LONDON, POSNEWS.CO.ID – Perdana Menteri Keir Starmer secara resmi mengabaikan peringatan dari para pejabat tinggi. Mereka mengkhawatirkan adanya “risiko reputasi” jika Starmer menunjuk Peter Mandelson sebagai Duta Besar untuk Amerika Serikat. Dokumen terbaru mengungkap adanya bukti kuat mengenai hubungan Mandelson dengan Jeffrey Epstein sebelum pengangkatan tersebut berlangsung.
Pengungkapan ini memicu pertanyaan besar mengenai penilaian politik Starmer. Prosedur pemeriksaan keamanan di tingkat tertinggi pemerintahan kini berada dalam sorotan tajam. Pihak oposisi menuduh Starmer lebih memprioritaskan kepentingan politik daripada protokol keamanan nasional.
Peringatan yang Diabaikan dan Prosedur yang Dilompati
Rilisan berkas terbaru menunjukkan bahwa Kantor Luar Negeri (FCDO) menawarkan pengarahan sangat rahasia kepada Mandelson. Padahal, ia belum menyelesaikan proses verifikasi formal. Dua pejabat senior, Jonathan Powell dan Philip Barton, secara tegas menyatakan keberatan mereka sejak awal.
Powell menilai penunjukan tersebut “sangat terburu-buru” dan melompati tahapan krusial. Pejabat senior sudah memperingatkan bahwa Mandelson tetap menjalin hubungan dengan Epstein pasca-vonis hukum tahun 2008. Namun, pembantu dekat perdana menteri justru mengeklaim bahwa mereka “puas” dengan penjelasan sepihak dari Mandelson.
Kedekatan dengan Epstein dan Cacatnya Sistem Verifikasi
Dokumen tersebut menegaskan bahwa Starmer sudah menerima peringatan tentang aktivitas Mandelson di rumah Epstein. Mandelson tetap menginap di sana meski pengadilan telah memvonis Epstein atas kasus pelecehan anak. Matthew Doyle, mantan kepala komunikasi Starmer, meyakinkan perdana menteri bahwa hubungan tersebut tidak bermasalah.
Kenyataannya, Mandelson baru memegang izin verifikasi keamanan tingkat tinggi secara formal pada akhir Januari 2025. Namun, ia sudah mulai mengakses pengarahan strategis sejak awal bulan tersebut. Banyak pihak menganggap pelanggaran protokol ini sebagai preseden berbahaya bagi kerahasiaan negara Inggris saat menangani informasi rahasia bersama sekutu.
Sengketa Pesangon dan Investigasi Internal
Starmer akhirnya memecat Mandelson pada September lalu menyusul pengungkapan baru mengenai keterlibatannya dengan Epstein. Sengketa mengenai pembayaran pesangon pun muncul setelah pemecatan tersebut. Mandelson awalnya menuntut pembayaran lebih dari £500.000 dan mengancam akan menggugat pemerintah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pemerintah akhirnya menekan angka pembayaran tersebut menjadi £75.000 guna menghindari kegaduhan publik yang lebih besar. Pihak oposisi kini mendesak Starmer menjelaskan alasan menteri yang penuh skandal bisa mengakses informasi sensitif. Skandal ini merusak janji Starmer untuk memulihkan integritas dalam pemerintahan Inggris.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia





















