arget Berikutnya Setelah Iran: Trump Prediksi Rezim Kuba Akan Segera Runtuh

Sabtu, 7 Maret 2026 - 14:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kemenangan bagi hak pilih warga. Hakim federal Boston Denise Casper membatalkan secara permanen aturan bukti kewarganegaraan pemilih yang Donald Trump usulkan. Dok: Istimewa.

Kemenangan bagi hak pilih warga. Hakim federal Boston Denise Casper membatalkan secara permanen aturan bukti kewarganegaraan pemilih yang Donald Trump usulkan. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Presiden Donald Trump mengirim sinyal kebijakan luar negeri baru ke Karibia. Pada Jumat (27/2/2026), Trump mengeklaim pemerintahan komunis Kuba berada di ambang keruntuhan. Tekanan ekonomi Amerika menjadi pemicu utamanya.

“Mereka sangat ingin membuat kesepakatan,” ujar Trump dalam wawancara telepon dengan CNN. Ia menegaskan bahwa setelah 50 tahun, Kuba kini siap untuk perubahan besar. Oleh karena itu, Washington meningkatkan intensitas blokade. Langkah ini bertujuan mempercepat transisi kekuasaan di Havana.

Marco Rubio: Sang Arsitek Kebijakan Kuba

Dalam manuver ini, Trump menunjuk Menteri Luar Negeri Marco Rubio sebagai ujung tombak. Rubio adalah putra imigran Kuba. Ia merupakan penentang keras rezim Havana. Ia juga telah lama mendorong perubahan kekuasaan, menyusul keberhasilan di Venezuela.

“Dia (Rubio) melakukan pekerjaan yang luar biasa. Tugas berikutnya adalah menangani proyek spesial di Kuba,” tegas Trump. Penunjukan Rubio memperkuat dimensi ideologis strategi AS di Amerika Latin tahun 2026.

Pertemuan Rahasia dengan Gereja Katolik

Di tengah ketegangan ekonomi, sebuah langkah diplomasi bawah tanah mulai terungkap. Kedutaan AS mengonfirmasi pertemuan antara Koordinator Rob Allison dan pimpinan Gereja Katolik di Havana.

Foto yang rilis menunjukkan Allison dan Mike Hammer bertemu dengan Kardinal Juan de la Claridad. Mereka juga menemui Uskup Arturo Gonzalez. Pertemuan tersebut membahas bantuan kemanusiaan. Selain itu, mereka membicarakan kebutuhan akan perubahan situasi di Kuba. Gereja Katolik pernah menjadi mediator. Lembaga ini menjembatani hubungan AS-Kuba di era Barack Obama tahun 2015.

Kelumpuhan Ekonomi dan Blokade Minyak

Kondisi di lapangan saat ini sangat memprihatinkan bagi rakyat Kuba. Trump memberlakukan blokade energi total. Ia menghentikan seluruh pengiriman minyak ke negara tersebut sejak 9 Januari lalu.

Baca Juga :  Rapat Koordinasi DPR dan Danantara: Menata Kebijakan Ekspor

Alhasil, krisis ekonomi jangka panjang semakin memburuk. Maskapai internasional mulai menangguhkan penerbangan karena kelangkaan bahan bakar. Pemadaman listrik massal kini menjadi pemandangan harian. Puncaknya, dua pertiga wilayah pulau mengalami kegelapan total akibat kerusakan pembangkit listrik Antonio Guiteras. Meskipun listrik mulai pulih di sebagian rumah, Havana tetap menuduh Washington sedang mencekik ekonomi mereka.

Dari Normalisasi ke Daftar Terorisme

Langkah Trump ini menandai pembalikan total dari kebijakan masa lalu. Pada Januari 2025, Trump langsung memasukkan kembali Kuba ke dalam daftar sponsor terorisme.

Langkah ini menghapus capaian era Joe Biden. Saat itu, Havana mendapat pelonggaran sanksi pasca-pembebasan ratusan tahanan politik. Kini, strategi tekanan maksimal AS sedang diuji. Publik menanti apakah prediksi Trump terwujud atau justru memicu krisis kemanusiaan yang lebih dalam di Karibia.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Iran Borong 400 Peluncur Rudal Panggul Buatan China
El Nino Kuat dan Mandat B50 Indonesia Dorong Penguatan Pasar
Pemerintah Minta AS Bebaskan Tarif Impor Minyak Sawit
Malaysia Siapkan Peningkatan Campuran Biodiesel B12 dan B15
Puncak 15 Pekan: Harga Minyak Sawit Malaysia Melandai
Lonjakan Harga Global Tekan Impor Minyak Nabati India
Polisi Tembak Mati Pelaku Penabrakan Minivan Pride
Pelaku Lepaskan Tembakan ke Gedung Konsulat AS

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:09 WIB

Iran Borong 400 Peluncur Rudal Panggul Buatan China

Rabu, 29 Juli 2026 - 14:00 WIB

El Nino Kuat dan Mandat B50 Indonesia Dorong Penguatan Pasar

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:17 WIB

Pemerintah Minta AS Bebaskan Tarif Impor Minyak Sawit

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:13 WIB

Malaysia Siapkan Peningkatan Campuran Biodiesel B12 dan B15

Rabu, 29 Juli 2026 - 09:08 WIB

Puncak 15 Pekan: Harga Minyak Sawit Malaysia Melandai

Berita Terbaru

Langkah taktis Teheran amankan wilayah udara. Iran membeli 400 peluncur rudal panggul buatan China bernilai 70 juta dolar AS guna memperkuat pertahanan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Iran Borong 400 Peluncur Rudal Panggul Buatan China

Kamis, 30 Jul 2026 - 14:09 WIB

Solusi daya ringkas harian. Itel merilis powerbank Zeno berkapasitas 10.000mAh dan 20.000mAh berbekal kabel terintegrasi serta pengisian cepat. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Itel Resmi Meluncurkan Powerbank Zeno di India

Kamis, 30 Jul 2026 - 13:00 WIB

Terobosan baru industri gawai. Qualcomm merancang fitur eksklusif AI Frame Fusion pada Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro demi pengalaman gaming ekstra mulus. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Qualcomm Bekali Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro

Kamis, 30 Jul 2026 - 12:00 WIB