Ketua KMT Cheng Li-wun Terima Undangan Xi Jinping ke Beijing

Selasa, 31 Maret 2026 - 15:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Misi jembatan perdamaian. Ketua KMT Cheng Li-wun bersiap mengunjungi Tiongkok untuk membuktikan bahwa perang bukan takdir bagi kedua belah pihak selat, di tengah keretakan internal partai soal anggaran pertahanan. Dok: Istimewa.

Misi jembatan perdamaian. Ketua KMT Cheng Li-wun bersiap mengunjungi Tiongkok untuk membuktikan bahwa perang bukan takdir bagi kedua belah pihak selat, di tengah keretakan internal partai soal anggaran pertahanan. Dok: Istimewa.

TAIPEI, POSNEWS.CO.ID – Ketegangan di Selat Taiwan memasuki babak baru melalui jalur diplomasi partai. Ketua Kuomintang (KMT), Cheng Li-wun, secara resmi mengonfirmasi rencana kunjungannya ke Tiongkok daratan bulan depan untuk memenuhi undangan Presiden Xi Jinping pada hari Senin.

Dalam konteks ini, kunjungan tersebut mencakup agenda di provinsi Jiangsu, Shanghai, dan Beijing. Cheng menegaskan bahwa dialog langsung dengan kepemimpinan di Beijing sangat krusial guna memastikan bahwa hubungan kedua belah pihak selat tidak berakhir dengan konfrontasi militer yang merusak.

Membangun Jembatan vs Kritik “Pro-China”

Cheng Li-wun, yang baru menjabat sejak November lalu, bersikap teguh untuk menemui Xi Jinping sebelum ia melakukan kunjungan resmi ke Amerika Serikat. Oleh karena itu, ia menghadapi gelombang kritik dari internal maupun eksternal partai yang menganggap sikapnya terlalu condong ke Beijing.

Meskipun demikian, Cheng memandang pertemuan ini membawa makna simbolis yang sangat signifikan. “Saya tidak percaya satu pertemuan dapat menyelesaikan masalah yang telah menumpuk selama hampir satu abad,” ujar Cheng kepada media asing. Namun, ia berharap langkah ini sukses menjadi fondasi bagi hubungan lintas selat yang lebih stabil di tahun 2026.

Baca Juga :  Iran Jawab Tantangan AS: Siagakan 1.000 Drone Strategis

Sengketa Anggaran Pertahanan dan Split Internal KMT

Rencana kunjungan ini muncul saat parlemen Taiwan tengah berdebat panas mengenai anggaran pertahanan khusus. Pemerintahan Presiden Lai Ching-te mengusulkan belanja sebesar NT$1,25 triliun ($39 miliar) untuk pembelian senjata dari Amerika Serikat. **Sebaliknya**, KMT secara resmi hanya menyetujui alokasi sebesar NT$380 miliar.

Menariknya, terjadi perpecahan suara di internal partai oposisi tersebut. Wali Kota Taichung, Lu Shiow-yen, yang digadang-gadang sebagai calon kuat presiden 2028, justru mengusulkan angka yang lebih tinggi. Menurutnya, jumlah yang masuk akal bagi pertahanan nasional seharusnya berada di kisaran NT$800 miliar hingga NT$1 triliun. Akibatnya, posisi tawar KMT di parlemen kini menjadi sorotan publik.

Baca Juga :  Delegasi Kyiv dan AS Matangkan Rencana Pemulihan Ekonomi

Tekanan Washington dan Risiko Politik Domestik

Pengumuman perjalanan Cheng ini bertepatan dengan kedatangan delegasi bipartisan Kongres Amerika Serikat di Taipei. Kehadiran utusan Washington tersebut secara langsung meningkatkan tekanan bagi Taiwan untuk segera memperbesar anggaran militer guna membendung potensi agresi Tiongkok.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Terlebih lagi, muncul kekhawatiran bahwa pertemuan Cheng-Xi dapat memicu reaksi negatif dari pemilih menjelang pemilihan distrik akhir tahun ini. Sebagai hasilnya, Cheng harus mampu membuktikan bahwa diplomasi yang ia jalankan memberikan manfaat nyata bagi keamanan masyarakat, bukan sekadar kompromi politik dengan Beijing. Pada akhirnya, hasil dari kunjungan April mendatang akan menjadi ujian krusial bagi kedaulatan politik KMT di mata rakyat Taiwan tahun 2026 ini.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, MPR Desak Evaluasi dan Penarikan Pasukan UNIFIL
Uang Palsu Rp620 Juta Digerebek di Hotel Kemang Bogor, Satu Pelaku Ditangkap
Mutilasi Freezer Bekasi Terungkap, Korban Dibunuh karena Tolak Ajakan Mencuri
Pakistan Tawarkan Diri Jadi Tuan Rumah Perundingan AS-Iran di Tengah Eskalasi Total
Cuaca Ekstrem Hantam 4 Daerah di Jateng dan Jabar, Ratusan KK Terdampak
Akhir Perburuan Desmond Freeman: Buronan Paling Dicari di Australia Tewas Ditembak Polisi
Spanyol Boikot Militer AS: Tutup Ruang Udara dan Larang Penggunaan Pangkalan untuk Perang Iran
Misteri Mutilasi Freezer di Bekasi Terbongkar, Motif Ekonomi dan Pelaku Bertambah

Berita Terkait

Selasa, 31 Maret 2026 - 18:26 WIB

3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, MPR Desak Evaluasi dan Penarikan Pasukan UNIFIL

Selasa, 31 Maret 2026 - 18:15 WIB

Uang Palsu Rp620 Juta Digerebek di Hotel Kemang Bogor, Satu Pelaku Ditangkap

Selasa, 31 Maret 2026 - 17:59 WIB

Mutilasi Freezer Bekasi Terungkap, Korban Dibunuh karena Tolak Ajakan Mencuri

Selasa, 31 Maret 2026 - 17:39 WIB

Pakistan Tawarkan Diri Jadi Tuan Rumah Perundingan AS-Iran di Tengah Eskalasi Total

Selasa, 31 Maret 2026 - 17:36 WIB

Cuaca Ekstrem Hantam 4 Daerah di Jateng dan Jabar, Ratusan KK Terdampak

Berita Terbaru