Zambia Cabut Pajak BBM guna Lindungi Ekonomi dari Dampak Perang Iran

Kamis, 16 April 2026 - 11:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Langkah darurat fiskal. Pemerintah Zambia secara resmi menangguhkan pajak impor BBM guna meredam lonjakan harga minyak dunia akibat blokade Selat Hormuz, memprioritaskan daya beli rakyat di atas pendapatan negara tahun 2026. Dok: VCG.

Langkah darurat fiskal. Pemerintah Zambia secara resmi menangguhkan pajak impor BBM guna meredam lonjakan harga minyak dunia akibat blokade Selat Hormuz, memprioritaskan daya beli rakyat di atas pendapatan negara tahun 2026. Dok: VCG.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Pemerintah Zambia mengambil langkah agresif guna membentengi ekonomi nasional dari volatilitas pasar energi global. Menteri Keuangan Situmbeko Musokotwane mengonfirmasi penghapusan sementara pajak bahan bakar utama mulai bulan ini.

Dalam konteks ini, kebijakan tersebut muncul sebagai respon atas meroketnya harga minyak mentah internasional. Oleh karena itu, Lusaka berupaya mencegah efek domino krisis Timur Tengah yang kini mulai mengancam stabilitas fiskal negara-negara di benua Afrika pada tahun 2026.

Pengorbanan Pendapatan Negara sebesar $\$200$ Juta

Zambia memproyeksikan kehilangan pendapatan sebesar $\$200$ juta (sekitar 5,4 triliun Kwacha) selama tiga bulan ke depan. Angka ini merupakan hasil dari penangguhan bea cukai dan penerapan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) nol persen untuk seluruh produk minyak bumi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami harus bertindak cepat guna melindungi produktivitas nasional,” tegas Musokotwane dalam forum IMF di Washington. Akibatnya, anggaran belanja publik akan mengalami pengetatan yang signifikan. Namun, pemerintah memandang pemberian subsidi pajak ini lebih efektif guna menjaga roda industri tetap berputar dibandingkan membiarkan harga bensin melambung tinggi di tingkat konsumen.

Baca Juga :  Dewan Perdamaian Trump Desak PBB Lakukan Pelucutan Senjata Hamas

Ancaman Selat Hormuz dan Risiko Inflasi Afrika

Musokotwane memperingatkan bahwa gangguan navigasi di Selat Hormuz merupakan ancaman nyata bagi ketahanan energi global. Jalur tersebut sangat vital bagi pasokan minyak menuju pelabuhan-pelabuhan di pesisir Afrika. Dalam hal ini, penutupan jalur maritim tersebut dapat memicu lonjakan biaya logistik secara instan.

Lebih lanjut, ia menyoroti bahwa situasi ini memberikan beban ganda bagi negara-negara Afrika yang sedang berjuang pulih dari krisis ekonomi sebelumnya. Oleh sebab itu, kenaikan harga BBM berisiko tinggi mendorong inflasi pangan dan meningkatkan biaya operasional sektor manufaktur. “Ekonomi yang hanya bersifat reaktif terhadap krisis akan sulit menyerap guncangan eksternal semacam ini,” tambahnya.

Seruan Reformasi Domestik dan Keamanan Energi

Sebagai solusi jangka panjang, Zambia mendesak pemerintah di seluruh Afrika untuk mengadopsi strategi fiskal yang lebih visioner. Secara khusus, Musokotwane menyerukan penguatan keamanan energi melalui diversifikasi sumber pasokan dan peningkatan kapasitas produksi domestik.

Baca Juga :  Mengapa Kita Perlu Desain yang Tahan Lama Secara Emosional

Terlebih lagi, ia menekankan bahwa bantuan finansial internasional bukanlah solusi tunggal. Sebagai hasilnya, setiap negara harus melakukan reformasi internal guna meningkatkan efisiensi pengeluaran publik. “Ekonomi yang memproduksi lebih banyak dan berdagang secara kompetitif akan memiliki daya tahan yang lebih kuat,” ujar sang menteri. Kedaulatan ekonomi di tahun 2026 kini bergantung pada kemampuan negara dalam mengelola sumber daya secara mandiri di tengah anarki pasar global.

Menanti Stabilitas Pasar Global

Masa depan pertumbuhan ekonomi Zambia kini dipertaruhkan pada efektivitas kebijakan pajak tiga bulan ini. Pada akhirnya, pemerintah berharap pasar energi di Timur Tengah segera mencapai titik de-eskalasi sebelum masa penangguhan pajak berakhir pada Juni mendatang.

Dengan demikian, masyarakat internasional memantau apakah langkah berani Zambia ini akan diikuti oleh negara-negara tetangga di kawasan SADC. Di tahun 2026 yang penuh ketidakpastian, perlindungan terhadap daya beli rakyat menjadi instrumen politik yang paling krusial bagi setiap pemimpin negara berkembang.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pentagon Tuduh Jenderal Brett Sylvia Bocorkan Rahasia Negara
Hakim Federal Tolak Permintaan Pemerintahan Trump Soal Suara
Menhan AS Pete Hegseth Pecat Perencana Militer Utama
Biaya Perang Iran Melonjak Hingga 47,1 Miliar Dolar AS
Tabrakan Kereta Cepat di Toledo Spanyol Menewaskan 68 Orang
Jepang dan Jerman Sepakat Perkuat Kerja Sama Mineral Kritis
Perayaan Meriah Festival Sembilan Dewa Kaisar
Fenomena Fesyen Gothic Lolita Jepang Kembali Memikat Hati

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 09:44 WIB

Pentagon Tuduh Jenderal Brett Sylvia Bocorkan Rahasia Negara

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:42 WIB

Hakim Federal Tolak Permintaan Pemerintahan Trump Soal Suara

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:39 WIB

Menhan AS Pete Hegseth Pecat Perencana Militer Utama

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:42 WIB

Biaya Perang Iran Melonjak Hingga 47,1 Miliar Dolar AS

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:40 WIB

Tabrakan Kereta Cepat di Toledo Spanyol Menewaskan 68 Orang

Berita Terbaru

Visa kolaborasi dengan MOONTON dan Bank Jago rilis kartu debit edisi terbatas MLBB M8 serta jadi sponsor M Series. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Visa Gandeng MOONTON dan Bank Jago: Hadirkan Kartu Debit

Minggu, 1 Nov 2026 - 16:52 WIB

GameSir merilis controller G7 Pro edisi Sunset Boulevard dan Ocean Breeze bernuansa Vice City GTA 6. Simak spesifikasi sensor TMR. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

GameSir Rilis Controller G7 Pro Edisi Vice City GTA 6

Minggu, 1 Nov 2026 - 16:00 WIB