BEKASI, POSNEWS.CO.ID – Kecelakaan kereta api mengerikan terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam.
Insiden ini langsung memicu kepanikan dan menimbulkan puluhan korban.
Data sementara hingga Selasa (28/4/2026) pukul 01.00 WIB mencatat total 74 korban. Dari jumlah itu, lima orang dilaporkan tewas, sementara puluhan lainnya mengalami luka-luka.
Petugas bergerak cepat mengevakuasi korban ke sejumlah rumah sakit. Di antaranya RSUD Kota Bekasi, RS Primaya Bekasi, dan RS Bella Bekasi.
Sebagian besar korban dirawat di RSUD Kota Bekasi dengan jumlah mencapai puluhan orang. Sementara lainnya tersebar di dua rumah sakit swasta.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengungkap jumlah korban masih terus diperbarui. Hingga dini hari, tercatat 59 korban dirawat di RSUD, 12 di Primaya, dan 3 di RS Bella.
“Pendataan masih berjalan, jumlah korban terus kami update,” tegasnya saat meninjau lokasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Korban Tewas Bertambah, Situasi Mencekam
Sementara itu, laporan awal menyebut empat korban meninggal dunia. Namun data terbaru menunjukkan jumlah korban tewas meningkat menjadi lima orang.
Tiga jenazah berada di RSUD Kota Bekasi, sementara sisanya di rumah sakit lain. Kondisi ini membuat suasana semakin mencekam.
Selanjutnya, seluruh korban dipastikan mendapat penanganan medis intensif.
Pemerintah daerah menggandeng BPJS, Jasa Raharja, dan PT Kereta Api Indonesia untuk mempercepat penanganan.
Bahkan, korban tanpa jaminan kesehatan tetap dilayani penuh oleh rumah sakit.
Investigasi Penyebab Kecelakaan
Di sisi lain, aparat masih menyelidiki penyebab tabrakan maut ini. Dugaan awal mengarah pada gangguan operasional, namun penyebab pasti masih menunggu hasil investigasi resmi.
Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada dan mengikuti arahan petugas. Insiden ini menjadi pengingat keras pentingnya keselamatan transportasi publik. (red)
Editor : Hadwan


















