Skandal Rektor USU: KPK Selidiki Dugaan Korupsi Proyek Jalan di Sumut

Sabtu, 23 Agustus 2025 - 06:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Rektor USU, Muryanto Amin, diperiksa KPK di KPPN Padangsidimpuan terkait dugaan korupsi proyek jalan Sumut, Jumat (15/8/2025). (Dok-Istimewa)

Rektor USU, Muryanto Amin, diperiksa KPK di KPPN Padangsidimpuan terkait dugaan korupsi proyek jalan Sumut, Jumat (15/8/2025). (Dok-Istimewa)

JAKARTA, ONLINEWS.CO.IDKPK memeriksa Rektor Universitas Sumatera Utara (USU), Muryanto Amin (MA), sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi proyek jalan di Sumatera Utara, Jumat (15/8/2025).

Jubir KPK, Budi Prasetyo, menyebut pemeriksaan berlangsung di KPPN Padangsidimpuan. Selain Muryanto, KPK memanggil 12 saksi lain, termasuk pejabat Dinas PUPR, bendahara BBJN Sumut, PPK, dan pihak swasta. Proyek ini disebut “basah” karena diduga sarat korupsi berjamaah.

Baca Juga :  Cuaca Jakarta dan Kota Besar Indonesia Kamis 28 Mei 2026 Didominasi Berawan

Kasus ini menambah panjang daftar kontroversi rektor. Sebelumnya, publik digegerkan dugaan pelecehan seksual Rektor Universitas Pancasila (UP). Pengamat pendidikan, Edi Subkhan, menegaskan skandal ini mencoreng marwah kampus.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Mahasiswa sulit menghormati dosennya jika pemimpin kampus terjerat korupsi,” ucap Edi. Ia menekankan pentingnya guru besar sebagai penjaga moral tertinggi.

Sejumlah mahasiswa USU menggelar demo menolak keterlibatan rektor. Namun, aparat kampus membubarkan aksi tersebut, diduga atas perintah MA.

Baca Juga :  Operasi Ikan Sapu-Sapu DKI Jakarta Digelar Serentak Jumat Pagi, Ini 5 Lokasinya

‘Bagaimana kampus bisa jadi ruang demokrasi jika suara mahasiswa dibungkam?’ keluh seorang mahasiswa anonim.”

KPK menegaskan pemeriksaan ini baru tahap awal. Publik menunggu apakah KPK akan menetapkan Muryanto sebagai tersangka atau hanya saksi. Akibatnya, citra perguruan tinggi di tanah air semakin babak belur. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menag Nasaruddin Umar Sebut Indonesia Punya Masa Depan Cerah di Bawah Prabowo
Tim Sembilan Kejagung Geledah Rumah Febrie Adriansyah, Dokumen TPPU Disita
Prabowo Hadiri Zikir Kebangsaan di Monas, 100 Ribu Jemaah Bersatu
KemenHAM Dialog dengan Warga Batunya dan Sidatapa Usai Tragedi Main Hakim Sendiri
Mall Jakarta dan Surabaya Ramai-Ramai Pasang Pagar Tinggi, APPBI Ungkap Alasannya
BGN Bongkar Rekening Ganda dan Dapur Fiktif MBG, Rp311,2 Miliar Kembali ke Negara
Mutasi Besar Polri Juli 2026: Kapolri Rotasi 146 Perwira, Banyak Kapolres dan Pati Berganti
Jaksa Agung Mutasi 90 Kajari, Jakarta Barat hingga Bekasi Berganti Pimpinan

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 07:31 WIB

Menag Nasaruddin Umar Sebut Indonesia Punya Masa Depan Cerah di Bawah Prabowo

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 15:29 WIB

Tim Sembilan Kejagung Geledah Rumah Febrie Adriansyah, Dokumen TPPU Disita

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 15:10 WIB

Prabowo Hadiri Zikir Kebangsaan di Monas, 100 Ribu Jemaah Bersatu

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 12:55 WIB

KemenHAM Dialog dengan Warga Batunya dan Sidatapa Usai Tragedi Main Hakim Sendiri

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:54 WIB

Mall Jakarta dan Surabaya Ramai-Ramai Pasang Pagar Tinggi, APPBI Ungkap Alasannya

Berita Terbaru

Krisis imigrasi terbesar Afrika-Eropa. Spanyol berhasil memulangkan puluhan ribu migran dari Ceuta di tengah ketegangan diplomatik Uni Eropa. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Spanyol Pulangkan 50 Ribu Migran dan Italia Bekukan Schengen

Minggu, 2 Agu 2026 - 08:00 WIB

Pembelaan aturan digital anak. Pemerintah Australia mempertahankan kebijakan larangan media sosial anak di bawah 16 tahun meskipun delapan dari ten remaja masih aktif menggunakannya. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Pemerintah Australia Bela Aturan di Tengah Pelanggaran

Minggu, 2 Agu 2026 - 07:00 WIB