Perang Iran Lumpuhkan Penerbangan Global dan Picu Rekor Harga Avtur

Sabtu, 7 Maret 2026 - 19:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Kekacauan di hub udara tersibuk dunia. Penutupan wilayah udara akibat konflik AS-Israel vs Iran memicu pembatalan massal, pengalihan rute darurat, dan lonjakan harga bahan bakar pesawat hingga $225 per barel. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Kekacauan di hub udara tersibuk dunia. Penutupan wilayah udara akibat konflik AS-Israel vs Iran memicu pembatalan massal, pengalihan rute darurat, dan lonjakan harga bahan bakar pesawat hingga $225 per barel. Dok: Istimewa.

DUBAI, POSNEWS.CO.ID – Industri penerbangan global sedang menavigasi salah satu krisis operasional paling kompleks dalam satu dekade terakhir. Perang antara Amerika Serikat-Israel melawan Iran telah mengubah langit Timur Tengah menjadi “zona larangan terbang” yang melumpuhkan ribuan rencana perjalanan warga sipil.

Meskipun maskapai asal Emirat seperti Emirates dan Etihad mulai mengoperasikan kembali beberapa jadwal penerbangan pada Jumat, situasi tetap jauh dari normal. Bandara Internasional Dubai (DXB), yang biasanya menjadi hub paling sibuk di dunia, mencatatkan arus lalu lintas yang hanya mencapai 25 persen dari level normalnya.

Pengalihan Rute dan Ancaman Rudal

Risiko keamanan bagi penerbangan sipil terbukti masih sangat nyata. Sebuah jet milik Lufthansa yang sedang menuju Riyadh terpaksa mengalihkan rute (divert) ke Kairo pada Jumat pagi karena kekhawatiran faktor keamanan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bahkan, insiden lebih serius menimpa Air France. Sebuah penerbangan repatriasi yang pemerintah Prancis sewa terpaksa memutar balik karena deteksi tembakan misil di jalur lintasannya. Menteri Transportasi Prancis, Philippe Tabarot, menyebut insiden ini sebagai cerminan dari ketidakstabilan ekstrem yang menyulitkan operasi penyelamatan warga negara asing dari kawasan konflik.

Baca Juga :  Elbridge Colby Tegaskan AS Tidak Terlibat Kematian Khamenei

Repatriasi Massal dan Jasa Jet Pribadi

Di tengah terbatasnya layanan komersial, gelombang repatriasi sedang berlangsung di seluruh kawasan Teluk. Pesawat repatriasi pertama Inggris dari Oman berhasil mendarat di Bandara Stansted London pada Jumat dini hari setelah mengalami serangkaian penundaan.

Selain itu, krisis ini menciptakan kesenjangan akses mobilitas yang tajam. Warga kaya dilaporkan mulai beralih menggunakan jet pribadi guna menghindari kekacauan di terminal keberangkatan komersial. Sebaliknya, puluhan ribu pelancong lainnya harus menempuh perjalanan darat yang berbahaya menuju hub-hub yang lebih aman di luar zona perang guna mencari tiket pulang.

Rekor Harga Avtur $225 per Barel

Dampak finansial dari perang ini mulai mencekik neraca keuangan maskapai di seluruh dunia. Harga bahan bakar jet (avtur) di Singapura melonjak ke rekor tertinggi sebesar $225 per barel pada pekan ini.

Pasalnya, para pedagang minyak sangat mengkhawatirkan terjadinya kekurangan pasokan akibat kerusakan infrastruktur kilang di Timur Tengah. Lembaga pemeringkat Fitch Ratings memperingatkan bahwa selain kehilangan pendapatan akibat pembatalan rute, maskapai akan terpukul oleh biaya operasional yang membengkak. Meskipun sebagian besar maskapai memiliki lindung nilai (hedging) bahan bakar sekitar 50 hingga 80 persen untuk tiga bulan ke depan, lonjakan harga yang persisten tetap akan memicu kenaikan harga tiket pesawat secara signifikan bagi konsumen global.

Baca Juga :  Pembicaraan Abu Dhabi Berakhir: Lampaui Ekspektasi

Gangguan Rute Eropa-Asia Pasifik

Krisis di hub Timur Tengah memukul rute dari Eropa menuju Asia-Pasifik secara telak. Data dari Cirium menunjukkan bahwa maskapai besar seperti Emirates, Qatar Airways, dan Etihad biasanya mengangkut sepertiga penumpang dari Eropa ke Asia dan lebih dari separuh penumpang menuju Australia serta Selandia Baru.

Alhasil, saham-saham maskapai penerbangan dari Selandia Baru hingga Jepang mengalami kemerosotan tajam pada penutupan perdagangan Jumat. EASA telah memperpanjang peringatan risiko tinggi hingga 11 Maret 2026. CEO Lufthansa, Carsten Spohr, menegaskan bahwa perang ini sekali lagi membuktikan betapa rentannya lalu lintas udara global terhadap gejolak geopolitik. Dunia kini memantau dengan cermat apakah pemulihan operasional Emirates ke target 100 persen jaringan dapat terwujud di tengah hujan rudal yang masih membayangi langit Teluk.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Presiden Xi Jinping Dorong Blok BRICS Jadi Juru Damai Konflik
Hakim Federal Batalkan Rencana Pemangkasan Staf FEMA 50%
Peluncuran Konsol Retro NEOGEO AES+ Ditunda
Iran Ancam Balas Setiap Serangan Baru AS terhadap Asetnya
Ekstremisme Nihilistik Online Ancam Keamanan Eropa
Shinjuku Larang Separuh Sewa Liburan, Termasuk Properti
Tim Nepal Kian Bersemangat Cari Korban Banjir
PM Yunani Janjikan Pemangkasan Pajak dan Kenaikan Gaji

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 20:57 WIB

Presiden Xi Jinping Dorong Blok BRICS Jadi Juru Damai Konflik

Minggu, 13 September 2026 - 19:56 WIB

Hakim Federal Batalkan Rencana Pemangkasan Staf FEMA 50%

Minggu, 13 September 2026 - 13:30 WIB

Peluncuran Konsol Retro NEOGEO AES+ Ditunda

Rabu, 9 September 2026 - 08:03 WIB

Iran Ancam Balas Setiap Serangan Baru AS terhadap Asetnya

Rabu, 9 September 2026 - 07:00 WIB

Ekstremisme Nihilistik Online Ancam Keamanan Eropa

Berita Terbaru