BEKASI, POSNEWS.CO.ID – Dampak tabrakan maut KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL Cikarang Line di Stasiun Bekasi Timur terus terasa. RSUD Kota Bekasi menerima puluhan korban dengan luka serius, Selasa (28/4/2026).
Para korban kini masih menjalani perawatan intensif. Sebagian bahkan harus masuk meja operasi akibat cedera parah.
Direktur Utama RSUD Kota Bekasi, dr. Ellya Niken Prastiwi, mengungkapkan mayoritas korban mengalami luka memar hingga patah tulang di bagian tangan dan kaki.
“Ada yang sudah dioperasi, ada juga yang masih menunggu tindakan operasi. Banyak yang mengalami patah tulang,” ujarnya.
17 Korban Dirawat Intensif, Kondisi Masih Dipantau
Selanjutnya, rumah sakit masih merawat sekitar 17 pasien secara intensif di ruang Bougenville. Mereka menjalani observasi ketat serta tindakan medis lanjutan.
“Sekitar 17 pasien masih dirawat inap untuk operasi maupun observasi,” jelas Ellya.
Di sisi lain, kondisi sebagian korban mulai membaik. Sebanyak 15 pasien telah dipulangkan dan melanjutkan perawatan secara rawat jalan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Korban Tewas, Jenazah Dipulangkan ke Daerah Asal
Namun, tragedi ini tetap menyisakan duka mendalam. Tercatat tiga korban meninggal dunia di RSUD Kota Bekasi.
Seluruh jenazah telah diserahkan kepada keluarga. Bahkan, beberapa korban sudah diberangkatkan ke kampung halaman di Jawa, termasuk Cilacap dan Purworejo.
Hingga kini, tim medis terus bekerja tanpa henti. Mereka memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan maksimal.
Sementara itu, aparat masih melakukan pendataan dan penyelidikan terkait penyebab kecelakaan yang mengguncang Bekasi ini.
Dengan demikian, tragedi ini menjadi peringatan keras bahwa keselamatan transportasi harus menjadi prioritas utama. (red)
Editor : Hadwan


















