Serangan Drone Israel Tewaskan Warga di Tengah Rencana Negosiasi Trump

Sabtu, 2 Mei 2026 - 12:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tragedi di tengah harapan. Serangan drone Israel di desa Zebdine menewaskan enam orang saat Presiden Donald Trump bersiap menjamu pemimpin Lebanon dan Israel untuk negosiasi langsung di Washington. Dok: Istimewa.

Tragedi di tengah harapan. Serangan drone Israel di desa Zebdine menewaskan enam orang saat Presiden Donald Trump bersiap menjamu pemimpin Lebanon dan Israel untuk negosiasi langsung di Washington. Dok: Istimewa.

BEIRUT, POSNEWS.CO.ID – Eskalasi kekerasan kembali mengguncang Lebanon Selatan meskipun kesepakatan penghentian permusuhan sedang berlangsung. Serangan udara Israel di desa Zebdine pada hari Kamis mengakibatkan jatuhnya korban jiwa baru dan memicu gelombang kecaman diplomatik.

Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan bahwa enam orang tewas dalam serangan tersebut. Kantor Berita Nasional (NNA) menyatakan bahwa sebuah drone Israel menargetkan sekelompok warga yang sedang berkumpul di dekat pemakaman desa Zebdine. Akibatnya, jumlah warga Lebanon yang tewas dalam serangkaian serangan di wilayah selatan pada hari Kamis meningkat menjadi sedikitnya 15 orang.

Kecaman Presiden Joseph Aoun: Pelanggaran Gencatan Senjata

Presiden Lebanon, Joseph Aoun, menyampaikan protes keras terhadap aksi militer tersebut. Ia menilai Israel terus melakukan pelanggaran nyata meskipun gencatan senjata telah disepakati sebelumnya. Selain itu, Aoun menyoroti penghancuran rumah tinggal dan tempat ibadah yang terus berlanjut.

“Tekanan harus diberikan kepada Israel untuk memastikan mereka menghormati hukum serta konvensi internasional,” tegas Aoun. Ia juga mendesak agar Israel berhenti menargetkan warga sipil, paramedis, pertahanan sipil, serta organisasi kemanusiaan lainnya. Menurutnya, jumlah korban tewas dan luka-luka yang terus meningkat setiap hari merupakan bukti kegagalan kepatuhan terhadap hukum perang.

Baca Juga :  Valentine 2026: Mengapa Experience Gift Kini Lebih Populer?

Inisiatif Donald Trump: Negosiasi Langsung di Washington

Di tengah situasi yang memanas, secercah harapan diplomasi muncul dari Washington. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan niatnya untuk mempertemukan para pemimpin yang bertikai. Trump berharap dapat menjamu Presiden Joseph Aoun dan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dalam beberapa minggu mendatang.

Pertemuan tersebut bertujuan untuk memulai negosiasi langsung guna mengakhiri sengketa wilayah dan keamanan secara permanen. Langkah ini dianggap sebagai manuver berani Trump untuk menstabilkan kawasan Timur Tengah yang kini sedang berada dalam krisis energi dan militer yang hebat.

Komitmen PM Nawaf Salam di Hari Buruh

Sementara itu, Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam memberikan pesan optimisme kepada rakyatnya melalui unggahan di platform X dalam rangka memperingati Hari Buruh. Salam menegaskan bahwa pemerintah tidak akan berhenti bekerja keras untuk memulihkan setiap inci wilayah Lebanon yang masih diduduki.

Baca Juga :  Update RSCM: Andrie Yunus Alami Luka Bakar 20 Persen, Mata Kanan Terancam

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami akan terus bekerja keras untuk meningkatkan kondisi kehidupan Anda dan menghidupkan kembali ekonomi,” tulis Salam. Ia berjanji untuk menciptakan lapangan kerja baru dan memulihkan stabilitas nasional. Singkatnya, Salam ingin menempatkan Lebanon kembali pada jalur pemulihan sejati di tengah tantangan keamanan yang masih membayangi kedaulatan negara di tahun 2026 ini.

Diplomasi di Bawah Bayang-Bayang Serangan

Tragedi di Zebdine menunjukkan betapa rapuhnya situasi keamanan di perbatasan Lebanon-Israel. Masyarakat internasional kini menanti apakah inisiatif negosiasi langsung di Washington mampu meredam kekerasan di lapangan.

Oleh karena itu, efektivitas tekanan diplomatik global akan menjadi faktor kunci dalam dua pekan ke depan. Tanpa adanya jaminan perlindungan bagi warga sipil dan petugas kemanusiaan, jalan menuju perdamaian permanen di Lebanon akan tetap terjal dan penuh hambatan.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penembakan Tokoh Suku Picu Kontak Senjata Berdarah, 3 Tewas
Mojtaba Khamenei Dinyatakan Sehat Walafiat
101 Orang Dipulangkan, Polisi Kejar Aktor Intelektual Aksi Anarkis
Iran Ancam Serangan Panjang dan Menyakitkan Terhadap Posisi AS
He Lifeng Serukan Penguatan Kerja Sama China-Belgia
Bocah 4 Tahun di Rokan Hilir Meninggal Diduga Diperkosa, Polisi Usut Tuntas
Pakistan Resmikan Kapal Selam Kelas Hangor Pertama di China
Australia dan Korea Selatan Perkuat Pasokan di Tengah Krisis

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 15:07 WIB

Penembakan Tokoh Suku Picu Kontak Senjata Berdarah, 3 Tewas

Sabtu, 2 Mei 2026 - 13:04 WIB

Mojtaba Khamenei Dinyatakan Sehat Walafiat

Sabtu, 2 Mei 2026 - 12:58 WIB

Serangan Drone Israel Tewaskan Warga di Tengah Rencana Negosiasi Trump

Sabtu, 2 Mei 2026 - 12:29 WIB

101 Orang Dipulangkan, Polisi Kejar Aktor Intelektual Aksi Anarkis

Sabtu, 2 Mei 2026 - 11:54 WIB

Iran Ancam Serangan Panjang dan Menyakitkan Terhadap Posisi AS

Berita Terbaru

Ilustrasi, Eskalasi kekerasan di perbatasan. Pembunuhan seorang tetua suku yang anti-militan memicu baku tembak sengit antara komite perdamaian lokal dan kelompok bersenjata di wilayah Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Penembakan Tokoh Suku Picu Kontak Senjata Berdarah, 3 Tewas

Sabtu, 2 Mei 2026 - 15:07 WIB

Menepis spekulasi. Pejabat senior Iran menegaskan bahwa Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei dalam kondisi kesehatan yang prima dan tetap menjalankan tugas negara secara aktif, membantah laporan mengenai cedera akibat serangan udara. Dok: Xinhua.

INTERNASIONAL

Mojtaba Khamenei Dinyatakan Sehat Walafiat

Sabtu, 2 Mei 2026 - 13:04 WIB

Ilustrasi, Ambang perang terbuka. Teheran memperingatkan balasan mematikan jika Washington melancarkan serangan baru, sementara penutupan Selat Hormuz terus mencekik 20% pasokan energi dunia. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Iran Ancam Serangan Panjang dan Menyakitkan Terhadap Posisi AS

Sabtu, 2 Mei 2026 - 11:54 WIB