

Analis hukum memperkirakan total terdapat lebih dari 1.000 entitas korporasi yang kini bersatu dalam perjuangan menuntut pembayaran kembali dari pemerintah federal.

Strategi “Jalan Pintas” Donald Trump

Meskipun menghadapi rentetan kekalahan hukum, Presiden Donald Trump tidak menunjukkan tanda-tanda akan melunakkan kebijakan perdagangannya. Setelah Mahkamah Agung membatalkan tarif berbasis IEEPA, Trump segera beralih menggunakan landasan hukum yang berbeda.

Ia kini memberlakukan bea masuk baru sebesar 10 persen terhadap impor global. Bahkan, Trump memberikan ancaman secara terbuka untuk menaikkan tarif tersebut hingga ke level 15 persen dalam waktu dekat. Para pendukung hak-hak sipil menyindir sikap pemerintah yang selama ini mengeklaim bahwa pelaku bisnis tidak akan mengalami kerugian permanen karena dana bisa dikembalikan. Pasalnya, saat waktu pengembalian tiba, pemerintah justru mencoba mengulur waktu secara sistematis. Pertarungan hukum ini petugas prediksi akan menjadi beban fiskal dan politik yang berat bagi administrasi Trump sepanjang tahun 2026.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemerintah Inggris Gandakan Waktu Tunggu Izin Tinggal
Donald Trump Fokus Renovasi Kolam Menjelang Pemilu
Mahkamah Agung AS Menolak Gugatan Pemerintah Trump
Korea Utara Bantah Tuduhan Amerika Serikat Terkait Pencurian
Presiden Pengadilan Internasional Merespons Sanksi
Ribuan Warga India Protes Kebijakan Penghapusan Daftar Pemilih
PM Kanada Dan Presiden AS Bahas Kesepakatan Perdagangan
Polisi Israel Bebaskan Tersangka Suap Pemilih, Upaya Likud

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 15:00 WIB

Pemerintah Inggris Gandakan Waktu Tunggu Izin Tinggal

Kamis, 5 November 2026 - 14:52 WIB

Donald Trump Fokus Renovasi Kolam Menjelang Pemilu

Kamis, 5 November 2026 - 13:49 WIB

Mahkamah Agung AS Menolak Gugatan Pemerintah Trump

Kamis, 5 November 2026 - 13:41 WIB

Korea Utara Bantah Tuduhan Amerika Serikat Terkait Pencurian

Kamis, 5 November 2026 - 10:38 WIB

Presiden Pengadilan Internasional Merespons Sanksi

Berita Terbaru

Kapolda Metro Jaya Dadang Hartanto menandatangani kerja sama dengan dua perusahaan untuk membuka peluang kerja melalui program POLIRAN. (Posnews/Humas PMJ)

JABODETABEK

POLIRAN Buka Jalan Kerja bagi Warga Jakarta

Kamis, 5 Nov 2026 - 22:00 WIB

Kapolri Suyudi Ario Seto bersama Dirjen Imigrasi saat meluncurkan aplikasi I-GHAS 24/7 di Mabes Polri. (Posnews/Humas Polri)

NASIONAL

I-GHAS 24/7, Sistem Baru Polri Deteksi Buronan Internasional

Kamis, 5 Nov 2026 - 21:41 WIB

Ilustrasi, Penyadapan. (Magnific)

NASIONAL

Viral 64 Nama Diduga Disadap, Benarkah Sudah Terverifikasi?

Kamis, 5 Nov 2026 - 17:23 WIB