Modernisasi di Tengah Ketegangan: Tiongkok Tingkatkan Anggaran Pertahanan 7 Persen pada 2026

Kamis, 5 Maret 2026 - 16:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ambisi militer Beijing. Tiongkok meningkatkan anggaran pertahanan sebesar 7 persen guna mempercepat modernisasi pasukan dan kesiapan tempur, sembari mempertegas posisi keras terhadap kemerdekaan Taiwan. Dok: Istimewa.

Ambisi militer Beijing. Tiongkok meningkatkan anggaran pertahanan sebesar 7 persen guna mempercepat modernisasi pasukan dan kesiapan tempur, sembari mempertegas posisi keras terhadap kemerdekaan Taiwan. Dok: Istimewa.

BEIJING, POSNEWS.CO.ID – Tiongkok resmi meningkatkan belanja militernya sebesar 7 persen pada tahun 2026. Kebijakan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan regional dan upaya sistematis Beijing untuk memodernisasi militer secara total pada tahun 2035.

Perdana Menteri Li Qiang menyampaikan rencana tersebut dalam pembukaan pertemuan tahunan parlemen. Tiongkok mengalokasikan anggaran sebesar 1,91 triliun yuan (sekitar $277 miliar). Meskipun angka ini tergolong besar bagi kawasan Asia, nilai tersebut hanya sekitar seperempat dari anggaran pertahanan Amerika Serikat yang mencapai $1 triliun di bawah Presiden Donald Trump.

Fokus pada Kesiapan Tempur dan Modernisasi

Pemerintah Tiongkok berkomitmen untuk meningkatkan kesiapan tempur pasukannya secara signifikan. Li Qiang menekankan perlunya percepatan pengembangan “kemampuan tempur tingkat lanjut”.

Oleh karena itu, anggaran ini akan mengalir untuk pengembangan rudal, kapal perang, kapal selam, dan metode pengawasan mutakhir. “Langkah-langkah ini akan memperkuat kapasitas strategis kami untuk menjaga kedaulatan dan keamanan Tiongkok,” ujar Li Qiang. Ia juga menegaskan kembali kepemimpinan absolut Partai Komunis atas seluruh angkatan bersenjata Tiongkok.

Baca Juga :  Jelang Dikirim ke Singapura, 30.000 Benih Lobster Ilegal Digagalkan Polisi Tangerang

Pembersihan Korupsi dan Stabilitas Komando

Kenaikan anggaran ini berlangsung di tengah gelombang pembersihan besar-besaran di jajaran perwira tinggi militer. Investigasi disipliner telah menjerat dua jenderal paling senior dalam beberapa bulan terakhir.

Zhang Youxia dan He Weidong kini resmi keluar dari struktur komando. Alhasil, Komisi Militer Pusat yang berkuasa kini hanya menyisakan dua dari tujuh anggota aslinya, termasuk Presiden Xi Jinping sebagai ketua. Meskipun pembersihan ini menciptakan celah dalam struktur komando, International Institute for Strategic Studies (IISS) menilai bahwa modernisasi militer Tiongkok akan tetap berlanjut tanpa hambatan berarti.

Garis Merah Taiwan dan Reaksi Jepang

Terkait isu Taiwan, Tiongkok tetap memegang posisi yang tidak kenal kompromi. Li Qiang bersumpah untuk melawan kekuatan separatis yang bertujuan memerdekakan Taiwan serta menolak segala bentuk campur tangan pihak asing.

Baca Juga :  Awas Malware! Polisi Singapura Peringatkan Bahaya Android TV Box Ilegal

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meskipun begitu, Li menggunakan nada yang sedikit lebih lunak mengenai lingkungan internasional dengan menyebutnya sebagai “kompleks dan menantang”. Di Tokyo, Sekretaris Kabinet Jepang Minoru Kihara mengkritik kurangnya transparansi Beijing mengenai belanja pertahanan tersebut. Jepang berjanji akan terus memantau penguatan kapasitas militer Tiongkok sembari tetap berupaya membangun hubungan bilateral yang stabil dan konstruktif.

Dominasi Militer di Asia

Pertumbuhan anggaran militer Tiongkok secara konsisten melampaui negara-negara lain di Asia. Laporan IISS mencatat bahwa pangsa pengeluaran militer Tiongkok terhadap total belanja pertahanan di Asia tumbuh menjadi hampir 44 persen pada tahun 2025.

Dengan demikian, Beijing kini memantapkan posisinya sebagai kekuatan militer dominan di kawasan. Fokus utama dunia internasional saat ini adalah apakah peningkatan kapasitas ini akan memicu lebih banyak latihan militer di sekitar Selat Taiwan menjelang peringatan 100 tahun berdirinya Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) pada tahun depan.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polisi Bongkar Prostitusi Online di Serang, Pasutri Rekrut Korban Modus Kerja Restoran
Tragedi Samudra Hindia: Kapal Selam AS Tenggelamkan Frigat Iran di Perairan Sri Lanka
Polri Evaluasi Senjata Api Anggota Usai Insiden Penembakan Remaja di Makassar
Bentrok Polisi vs Massa Adat di Kapuas, 3 Polisi Luka Sajam dan 2 Warga Tertembak
Front Baru Perang Iran: AS dan Israel Galang Kekuatan Separatis Kurdi dan Baloch
Polda Metro Gagalkan Peredaran 2.000 Ekstasi di Cililitan Jaktim, Seorang Pelajar Ditangkap
Bareskrim Sikat Aset Judi Online Rp58 Miliar, 133 Rekening Disita Negara
Misi Penyelamatan Tokyo: Jepang Kerahkan Pesawat Carter Evakuasi Warga dari Timur Tengah

Berita Terkait

Kamis, 5 Maret 2026 - 20:21 WIB

Polisi Bongkar Prostitusi Online di Serang, Pasutri Rekrut Korban Modus Kerja Restoran

Kamis, 5 Maret 2026 - 20:20 WIB

Tragedi Samudra Hindia: Kapal Selam AS Tenggelamkan Frigat Iran di Perairan Sri Lanka

Kamis, 5 Maret 2026 - 19:49 WIB

Polri Evaluasi Senjata Api Anggota Usai Insiden Penembakan Remaja di Makassar

Kamis, 5 Maret 2026 - 19:28 WIB

Bentrok Polisi vs Massa Adat di Kapuas, 3 Polisi Luka Sajam dan 2 Warga Tertembak

Kamis, 5 Maret 2026 - 19:11 WIB

Front Baru Perang Iran: AS dan Israel Galang Kekuatan Separatis Kurdi dan Baloch

Berita Terbaru