Krisis Loyalitas NATO: Bocoran Email Pentagon Ungkap Rencana AS Hukum Spanyol dan Inggris

Sabtu, 25 April 2026 - 07:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Diplomasi meja makan di Versailles. Presiden AS Donald Trump akan menghadiri jamuan makan malam mewah dari Presiden Prancis Emmanuel Macron pasca-KTT G7. Dok: Istimewa.

Diplomasi meja makan di Versailles. Presiden AS Donald Trump akan menghadiri jamuan makan malam mewah dari Presiden Prancis Emmanuel Macron pasca-KTT G7. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Fondasi aliansi transatlantik NATO mengalami guncangan internal yang hebat. Sebuah dokumen rahasia Pentagon memaparkan rencana strategis baru. Washington ingin menghukum negara anggota yang tidak kooperatif dalam perang terhadap Iran.

Dalam konteks ini, bocoran email mencerminkan kekecewaan mendalam terhadap administrasi Donald Trump. Oleh karena itu, Washington kini mempertimbangkan langkah-langkah punitif. Langkah ini bertujuan memastikan kontribusi nyata setiap anggota NATO bagi keamanan global.

Sengketa Hak ABO: Dasar Loyalitas NATO

Pilar utama perselisihan ini berakar pada penolakan sejumlah negara Eropa. Mereka enggan memberikan hak lintas udara dan penggunaan pangkalan militer bagi armada AS. Seorang pejabat Pentagon menegaskan pentingnya standar minimum ABO bagi setiap anggota aliansi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Secara khusus, Washington membidik Spanyol di bawah kepemimpinan sosialis. Madrid melarang penggunaan pangkalan Morón dan pangkalan laut Rota untuk menyerang Iran. Akibatnya, Pentagon mengusulkan opsi penangguhan Spanyol dari posisi strategis di birokrasi NATO. Langkah ini berfungsi sebagai peringatan keras bagi Madrid.

Baca Juga :  Sakit Hati Diludahi, Penagih Utang Habisi Nyawa Pemuda Tangerang - Buang Jasad di Cikupa

Tekanan bagi London: Isu Kedaulatan Kepulauan Falkland

Langkah paling mengejutkan adalah opsi peninjauan kembali kedaulatan Kepulauan Falkland. Dalam hal ini, Washington berniat memanfaatkan isu sensitif tersebut sebagai alat tawar politik. Target utamanya adalah Perdana Menteri Keir Starmer.

Terlebih lagi, Presiden Donald Trump sebelumnya melontarkan kritik pedas kepada Starmer. Ia menyebut pemimpin Inggris itu bukan sosok Winston Churchill. Trump kesal karena Inggris awalnya menolak penggunaan pangkalan udara di wilayah konflik. Presiden Argentina Javier Milei kini merupakan sekutu dekat Trump. Oleh sebab itu, perubahan posisi AS terkait Falkland akan memukul diplomasi London secara mematikan.

Narasi “Macan Kertas” dan Ancaman Penarikan Diri

Sekretaris Pers Pentagon, Kingsley Wilson, mengonfirmasi pencarian opsi penguatan aliansi. Pemerintah ingin memastikan sekutu tidak hanya menjadi “macan kertas”. Selain itu, retorika penarikan diri Amerika Serikat dari NATO kembali menguat di Gedung Putih.

Baca Juga :  Mengapa Merah Berarti Indah bagi Jiwa Rusia

Menteri Pertahanan Pete Hegseth menambahkan bahwa perang Iran menyingkap kerentanan sistemik di Eropa. Menurutnya, rudal Iran mampu menjangkau daratan Eropa. Namun, para pemimpin benua tersebut tetap ragu untuk berdiri bersama Washington. “Aliansi tidak akan kuat jika anggota lain enggan mendampingi Anda saat Anda membutuhkan mereka,” tegas Hegseth.

Respon Eropa: Antara Kedaulatan dan Aliansi

Inggris dan Prancis berkukuh pada kedaulatan mereka. Mereka menilai keterlibatan dalam blokade laut AS sama dengan menyatakan perang secara resmi. Meskipun demikian, mereka bersedia menjaga navigasi di Selat Hormuz setelah gencatan senjata permanen tercapai.

Pada akhirnya, kedaulatan kebijakan luar negeri setiap negara bertabrakan dengan prinsip “America First”. Dengan demikian, perdebatan internal di Pentagon mempertaruhkan masa depan NATO. Konflik ini memuncak di tengah berkecamuknya api peperangan di Timur Tengah.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PM Jepang Sanae Takaichi Apresiasi Kesepakatan Damai AS-Iran
António Guterres Saksikan Langsung Horor Kekerasan Geng
Kapal Perang Rusia Tembakkan Tembakan Peringatan
Donald Trump Sebut Benjamin Netanyahu Gila
Mikrofon Bocor Ungkap Obrolan Spontan Para Pemimpin Dunia
Alysa Liu dan Ilia Malinin Siap Beraksi di Skate America
Aliansi SoftBank dan OpenAI: Perangi Krisis Siber Jepang
Bos Nvidia Jensen Huang Desak Masyarakat Cepat Adaptasi

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:17 WIB

PM Jepang Sanae Takaichi Apresiasi Kesepakatan Damai AS-Iran

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:48 WIB

António Guterres Saksikan Langsung Horor Kekerasan Geng

Rabu, 17 Juni 2026 - 13:31 WIB

Kapal Perang Rusia Tembakkan Tembakan Peringatan

Rabu, 17 Juni 2026 - 12:21 WIB

Donald Trump Sebut Benjamin Netanyahu Gila

Rabu, 17 Juni 2026 - 10:01 WIB

Alysa Liu dan Ilia Malinin Siap Beraksi di Skate America

Berita Terbaru

Sinergi Tokyo-Washington di G7. Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menggelar pertemuan bilateral singkat bersama Presiden AS Donald Trump untuk membahas isu Timur Tengah dan tarif dagang. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

PM Jepang Sanae Takaichi Apresiasi Kesepakatan Damai AS-Iran

Rabu, 17 Jun 2026 - 15:17 WIB

Penderitaan di bawah kuasa geng. Sekretaris Jenderal PBB António Guterres mengunjungi Haiti guna menyaksikan langsung krisis kemanusiaan dan pengungsian massal akibat dominasi geng Viv Ansanm. Dok: (AP Photo/Danica Coto)

INTERNASIONAL

António Guterres Saksikan Langsung Horor Kekerasan Geng

Rabu, 17 Jun 2026 - 14:48 WIB

Ketegangan di perairan internasional. Sebuah kapal fregat militer Rusia melepaskan tembakan peringatan ke arah kapal pesiar berbendera Inggris di Selat Inggris. Dok: (AP Photo, File)

INTERNASIONAL

Kapal Perang Rusia Tembakkan Tembakan Peringatan

Rabu, 17 Jun 2026 - 13:31 WIB

Hubungan sekutu yang retak. Presiden Donald Trump mengecam keras Benjamin Netanyahu karena rencana pengeboman Beirut mengancam kelangsungan rencana damai dengan Iran. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Donald Trump Sebut Benjamin Netanyahu Gila

Rabu, 17 Jun 2026 - 12:21 WIB