LONDON, POSNEWS.CO.ID – Badan pelayaran Perserikatan Bangsa-Bangsa (IMO) mendesak pembentukan koridor maritim aman di kawasan Teluk pada hari Rabu. Proposal ini bertujuan untuk membebaskan sekitar 20.000 pelaut yang kini terjebak di tengah berkecamuknya perang Iran.
Ratusan kapal dagang terpaksa membuang sauh dan tertahan di perairan Teluk. Mereka tidak berani melintas setelah Teheran mengancam akan menyerang setiap kapal yang mencoba keluar melalui Selat Hormuz. Kondisi ini menciptakan krisis kemanusiaan dan logistik yang sangat serius di jalur energi paling vital di dunia.
Kerangka Kerja Evakuasi Kapal Dagang
Negara-negara seperti Bahrain, Jepang, Panama, Singapura, dan Uni Emirat Arab (UEA) mengajukan proposal ini dalam pertemuan dewan penguasa IMO di London. Amerika Serikat memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif tersebut. Fokus utamanya adalah menciptakan “kerangka kerja koridor maritim yang aman”.
Tujuan dari kerangka kerja ini adalah memfasilitasi evakuasi kapal dagang secara aman dari zona konflik. Langkah darurat ini murni bertujuan untuk melindungi nyawa para pelaut sipil yang tidak terlibat dalam perang. IMO menegaskan bahwa keselamatan manusia harus menjadi prioritas di atas kepentingan geopolitik apa pun.
Korban Jiwa Pelaut Sipil di Tengah Konflik
Sekretaris Jenderal IMO, Arsenio Dominguez, mengungkapkan fakta memilukan di hadapan para delegasi. Setidaknya tujuh pelaut komersial telah tewas akibat konflik yang meletus sejak akhir Februari tersebut. “Para pelaut ini tidak boleh menjadi korban dari ketegangan geopolitik yang lebih luas,” tegas Dominguez.
Ia menyerukan de-eskalasi segera guna memberikan jalan bagi kapal-kapal tersebut untuk meninggalkan Teluk dengan selamat. Banyak dari pelaut yang terjebak kini mulai kehabisan pasokan logistik dan mengalami tekanan psikologis yang berat. Dunia internasional kini memantau sejauh mana pihak-alih bertikai bersedia menjamin keamanan koridor tersebut.
Dukungan NATO dan Tekanan Donald Trump
Sikap internasional mulai mengkristal untuk mendukung keselamatan pelayaran. Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, menyatakan bahwa negara-negara anggota sedang meninjau langkah-langkah yang mungkin mereka ambil. Sementara itu, Presiden Donald Trump terus mendesak negara-negara sekutu untuk ikut menjaga keamanan di Selat Hormuz.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Trump menginginkan adanya patroli gabungan internasional untuk memastikan kapal tanker minyak dan LNG dapat melintas. Selat ini merupakan urat nadi ekonomi global yang mengangkut 20 persen pasokan energi dunia. Ketegangan yang berlarut-larut di wilayah ini diprediksi akan terus mengganggu stabilitas pasar energi dan logistik internasional.
Respon Iran: Klaim Bantuan Kemanusiaan
Di sisi lain, pihak Iran memberikan pembelaan melalui dokumen resmi yang mereka serahkan kepada IMO. Teheran mengeklaim bahwa otoritas Iran tetap memberikan bantuan kemanusiaan kepada para pelaut yang tertahan. Mereka menyatakan terus mendukung kapal-kapal di Teluk dan Selat Hormuz meskipun situasi sedang memanas.
Sesi Dewan IMO akan berlanjut pada hari Kamis untuk membahas rincian teknis koridor tersebut. Keberhasilan usulan ini sangat bergantung pada jaminan keamanan dari pihak Iran dan kesiapan koalisi internasional dalam mengawal proses evakuasi. Bagi 20.000 pelaut yang terjebak, setiap jam yang berlalu di zona merah tersebut kini menjadi pertaruhan nyawa yang sangat nyata.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia




















