Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Masuk Ranah TNI, Ini Perkembangannya

Selasa, 31 Maret 2026 - 13:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin. (Posnews/ist)

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin. (Posnews/ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Penanganan kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, resmi memasuki babak baru.

Polda Metro Jaya melimpahkan perkara ini ke Puspom TNI setelah menemukan sejumlah fakta krusial.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin, menegaskan pihaknya mengambil langkah tersebut usai mengantongi hasil penyelidikan yang signifikan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Berdasarkan hasil penyelidikan, kami telah melimpahkan perkara ini ke Puspom TNI,” ujar Iman dalam RDPU bersama Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (31/3/2026).

Identitas Pelaku Terkuak, Empat Orang Terlibat

Sebelumnya, penyidik langsung bergerak cepat begitu menerima laporan. Hasilnya, polisi berhasil mengidentifikasi empat pelaku yang beraksi menggunakan dua sepeda motor.

Baca Juga :  Konflik Timur Tengah Memanas, Maskapai Dunia Batalkan Penerbangan Internasional

Iman mengungkapkan, dua pelaku yang sudah teridentifikasi berinisial BHC dan MAK.

Keduanya diduga menunggu korban di depan gerai cepat saji kawasan Cikini, lalu membuntuti hingga lokasi kejadian.

“Aksi terjadi saat korban melintas di Jalan Salemba I, persimpangan Jalan Talang, Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026) pukul 20.37 WIB,” jelasnya.

Selanjutnya, polisi mengamankan rekaman CCTV dengan kualitas gambar yang jelas.

Bukti visual ini menjadi kunci utama untuk mengungkap pola pergerakan pelaku usai melakukan penyerangan.

“Rekaman CCTV sangat membantu proses penyelidikan kami,” tegas Iman.

Pelaku Kabur dengan Rute Berliku

Lebih lanjut, para pelaku melarikan diri dengan rute yang cukup rumit.

Baca Juga :  PBB Peringatkan Bencana Peradaban: Kecam Ancaman Donald Trump Terhadap Infrastruktur Sipil Iran

Mereka sempat melawan arus dari Jalan Salemba menuju Pasar Senen, lalu bergerak ke Jalan Kramat Raya, Tugu Tani, hingga mengarah ke Stasiun Gondangdia dan wilayah Jakarta Selatan.

Pelimpahan kasus ke Puspom TNI menguatkan dugaan adanya keterlibatan oknum militer.

Karena itu, penanganan kini dilakukan lintas institusi untuk memastikan proses hukum berjalan transparan dan tuntas.

Kini, kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus memasuki fase krusial.

Dengan bukti CCTV yang kuat dan penanganan oleh Puspom TNI, publik mendesak aparat segera mengungkap pelaku hingga ke akar serta menegakkan hukum tanpa pandang bulu. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polisi Ungkap Buronan Meterai Palsu Tewas Lompat dari Apartemen
Polisi Gagalkan Peredaran Sabu Berkedok Pakan Burung di Bekasi
Kasus Impor Ilegal iPhone Naik ke Penuntutan, Bareskrim Kejar DPO
Usulan Provinsi Sunda Menguat, DPR Minta Kajian Menyeluruh
KPK Soroti Raja Juli Telat Lapor Dugaan Gratifikasi
Astamaops Kapolri: Tak Perlu Bentuk Satgas Baru untuk Papua
Lulusan S2 Rampok Toko Emas di Depok, Gasak Rp20 Juta demi Bayar Utang Pinjol
Waspada! Super New Moon Picu Banjir Rob di 18 Wilayah Pesisir Indonesia 8-22 Juli 2026

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 11:27 WIB

Polisi Gagalkan Peredaran Sabu Berkedok Pakan Burung di Bekasi

Rabu, 8 Juli 2026 - 11:03 WIB

Kasus Impor Ilegal iPhone Naik ke Penuntutan, Bareskrim Kejar DPO

Rabu, 8 Juli 2026 - 10:14 WIB

Usulan Provinsi Sunda Menguat, DPR Minta Kajian Menyeluruh

Rabu, 8 Juli 2026 - 10:02 WIB

KPK Soroti Raja Juli Telat Lapor Dugaan Gratifikasi

Rabu, 8 Juli 2026 - 09:54 WIB

Astamaops Kapolri: Tak Perlu Bentuk Satgas Baru untuk Papua

Berita Terbaru

Ledakan industri kecerdasan buatan. Samsung Electronics memproyeksikan lonjakan laba operasional hingga 19 kali lipat pada kuartal kedua tahun ini. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Raksasa Chip Samsung Cetak Rekor, Laba Melonjak

Rabu, 8 Jul 2026 - 15:28 WIB

Pukulan telak industri game. Microsoft memangkas 4.800 pekerja secara global dan merestrukturisasi divisi Xbox akibat krisis biaya perangkat keras. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

4.800 Pekerja Tumbang, Divisi Xbox Hadapi Krisis

Rabu, 8 Jul 2026 - 15:19 WIB

Dampak perang energi. Serangan drone jarak jauh Ukraina merusak unit penyulingan utama di kilang minyak Omsk, memicu potensi krisis bahan bakar di Rusia. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Gempuran Drone Ukraina Paksa Kilang Minyak Rusia Setop

Rabu, 8 Jul 2026 - 14:04 WIB

Langkah taktis pemimpin Reform UK. Nigel Farage memicu pemilu sela di Clacton guna menghindari penyelidikan komite etik terkait donasi rahasia. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Nigel Farage Mundur dari Parlemen Inggris

Rabu, 8 Jul 2026 - 13:56 WIB

Jalan buntu di Doha. Delegasi Amerika Serikat dan Iran mengakhiri perundingan tidak langsung tanpa menghasilkan kemajuan perdamaian yang nyata. Dok: REUTERS/Stringer

INTERNASIONAL

AS Gempur Sasaran Militer Iran Pasca-Serangan Kapal Tanker

Rabu, 8 Jul 2026 - 12:38 WIB