Pengukuhan Mojtaba Khamenei: Trump Prediksi Perang Usai di Tengah Gejolak Minyak Dunia

Selasa, 10 Maret 2026 - 08:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Timur Tengah di ambang kehancuran. Presiden Donald Trump mengancam akan menghancurkan pembangkit listrik Iran dalam 48 jam. Teheran merespons dengan ancaman penghancuran infrastruktur energi regional. Dok: Ilustrasi.

Timur Tengah di ambang kehancuran. Presiden Donald Trump mengancam akan menghancurkan pembangkit listrik Iran dalam 48 jam. Teheran merespons dengan ancaman penghancuran infrastruktur energi regional. Dok: Ilustrasi.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan proyeksi yang mengejutkan mengenai durasi konflik di Timur Tengah. Trump meyakini bahwa kampanye militer terhadap Iran akan tuntas lebih cepat dari jadwal empat hingga lima minggu yang ia tetapkan sebelumnya.

“Saya rasa perang ini sudah sangat lengkap, hampir selesai,” ujar Trump dalam wawancara dengan CBS News. Ia mendeskripsikan operasi tersebut kepada para legislator Republik sebagai sebuah “ekskursi jangka pendek” yang bertujuan untuk mengalahkan Iran secara telak dan menentukan.

Suksesi di Teheran: Mojtaba Khamenei Naik Takhta

Meskipun Trump menyatakan kemenangan sudah dekat, situasi di Teheran menunjukkan tanda-tanda perlawanan jangka panjang. Media pemerintah Iran menampilkan kerumunan besar di berbagai kota yang memberikan sumpah setia kepada Pemimpin Tertinggi baru, Mojtaba Khamenei.

Mojtaba (56) merupakan ulama Syiah yang memiliki basis massa kuat di kalangan pasukan keamanan dan imperium bisnis Garda Revolusi. Meskipun demikian, Trump secara tegas menyatakan bahwa kepemimpinan Mojtaba “tidak dapat diterima” oleh Washington. Di Isfahan, loyalis berkumpul di Alun-alun Imam yang bersejarah sembari meneriakkan slogan perlawanan, tepat saat suara ledakan dari serangan udara terdengar di kejauhan.

Baca Juga :  Perangkap Utang atau Investasi? Membedah Merkantilisme di Balik Diplomasi Infrastruktur Tiongkok

Guncangan Pasar Energi dan Opsi Sanksi Rusia

Konfrontasi bersenjata ini telah menutup total Selat Hormuz selama lebih dari satu pekan. Akibatnya, distribusi seperlima pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia terhenti sepenuhnya. Harga minyak mentah Brent sempat melonjak hingga 29 persen dalam satu sesi sebelum akhirnya menetap pada kenaikan 7 persen, level tertinggi sejak tahun 2022.

Kenaikan harga bensin menjadi ancaman politik serius bagi Partai Republik menjelang pemilu paruh waktu November mendatang. Oleh karena itu, administrasi Trump kini sedang menjajaki opsi yang kontroversial: melonggarkan sanksi pada minyak Rusia. Langkah ini bertujuan untuk membanjiri pasar dengan pasokan tambahan guna menekan harga energi, meskipun berisiko memperumit upaya Barat dalam menghukum Moskow atas perang di Ukraina.

Eskalasi Regional dan Intersepsi NATO di Turki

Perang kini meluas ke berbagai front regional. Militer Israel meluncurkan gelombang serangan baru ke pusat kota Iran dan Beirut, Lebanon. Di saat yang sama, sistem pertahanan udara NATO di Turki berhasil menembak jatuh rudal balistik yang diluncurkan dari wilayah Iran. Ini merupakan insiden kedua di mana rudal Iran memasuki wilayah udara anggota NATO.

Baca Juga :  Viral Ibu dan Bayi Tidur di Ruang Polisi, Polres Jakpus: Tersangka Kasus Penipuan Rp420 Juta

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, krisis kemanusiaan semakin memburuk. Serangan udara terhadap kilang minyak di Teheran memicu polusi asap hitam pekat yang menyelimuti kota. Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Ghebreyesus, memperingatkan risiko kontaminasi pangan dan air yang parah bagi warga sipil.

Hingga saat ini, utusan Iran untuk PBB melaporkan sedikitnya 1.332 warga sipil Iran tewas. Di sisi lain, Lebanon mencatat 400 kematian dengan hampir 700.000 orang terpaksa mengungsi. Konfrontasi fisik ini juga merenggut nyawa warga sipil di Israel, meningkatkan jumlah korban tewas akibat serangan Iran menjadi 11 orang. Dunia kini menanti apakah prediksi “perang singkat” Trump akan terwujud atau justru terjebak dalam pusaran konflik regional yang kian dalam.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

5 Kelurahan Rawan Kebakaran di Jakarta Terungkap, Korsleting Listrik Penyebab Utama
Istri dan Anak Koh Erwin Ditangkap, Bareskrim Sita Aset TPPU Bandar Narkoba
Ancol Gelar Jazz Night & Pameran Seni, Andien Meriahkan International Jazz Day 2026
White Rabbit PIK Ditutup, Pemprov DKI Cabut Izin Usai Kasus Narkoba
Mobil HR-V Hantam Depot Air di Grogol, Pejalan Kaki Terseret dan Luka Parah
Dua PRT Lompat dari Lantai 4 di Benhil, Polisi Periksa Agen Penyalur PRT
Erdogan Desak KTT Rusia-Ukraina dan Peringatkan Pelemahan Eropa
Begal Celurit Gunung Sahari, 4 Pelaku Dibekuk Polisi Usai Rampas Motor & HP Korban

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 19:47 WIB

5 Kelurahan Rawan Kebakaran di Jakarta Terungkap, Korsleting Listrik Penyebab Utama

Jumat, 24 April 2026 - 19:30 WIB

Istri dan Anak Koh Erwin Ditangkap, Bareskrim Sita Aset TPPU Bandar Narkoba

Jumat, 24 April 2026 - 18:12 WIB

Ancol Gelar Jazz Night & Pameran Seni, Andien Meriahkan International Jazz Day 2026

Jumat, 24 April 2026 - 17:57 WIB

White Rabbit PIK Ditutup, Pemprov DKI Cabut Izin Usai Kasus Narkoba

Jumat, 24 April 2026 - 17:25 WIB

Mobil HR-V Hantam Depot Air di Grogol, Pejalan Kaki Terseret dan Luka Parah

Berita Terbaru