Ancaman Pembunuhan Terhadap Anggota Kongres AS

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Langkah tegas dari Canberra. Pemerintah Australia bersiap melipatgandakan denda bagi platform media sosial yang gagal membendung pengguna kurang dari 16 tahun. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Langkah tegas dari Canberra. Pemerintah Australia bersiap melipatgandakan denda bagi platform media sosial yang gagal membendung pengguna kurang dari 16 tahun. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Ancaman kekerasan terhadap para anggota parlemen Amerika Serikat di Facebook melonjak sangat tajam. Sebab, raksasa teknologi Meta sengaja melonggarkan aturan pengawasan konten mereka sejak tahun lalu.

Akibatnya, para pengguna radikal kini semakin berani mengirimkan ancaman pembunuhan hingga pelecehan seksual secara terbuka. Lembaga nirlaba Center for Countering Digital Hate (CCDH) merilis laporan mengejutkan ini pada hari Selasa.

Temuan Mengejutkan tentang Lonjakan Ancaman

Lembaga CCDH menganalisis hampir delapan juta komentar yang menyasar 100 anggota Kongres Amerika Serikat. Peneliti membandingkan data selama enam bulan sebelum dan sesudah pelonggaran aturan keamanan tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, hasil analisis menunjukkan ancaman pembunuhan terhadap para politisi melonjak hingga empat kali lipat. Selain itu, aksi pelecehan juga meningkat hingga lebih dari dua kali lipat di platform tersebut.

CCDH bahkan menemukan banyak komentar yang menghasut kekerasan fisik secara langsung terhadap Presiden Donald Trump. Sebagai contoh, seorang pengguna menulis pesan yang menganjurkan penembakan kepala Trump secara keji.

Baca Juga :  Tragedi Bandung: Ibu dan Dua Anak Ditemukan Tewas di Rumah Kontrakan

Sikap Keras CCDH dan Bantahan dari Pihak Meta

Direktur Eksekutif CCDH, Imran Ahmed, menilai Meta sengaja membiarkan penyebaran konten kebencian tersebut. Oleh karena itu, ia menganggap perusahaan pimpinan Mark Zuckerberg ini ikut mendukung aksi intimidasi terhadap pejabat negara.

“Ketika platform membiarkan ancaman berkembang, mereka membantu menormalisasi kekerasan terhadap pejabat terpilih,” tegas Ahmed.

Sebaliknya, juru bicara Meta membantah keras seluruh tuduhan buruk di dalam laporan tersebut. Ia mengeklaim prevalensi ujaran kebencian di Facebook tidak mengalami kenaikan sepanjang tahun lalu.

Meta juga enggan memberikan tanggapan mendetail mengenai metodologi penelitian CCDH secara langsung. Sebab, pihak peneliti tidak memberikan salinan draf laporan tersebut sebelum rilis resmi ke publik.

Nyawa Politisi Terancam di Dunia Nyata

Namun, situasi di lapangan justru membuktikan adanya peningkatan nyata ancaman fisik terhadap para politisi. Sebagai contoh, seorang penyerang menembak mati legislator Minnesota Melissa Hortman beserta suaminya tahun lalu.

Baca Juga :  Massa Desak DPR dan Presiden Prabowo Segera Sahkan RUU Perampasan Aset

Sebuah insiden penembakan juga mengacaukan acara makan malam jurnalis Gedung Putih pada April kemarin. Pertunjukan kekerasan ini memaksa petugas keamanan mengawal evakuasi darurat bagi Presiden Donald Trump.

Senator Republik asal Utah, John Curtis, menyuarakan keprihatinan mendalam atas lonjakan konten kasar tersebut. Oleh sebab itu, ia mendesak perusahaan media sosial untuk segera memulihkan sistem keamanan demi melindungi keselamatan publik.

Motif Politik di Balik Pelonggaran Moderasi

Pelonggaran aturan ini terjadi setelah Meta menghentikan kerja sama dengan lembaga pemeriksa fakta independen. Meta kini menyerahkan tugas verifikasi informasi kepada para pengguna biasa melalui fitur Catatan Komunitas.

Dengan demikian, para pengamat menilai langkah Meta bertujuan untuk meredam kritik dari kubu konservatif. Sebab, para pendukung Donald Trump sering menuduh media sosial melakukan sensor sepihak terhadap opini mereka.

Meta juga mencabut pembatasan pidato terkait isu sensitif seperti identitas gender dan orientasi seksual. Pada akhirnya, keputusan kontroversial ini memicu kekhawatiran besar mengenai potensi meluasnya informasi bohong secara global.

Penulis : Alifa Latifa

Editor : Alifa Latifa

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peluncuran Konsol Retro NEOGEO AES+ Ditunda
Iran Ancam Balas Setiap Serangan Baru AS terhadap Asetnya
Ekstremisme Nihilistik Online Ancam Keamanan Eropa
Shinjuku Larang Separuh Sewa Liburan, Termasuk Properti
Tim Nepal Kian Bersemangat Cari Korban Banjir
PM Yunani Janjikan Pemangkasan Pajak dan Kenaikan Gaji
Sony Perkenalkan DualSense GTA 6 Limited Edition
AS Serang Tiga Kapal Tanker Minyak Iran usai Rudal IRGC

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 08:03 WIB

Iran Ancam Balas Setiap Serangan Baru AS terhadap Asetnya

Rabu, 9 September 2026 - 07:00 WIB

Ekstremisme Nihilistik Online Ancam Keamanan Eropa

Rabu, 9 September 2026 - 06:00 WIB

Shinjuku Larang Separuh Sewa Liburan, Termasuk Properti

Minggu, 6 September 2026 - 18:27 WIB

Tim Nepal Kian Bersemangat Cari Korban Banjir

Minggu, 6 September 2026 - 17:25 WIB

PM Yunani Janjikan Pemangkasan Pajak dan Kenaikan Gaji

Berita Terbaru

 Xbox resmi menerbitkan game action espionage PHYSINT karya Hideo Kojima setelah PlayStation membatalkan kerja sama. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Xbox Resmi Ambil Alih Penerbitan Game PHYSINT

Minggu, 13 Sep 2026 - 15:43 WIB

 Kelangkaan komponen optical drive mengancam ketersediaan disc drive eksternal pada konsol masa depan Sony dan Microsoft. Simak dampak krisis pasokan media fisik ini. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Kelangkaan Komponen Optical Drive Ancam Masa Depan

Minggu, 13 Sep 2026 - 14:30 WIB