Trump Beri Ultimatum 24 Jam Saat Iran Tuntut Akhir Perang

Selasa, 7 April 2026 - 14:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Diplomasi meja makan di Versailles. Presiden AS Donald Trump akan menghadiri jamuan makan malam mewah dari Presiden Prancis Emmanuel Macron pasca-KTT G7. Dok: Istimewa.

Diplomasi meja makan di Versailles. Presiden AS Donald Trump akan menghadiri jamuan makan malam mewah dari Presiden Prancis Emmanuel Macron pasca-KTT G7. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Amerika Serikat memperkeras ancaman militernya terhadap Iran pada Senin malam. Presiden Donald Trump menegaskan bahwa Iran akan menghadapi kehancuran infrastruktur total jika tidak segera membuka akses Selat Hormuz bagi energi global.

Dalam konteks ini, Trump memberikan ultimatum yang berakhir pada Selasa malam. Ia menyatakan militer AS siap meratakan setiap jembatan dan pembangkit listrik di seluruh penjuru Iran. “Satu titik nanti, tidak akan ada lagi orang yang tersisa untuk menyerah,” tegas Trump dalam konferensi pers di Gedung Putih.

Iran Tolak Gencatan Senjata: Menuntut Solusi Permanen

Teheran secara resmi menolak proposal gencatan senjata yang dikirimkan Amerika Serikat melalui Pakistan. Kantor berita IRNA melaporkan bahwa Iran justru mengajukan rencana 10 poin untuk mengakhiri perang secara tuntas. Selain itu, poin tersebut mencakup penghentian konflik regional, protokol navigasi aman, penghapusan sanksi, dan bantuan rekonstruksi nasional.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menegaskan bahwa tuntutan Iran bukan tanda kompromi. Sebaliknya, langkah ini mencerminkan kepercayaan diri Iran dalam mempertahankan posisinya. Teheran menganggap tuntutan 15 poin sebelumnya dari pihak Washington sebagai hal yang sangat berlebihan dan tidak masuk akal.

“Dude 44 Bravo”: Penyelamatan Pilot di Hari Paskah

Di tengah gemuruh mesin perang, Washington merayakan keberhasilan operasi penyelamatan seorang awak udara AS. Pesawat penerbang tersebut jatuh di wilayah pegunungan Iran pada Jumat lalu. Setelah itu, pasukan khusus melakukan operasi infiltrasi rahasia guna mengevakuasi sang perwira pada Minggu pagi saat matahari terbit.

Menteri Pertahanan Pete Hegseth menggunakan narasi religius yang sangat kuat dalam mendeskripsikan penyelamatan ini. Ia membandingkan kembalinya pilot “Dude 44 Bravo” tersebut dengan kebangkitan Yesus pada hari Paskah. Bahkan, Hegseth menegaskan bahwa komitmen awak pesawat untuk bertahan hidup di medan musuh telah memudahkan upaya penyelamatan militer.

Debat Kejahatan Perang dan Dampak Ekonomi

Rencana Trump untuk menyerang infrastruktur sipil memicu kritik tajam dari para pakar hukum internasional. Meskipun demikian, Trump menolak kekhawatiran mengenai potensi kejahatan perang tersebut. Ia berargumen bahwa rakyat Iran justru bersedia menderita demi mendapatkan kebebasan dari rezim saat ini.

Baca Juga :  Kebakaran Hebat di Tamansari, 1.268 Jiwa Selamat, Kerugian Capai Rp28 Miliar

Terlebih lagi, perang yang telah berlangsung selama enam pekan ini mulai memukul ekonomi Amerika Serikat. Lonjakan harga bahan bakar telah menyebabkan angka dukungan publik terhadap Trump merosot tajam. Akibatnya, Partai Republik kini menghadapi kecemasan besar menjelang pemilihan sela pada bulan November mendatang di tengah inflasi energi global yang kian parah.

Situasi Lapangan: Gempuran Udara Terhebat

Hegseth memperingatkan bahwa militer akan meluncurkan serangan udara terberat sejak awal konflik pada hari Senin dan Selasa. Bahkan, Israel baru saja mengonfirmasi tewasnya Kepala Intelijen Garda Revolusi Iran, Majid Khademi. Sebagai balasan, Iran meluncurkan rentetan rudal ke kota Haifa dan menyerang fasilitas energi di Kuwait, Bahrain, dan UEA.

Pada akhirnya, dunia kini menanti berakhirnya jam-jam kritis menjelang tenggat waktu Trump. Dengan demikian, keberhasilan diplomasi Pakistan di Islamabad menjadi harapan terakhir guna mencegah kehancuran total Timur Tengah. Hingga saat ini, tercatat 3.546 warga Iran dan 1.500 warga Lebanon tewas, sementara 13 tentara Amerika Serikat telah gugur dalam pertempuran.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PM Jepang Sanae Takaichi Apresiasi Kesepakatan Damai AS-Iran
António Guterres Saksikan Langsung Horor Kekerasan Geng
Kapal Perang Rusia Tembakkan Tembakan Peringatan
Donald Trump Sebut Benjamin Netanyahu Gila
Mikrofon Bocor Ungkap Obrolan Spontan Para Pemimpin Dunia
Alysa Liu dan Ilia Malinin Siap Beraksi di Skate America
Aliansi SoftBank dan OpenAI: Perangi Krisis Siber Jepang
Bos Nvidia Jensen Huang Desak Masyarakat Cepat Adaptasi

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:17 WIB

PM Jepang Sanae Takaichi Apresiasi Kesepakatan Damai AS-Iran

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:48 WIB

António Guterres Saksikan Langsung Horor Kekerasan Geng

Rabu, 17 Juni 2026 - 13:31 WIB

Kapal Perang Rusia Tembakkan Tembakan Peringatan

Rabu, 17 Juni 2026 - 11:12 WIB

Mikrofon Bocor Ungkap Obrolan Spontan Para Pemimpin Dunia

Rabu, 17 Juni 2026 - 10:01 WIB

Alysa Liu dan Ilia Malinin Siap Beraksi di Skate America

Berita Terbaru

Sinergi Tokyo-Washington di G7. Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menggelar pertemuan bilateral singkat bersama Presiden AS Donald Trump untuk membahas isu Timur Tengah dan tarif dagang. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

PM Jepang Sanae Takaichi Apresiasi Kesepakatan Damai AS-Iran

Rabu, 17 Jun 2026 - 15:17 WIB

Penderitaan di bawah kuasa geng. Sekretaris Jenderal PBB António Guterres mengunjungi Haiti guna menyaksikan langsung krisis kemanusiaan dan pengungsian massal akibat dominasi geng Viv Ansanm. Dok: (AP Photo/Danica Coto)

INTERNASIONAL

António Guterres Saksikan Langsung Horor Kekerasan Geng

Rabu, 17 Jun 2026 - 14:48 WIB

Ketegangan di perairan internasional. Sebuah kapal fregat militer Rusia melepaskan tembakan peringatan ke arah kapal pesiar berbendera Inggris di Selat Inggris. Dok: (AP Photo, File)

INTERNASIONAL

Kapal Perang Rusia Tembakkan Tembakan Peringatan

Rabu, 17 Jun 2026 - 13:31 WIB