Protes Hari Buruh Filipina 2026: Ribuan Massa Kecam Krisis Energi

Sabtu, 2 Mei 2026 - 17:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gelombang protes di Manila. Ribuan buruh Filipina turun ke jalan pada Hari Buruh Internasional untuk memprotes lonjakan harga kebutuhan akibat krisis Timur Tengah dan menolak keterlibatan militer AS di wilayah tersebut. Dok: Istimewa.

Gelombang protes di Manila. Ribuan buruh Filipina turun ke jalan pada Hari Buruh Internasional untuk memprotes lonjakan harga kebutuhan akibat krisis Timur Tengah dan menolak keterlibatan militer AS di wilayah tersebut. Dok: Istimewa.

MANILA, POSNEWS.CO.ID – Ribuan buruh di Filipina memperingati Hari Buruh Internasional dengan menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di Metro Manila dan kota-kota besar lainnya. Mereka menyuarakan kekhawatiran mendalam terhadap krisis ekonomi yang diperburuk oleh konflik bersenjata di Timur Tengah.

Koalisi buruh Kilusang Mayo Uno (KMU) memimpin demonstrasi yang menyasar Kedutaan Besar Amerika Serikat di Manila. Pihak berwenang memperkirakan sekitar 8.000 pengunjuk rasa ikut serta dalam aksi tersebut guna menuntut keadilan ekonomi dan kedaulatan nasional.

Dampak Krisis Timur Tengah Terhadap Buruh

KMU menegaskan bahwa konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran telah memperdalam kesulitan ekonomi rakyat. Perang tersebut menyeret pekerja di Filipina ke dalam jurang kelaparan, kemiskinan, dan penderitaan yang parah.

Guncangan harga minyak global saat ini melumpuhkan operasional pengemudi transportasi umum dan menghantam komunitas berpenghasilan rendah secara langsung. Oleh karena itu, massa menuntut pemerintah untuk segera menaikkan upah layak dan menghapus pajak tertentu pada barang kebutuhan pokok. “Hentikan mesin perang AS, amankan mata pencaharian kami,” tulis salah satu poster yang dibawa pengunjuk rasa.

Kritik Terhadap Militerisme dan Inisiatif “Pax Silica”

Selain isu ekonomi, aktivis politik mengecam sikap diam pemerintah Filipina terhadap konflik di Timur Tengah. KMU menilai Manila justru semakin mempererat hubungan militer dengan Washington melalui latihan “Balikatan” yang provokatif.

Sekretaris Jenderal Aliansi Bagong Alyansang Makabayan (Bayan), Mong Palatino, menyatakan penolakan terhadap penggunaan Filipina sebagai panggung militer AS. Ia mengkritik inisiatif “Pax Silica” yang dianggap memperketat posisi Filipina dalam rantai kendali perang Amerika. Menurutnya, ekspansionisme tersebut hanya akan membahayakan komunitas lokal dan mengganggu stabilitas ekonomi regional.

Pengamanan Ketat dan Insiden Luka-Luka

Kepolisian Nasional Filipina (PNP) mengerahkan lebih dari 106.000 personel di seluruh negeri untuk menjaga ketertiban selama demonstrasi berlangsung. Fokus pengamanan utama berada di sekitar area diplomatik dan pusat pemerintahan yang menjadi titik kumpul massa.

Baca Juga :  Pendiri Wikipedia Tolak Kecerdasan Buatan Sunting Artikel

Meskipun sebagian besar aksi berjalan damai, bentrokan kecil terjadi di dekat Kedutaan Besar AS. Pihak kepolisian mengumumkan bahwa tujuh petugas mengalami luka-luka selama kericuhan tersebut. Otoritas tetap mengimbau massa untuk menyampaikan aspirasi secara tertib tanpa merusak fasilitas umum.

Tantangan Ekonomi di Tahun Geopolitik

Aksi Hari Buruh tahun 2026 ini menunjukkan pergeseran fokus gerakan buruh Filipina dari isu domestik ke isu geopolitik global. Buruh kini menyadari bahwa stabilitas di Timur Tengah berkaitan erat dengan isi piring mereka di rumah.

Dengan demikian, pemerintah Filipina menghadapi tantangan besar untuk menyeimbangkan aliansi militernya dengan kebutuhan perlindungan ekonomi rakyat. Masyarakat kini menanti apakah Manila akan merespons tuntutan kenaikan upah di tengah inflasi energi yang terus menghantui pasar domestik.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Los Angeles Dodgers Amankan Tiket Postseason MLB
Serangan Terhadap Pipa Minyak Arab Saudi dan Kapal Teluk
Kanada Jajaki Status Anggota Asosiasi Uni Eropa
Presiden Xi Jinping Dorong Blok BRICS Jadi Juru Damai Konflik
Hakim Federal Batalkan Rencana Pemangkasan Staf FEMA 50%
Peluncuran Konsol Retro NEOGEO AES+ Ditunda
Iran Ancam Balas Setiap Serangan Baru AS terhadap Asetnya
Ekstremisme Nihilistik Online Ancam Keamanan Eropa

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 15:24 WIB

Los Angeles Dodgers Amankan Tiket Postseason MLB

Selasa, 15 September 2026 - 07:24 WIB

Serangan Terhadap Pipa Minyak Arab Saudi dan Kapal Teluk

Selasa, 15 September 2026 - 06:19 WIB

Kanada Jajaki Status Anggota Asosiasi Uni Eropa

Minggu, 13 September 2026 - 20:57 WIB

Presiden Xi Jinping Dorong Blok BRICS Jadi Juru Damai Konflik

Minggu, 13 September 2026 - 19:56 WIB

Hakim Federal Batalkan Rencana Pemangkasan Staf FEMA 50%

Berita Terbaru

Ilustrasi, prakiraan cuaca Jabodetabek BMKG 16 September 2026. (Posnews/Net)

JABODETABEK

Cuaca Jabodetabek Rabu 16 September 2026, Bogor Berpotensi Hujan

Rabu, 16 Sep 2026 - 05:56 WIB

Gedung Merah Putih KPK di Jakarta. (Posnews/Ist)

NASIONAL

OTT KPK BPN Bogor: Bos Summarecon dan 7 Orang Jadi Tersangka

Selasa, 15 Sep 2026 - 19:16 WIB

Los Angeles Dodgers amankan tiket postseason MLB 14 musim beruntun usai tekuk Cincinnati Reds 4-1. Simak rincian rekor. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Los Angeles Dodgers Amankan Tiket Postseason MLB

Selasa, 15 Sep 2026 - 15:24 WIB