IMO Usulkan Jalur Aman untuk 20.000 Pelaut yang Terjebak di Teluk

Kamis, 19 Maret 2026 - 18:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Peluang damai dari Buergenstock. Delegasi Amerika Serikat dan Iran menyepakati peta jalan transisi 60 hari guna mengakhiri perang dan memulihkan pasokan energi dunia. Dok: Istimewa.

Peluang damai dari Buergenstock. Delegasi Amerika Serikat dan Iran menyepakati peta jalan transisi 60 hari guna mengakhiri perang dan memulihkan pasokan energi dunia. Dok: Istimewa.

LONDON, POSNEWS.CO.ID – Badan pelayaran Perserikatan Bangsa-Bangsa (IMO) mendesak pembentukan koridor maritim aman di kawasan Teluk pada hari Rabu. Proposal ini bertujuan untuk membebaskan sekitar 20.000 pelaut yang kini terjebak di tengah berkecamuknya perang Iran.

Ratusan kapal dagang terpaksa membuang sauh dan tertahan di perairan Teluk. Mereka tidak berani melintas setelah Teheran mengancam akan menyerang setiap kapal yang mencoba keluar melalui Selat Hormuz. Kondisi ini menciptakan krisis kemanusiaan dan logistik yang sangat serius di jalur energi paling vital di dunia.

Kerangka Kerja Evakuasi Kapal Dagang

Negara-negara seperti Bahrain, Jepang, Panama, Singapura, dan Uni Emirat Arab (UEA) mengajukan proposal ini dalam pertemuan dewan penguasa IMO di London. Amerika Serikat memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif tersebut. Fokus utamanya adalah menciptakan “kerangka kerja koridor maritim yang aman”.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tujuan dari kerangka kerja ini adalah memfasilitasi evakuasi kapal dagang secara aman dari zona konflik. Langkah darurat ini murni bertujuan untuk melindungi nyawa para pelaut sipil yang tidak terlibat dalam perang. IMO menegaskan bahwa keselamatan manusia harus menjadi prioritas di atas kepentingan geopolitik apa pun.

Baca Juga :  Bumi Mendidih: 2025 Tahun Terpanas Ketiga

Korban Jiwa Pelaut Sipil di Tengah Konflik

Sekretaris Jenderal IMO, Arsenio Dominguez, mengungkapkan fakta memilukan di hadapan para delegasi. Setidaknya tujuh pelaut komersial telah tewas akibat konflik yang meletus sejak akhir Februari tersebut. “Para pelaut ini tidak boleh menjadi korban dari ketegangan geopolitik yang lebih luas,” tegas Dominguez.

Ia menyerukan de-eskalasi segera guna memberikan jalan bagi kapal-kapal tersebut untuk meninggalkan Teluk dengan selamat. Banyak dari pelaut yang terjebak kini mulai kehabisan pasokan logistik dan mengalami tekanan psikologis yang berat. Dunia internasional kini memantau sejauh mana pihak-alih bertikai bersedia menjamin keamanan koridor tersebut.

Dukungan NATO dan Tekanan Donald Trump

Sikap internasional mulai mengkristal untuk mendukung keselamatan pelayaran. Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, menyatakan bahwa negara-negara anggota sedang meninjau langkah-langkah yang mungkin mereka ambil. Sementara itu, Presiden Donald Trump terus mendesak negara-negara sekutu untuk ikut menjaga keamanan di Selat Hormuz.

Baca Juga :  Tensi Hormuz Membara: Gempuran Udara dan Rudal Iran

Trump menginginkan adanya patroli gabungan internasional untuk memastikan kapal tanker minyak dan LNG dapat melintas. Selat ini merupakan urat nadi ekonomi global yang mengangkut 20 persen pasokan energi dunia. Ketegangan yang berlarut-larut di wilayah ini diprediksi akan terus mengganggu stabilitas pasar energi dan logistik internasional.

Respon Iran: Klaim Bantuan Kemanusiaan

Di sisi lain, pihak Iran memberikan pembelaan melalui dokumen resmi yang mereka serahkan kepada IMO. Teheran mengeklaim bahwa otoritas Iran tetap memberikan bantuan kemanusiaan kepada para pelaut yang tertahan. Mereka menyatakan terus mendukung kapal-kapal di Teluk dan Selat Hormuz meskipun situasi sedang memanas.

Sesi Dewan IMO akan berlanjut pada hari Kamis untuk membahas rincian teknis koridor tersebut. Keberhasilan usulan ini sangat bergantung pada jaminan keamanan dari pihak Iran dan kesiapan koalisi internasional dalam mengawal proses evakuasi. Bagi 20.000 pelaut yang terjebak, setiap jam yang berlalu di zona merah tersebut kini menjadi pertaruhan nyawa yang sangat nyata.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Donald Trump Mengklaim Layak Memenangi Hadiah Nobel
Henri B Kagan dan Kenso Soai Memenangi Hadiah Nobel Kimia
Pengacara Mantan Atlet Olimpiade AS Mendesak Penyelidikan
Donald Trump Mempromosikan Investasi Anduril Senilai 3,7 Miliar
Polisi Inggris Menangkap Tersangka Ke-7 Terkait Rencana Teror
Pertahanan Udara Rusia Mengintersepsi 900 Drone Ukraina
Serangan Drone Menenggelamkan Kapal Dagang di Laut Hitam
Donald Trump Memicu Gelombang Kecaman

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:35 WIB

Donald Trump Mengklaim Layak Memenangi Hadiah Nobel

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:04 WIB

Henri B Kagan dan Kenso Soai Memenangi Hadiah Nobel Kimia

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:12 WIB

Pengacara Mantan Atlet Olimpiade AS Mendesak Penyelidikan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:52 WIB

Donald Trump Mempromosikan Investasi Anduril Senilai 3,7 Miliar

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:31 WIB

Polisi Inggris Menangkap Tersangka Ke-7 Terkait Rencana Teror

Berita Terbaru

Rockstar Games merilis edisi kolektor GTA 6 seharga Rp7 juta tanpa kaset gim, menegaskan tren gim konsol sebagai barang mewah. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Rockstar Merilis Edisi Kolektor GTA 6 Seharga 6 Juta

Kamis, 8 Okt 2026 - 16:22 WIB