BEIRUT, POSNEWS.CO.ID – Eskalasi kekerasan kembali mengguncang Lebanon Selatan meskipun kesepakatan penghentian permusuhan sedang berlangsung. Serangan udara Israel di desa Zebdine pada hari Kamis mengakibatkan jatuhnya korban jiwa baru dan memicu gelombang kecaman diplomatik.
Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan bahwa enam orang tewas dalam serangan tersebut. Kantor Berita Nasional (NNA) menyatakan bahwa sebuah drone Israel menargetkan sekelompok warga yang sedang berkumpul di dekat pemakaman desa Zebdine. Akibatnya, jumlah warga Lebanon yang tewas dalam serangkaian serangan di wilayah selatan pada hari Kamis meningkat menjadi sedikitnya 15 orang.
Kecaman Presiden Joseph Aoun: Pelanggaran Gencatan Senjata
Presiden Lebanon, Joseph Aoun, menyampaikan protes keras terhadap aksi militer tersebut. Ia menilai Israel terus melakukan pelanggaran nyata meskipun gencatan senjata telah disepakati sebelumnya. Selain itu, Aoun menyoroti penghancuran rumah tinggal dan tempat ibadah yang terus berlanjut.
“Tekanan harus diberikan kepada Israel untuk memastikan mereka menghormati hukum serta konvensi internasional,” tegas Aoun. Ia juga mendesak agar Israel berhenti menargetkan warga sipil, paramedis, pertahanan sipil, serta organisasi kemanusiaan lainnya. Menurutnya, jumlah korban tewas dan luka-luka yang terus meningkat setiap hari merupakan bukti kegagalan kepatuhan terhadap hukum perang.
Inisiatif Donald Trump: Negosiasi Langsung di Washington
Di tengah situasi yang memanas, secercah harapan diplomasi muncul dari Washington. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan niatnya untuk mempertemukan para pemimpin yang bertikai. Trump berharap dapat menjamu Presiden Joseph Aoun dan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dalam beberapa minggu mendatang.
Pertemuan tersebut bertujuan untuk memulai negosiasi langsung guna mengakhiri sengketa wilayah dan keamanan secara permanen. Langkah ini dianggap sebagai manuver berani Trump untuk menstabilkan kawasan Timur Tengah yang kini sedang berada dalam krisis energi dan militer yang hebat.
Komitmen PM Nawaf Salam di Hari Buruh
Sementara itu, Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam memberikan pesan optimisme kepada rakyatnya melalui unggahan di platform X dalam rangka memperingati Hari Buruh. Salam menegaskan bahwa pemerintah tidak akan berhenti bekerja keras untuk memulihkan setiap inci wilayah Lebanon yang masih diduduki.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami akan terus bekerja keras untuk meningkatkan kondisi kehidupan Anda dan menghidupkan kembali ekonomi,” tulis Salam. Ia berjanji untuk menciptakan lapangan kerja baru dan memulihkan stabilitas nasional. Singkatnya, Salam ingin menempatkan Lebanon kembali pada jalur pemulihan sejati di tengah tantangan keamanan yang masih membayangi kedaulatan negara di tahun 2026 ini.
Diplomasi di Bawah Bayang-Bayang Serangan
Tragedi di Zebdine menunjukkan betapa rapuhnya situasi keamanan di perbatasan Lebanon-Israel. Masyarakat internasional kini menanti apakah inisiatif negosiasi langsung di Washington mampu meredam kekerasan di lapangan.
Oleh karena itu, efektivitas tekanan diplomatik global akan menjadi faktor kunci dalam dua pekan ke depan. Tanpa adanya jaminan perlindungan bagi warga sipil dan petugas kemanusiaan, jalan menuju perdamaian permanen di Lebanon akan tetap terjal dan penuh hambatan.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia

















