Skandal Rektor USU: KPK Selidiki Dugaan Korupsi Proyek Jalan di Sumut

Sabtu, 23 Agustus 2025 - 06:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Rektor USU, Muryanto Amin, diperiksa KPK di KPPN Padangsidimpuan terkait dugaan korupsi proyek jalan Sumut, Jumat (15/8/2025). (Dok-Istimewa)

Rektor USU, Muryanto Amin, diperiksa KPK di KPPN Padangsidimpuan terkait dugaan korupsi proyek jalan Sumut, Jumat (15/8/2025). (Dok-Istimewa)

JAKARTA, ONLINEWS.CO.IDKPK memeriksa Rektor Universitas Sumatera Utara (USU), Muryanto Amin (MA), sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi proyek jalan di Sumatera Utara, Jumat (15/8/2025).

Jubir KPK, Budi Prasetyo, menyebut pemeriksaan berlangsung di KPPN Padangsidimpuan. Selain Muryanto, KPK memanggil 12 saksi lain, termasuk pejabat Dinas PUPR, bendahara BBJN Sumut, PPK, dan pihak swasta. Proyek ini disebut “basah” karena diduga sarat korupsi berjamaah.

Baca Juga :  Polri Kerahkan 148 Personel ke Papua Tengah dan Maluku Utara, Perkuat Keamanan

Kasus ini menambah panjang daftar kontroversi rektor. Sebelumnya, publik digegerkan dugaan pelecehan seksual Rektor Universitas Pancasila (UP). Pengamat pendidikan, Edi Subkhan, menegaskan skandal ini mencoreng marwah kampus.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Mahasiswa sulit menghormati dosennya jika pemimpin kampus terjerat korupsi,” ucap Edi. Ia menekankan pentingnya guru besar sebagai penjaga moral tertinggi.

Sejumlah mahasiswa USU menggelar demo menolak keterlibatan rektor. Namun, aparat kampus membubarkan aksi tersebut, diduga atas perintah MA.

Baca Juga :  Menag Tegaskan Kurban Bukan Sekadar Ritual, Tapi Solusi Stunting

‘Bagaimana kampus bisa jadi ruang demokrasi jika suara mahasiswa dibungkam?’ keluh seorang mahasiswa anonim.”

KPK menegaskan pemeriksaan ini baru tahap awal. Publik menunggu apakah KPK akan menetapkan Muryanto sebagai tersangka atau hanya saksi. Akibatnya, citra perguruan tinggi di tanah air semakin babak belur. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Setelah Tetapkan Wamen Imipas Tersangka, KPK Kini Periksa 11 Saksi Kunci
Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang
Polda Metro Didesak Periksa Mantan Kabais TNI dalam Kasus Andrie Yunus
PM Jepang Sanae Takaichi Apresiasi Kesepakatan Damai AS-Iran
Anggaran Polri 2027 Kurang Rp66 Triliun, Remunerasi hingga Pemilu Jadi Alasan
António Guterres Saksikan Langsung Horor Kekerasan Geng
Kapal Perang Rusia Tembakkan Tembakan Peringatan
Donald Trump Sebut Benjamin Netanyahu Gila

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 17:26 WIB

Setelah Tetapkan Wamen Imipas Tersangka, KPK Kini Periksa 11 Saksi Kunci

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:24 WIB

Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:38 WIB

Polda Metro Didesak Periksa Mantan Kabais TNI dalam Kasus Andrie Yunus

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:17 WIB

PM Jepang Sanae Takaichi Apresiasi Kesepakatan Damai AS-Iran

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:48 WIB

António Guterres Saksikan Langsung Horor Kekerasan Geng

Berita Terbaru

Ilustrasi, Misi damai Vatikan di Asia Timur. Kardinal Lazzaro You Heung-sik menyebut Paus Leo XIV siap mengunjungi Korea Utara guna meredakan ketegangan politik regional. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang

Rabu, 17 Jun 2026 - 16:24 WIB

Sinergi Tokyo-Washington di G7. Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menggelar pertemuan bilateral singkat bersama Presiden AS Donald Trump untuk membahas isu Timur Tengah dan tarif dagang. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

PM Jepang Sanae Takaichi Apresiasi Kesepakatan Damai AS-Iran

Rabu, 17 Jun 2026 - 15:17 WIB