BEKASI, POSNEWS.CO.ID – Ledakan dan kebakaran brutal di Stasiun Pengisian Bulk Elpij (SPBE) Cimuning, Mustikajaya, Kota Bekasi, terus memakan korban.
Data terbaru menunjukkan jumlah korban melonjak menjadi 17 orang, mayoritas mengalami luka bakar serius akibat semburan api yang mengamuk tanpa ampun.
Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro, memastikan seluruh korban saat ini masih berjibaku melawan luka di rumah sakit.
“Sampai saat ini ada 17 orang yang dirawat,” tegasnya usai meninjau langsung lokasi kejadian.
Lebih lanjut, Kusumo mengungkap kondisi korban cukup memprihatinkan. Sebagian besar mengalami luka bakar di atas 50 persen—cedera yang tergolong berat dan berisiko tinggi.
Bahkan, satu korban dilaporkan berada dalam kondisi kritis dan masih mendapat penanganan intensif.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa. Namun, situasi ini tetap menjadi alarm keras atas bahaya kebakaran di fasilitas elpiji yang berada dekat permukiman warga.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebelumnya, Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, sempat menyebut jumlah korban sekitar 14 orang tak lama setelah kejadian.
Namun, seiring pendataan dan evakuasi, angka tersebut terus bertambah.
Di sisi lain, Pemerintah Kota Bekasi langsung mengambil langkah cepat. Seluruh biaya pengobatan korban dipastikan ditanggung pemerintah.
Pemkot juga menggandeng BPJS untuk menjamin perawatan korban, bahkan bagi warga yang tidak memiliki jaminan kesehatan tetap akan dilayani melalui program kesehatan daerah.
Insiden ini terjadi pada Rabu malam (1/4/2026) dan dipicu ledakan hebat dari area penyimpanan gas elpiji.
Api kemudian merambat cepat, melahap area SPBE dan menjalar ke lingkungan sekitar, meninggalkan luka dan trauma bagi warga.
Kini, aparat masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran.
Sementara itu, proses pemulihan korban dan evaluasi sistem keamanan SPBE menjadi perhatian utama agar tragedi serupa tak kembali terulang. (red)
Editor : Hadwan



















