Premier Li Qiang Tegaskan Garis Merah Taiwan kepada Senat AS

Sabtu, 9 Mei 2026 - 08:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Navigasi hubungan adidaya. Premier China Li Qiang menyerukan dialog konstruktif dan penguatan ekonomi bilateral saat menerima kunjungan delegasi Senat AS, sembari memperingatkan Washington agar tidak melanggar kedaulatan China terkait isu Taiwan. Dok: Istimewa.

Navigasi hubungan adidaya. Premier China Li Qiang menyerukan dialog konstruktif dan penguatan ekonomi bilateral saat menerima kunjungan delegasi Senat AS, sembari memperingatkan Washington agar tidak melanggar kedaulatan China terkait isu Taiwan. Dok: Istimewa.

BEIJING, POSNEWS.CO.ID – Pemerintah China menyatakan kesiapannya untuk memperkuat jalur komunikasi dengan Amerika Serikat guna menciptakan stabilitas global yang lebih besar. Premier Li Qiang menegaskan bahwa peningkatan dialog di semua tingkatan menjadi kunci utama bagi kemajuan kedua negara di tahun 2026 ini.

Li menyampaikan pernyataan tersebut saat menerima kunjungan delegasi Senator AS di Beijing pada hari Kamis. Ia menyerukan kepada kedua belah pihak untuk terus meningkatkan kesejahteraan rakyat masing-masing melalui atmosfer kerja sama yang kondusif di berbagai bidang strategis.

Implementasi Strategis Xi-Trump

Awalnya, arah hubungan baru ini berakar pada pembicaraan telepon antara Presiden Xi Jinping dan Presiden Donald Trump pada Februari 2026. Li Qiang mengingat kembali bahwa percakapan tersebut telah memberikan panduan strategis baru bagi perkembangan hubungan bilateral yang sempat mengalami ketegangan.

“Praktik telah membuktikan bahwa rasa saling menghormati, koeksistensi damai, dan kerja sama yang saling menguntungkan adalah jalan yang benar bagi kedua negara besar ini,” ujar Li Qiang. Selain itu, ia menekankan pentingnya bagi China dan Amerika Serikat untuk saling memahami posisi masing-masing guna menghindari kesalahpahaman yang merugikan.

Baca Juga :  Tembok Ratapan: Saksi Bisu Peradaban dan Simbol Suci di Jantung Yerusalem

Menolak “Zero-Sum Game” dalam Ekonomi

Terkait isu ekonomi, Premier Li Qiang menyatakan harapan agar pihak Amerika Serikat dapat berjalan searah dengan China. Ia mendesak Washington untuk lebih memilih jalur dialog daripada konfrontasi. Dalam hal ini, China memandang bahwa kerja sama yang saling menguntungkan jauh lebih efektif daripada terjebak dalam permainan “zero-sum” di mana satu pihak hanya menang jika pihak lain kalah.

“Kita harus bersama-sama menjaga hubungan ekonomi dan perdagangan yang stabil serta dapat diprediksi,” tegas Li. Menurutnya, stabilitas perdagangan bukan hanya melayani kepentingan nasional kedua negara, tetapi juga memberikan energi positif dan kepastian bagi pasar dunia yang sedang mengalami gejolak.

Peringatan Keras: Isu Taiwan Adalah Garis Merah

Meskipun demikian, Li Qiang tidak mengabaikan isu kedaulatan yang sensitif. Ia memberikan penekanan khusus bahwa persoalan Taiwan berkaitan langsung dengan kepentingan inti China. Secara tegas, Li menyebut isu tersebut sebagai “garis merah pertama” yang tidak boleh dilanggar oleh pihak mana pun dalam hubungan diplomatik kedua negara.

Baca Juga :  Teori Sekuritisasi: Mantra Ajaib yang Mengubah Isu Biasa Jadi Keadaan Darurat

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia mendesak Kongres Amerika Serikat untuk melihat gambaran yang lebih luas dari persahabatan dan kerja sama China-AS. Oleh karena itu, ia berharap para legislator AS menangani masalah terkait China secara bijaksana. Li menginginkan Kongres memainkan peran konstruktif dalam mempromosikan hubungan bilateral yang stabil, sehat, dan berkelanjutan.

Diplomasi di Tengah Persaingan

Pertemuan ini menandai upaya berkelanjutan Beijing untuk meredakan tensi dengan Washington di tengah persaingan teknologi dan keamanan yang kian ketat. Singkatnya, keberhasilan visi Li Qiang bergantung pada kemauan politik kedua belah pihak untuk menyeimbangkan kepentingan nasional dengan stabilitas global.

Masyarakat internasional kini memantau bagaimana hasil dari dialog ini akan memengaruhi kebijakan luar negeri Amerika Serikat di bawah administrasi Trump. Dengan demikian, koordinasi antara Gedung Putih dan Kongres dalam merespons “garis merah” Beijing akan menjadi titik penentu bagi keamanan di kawasan Asia-Pasifik sepanjang tahun 2026.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polisi Bongkar Jaringan Judi Online Internasional, Amankan Puluhan WNA di Jakarta Barat
Polisi Gagalkan Tawuran di Jakarta Timur, 10 Remaja Ditangkap Bawa Sajam
Pengadilan Batalkan Kebijakan Tarif Global Donald Trump
WHO Konfirmasi Virus Andes pada MV Hondius: Alarm Krisis Iklim
Ayah Tiri Aniaya Bocah 4 Tahun di Langkat, Istri Diikat hingga Pagi
Kapolri Mutasi 9 Kapolda, Ini Daftar Lengkap Pejabat Baru
Prediksi Cuaca Jabodetabek Hari Ini, Jakarta Berawan dan Bogor Diguyur Hujan
Zelenskyy Peringatkan Sekutu Rusia Saat Moskow Ancam Bom Kyiv

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 10:40 WIB

Polisi Bongkar Jaringan Judi Online Internasional, Amankan Puluhan WNA di Jakarta Barat

Sabtu, 9 Mei 2026 - 10:19 WIB

Polisi Gagalkan Tawuran di Jakarta Timur, 10 Remaja Ditangkap Bawa Sajam

Sabtu, 9 Mei 2026 - 10:15 WIB

Pengadilan Batalkan Kebijakan Tarif Global Donald Trump

Sabtu, 9 Mei 2026 - 09:10 WIB

WHO Konfirmasi Virus Andes pada MV Hondius: Alarm Krisis Iklim

Sabtu, 9 Mei 2026 - 08:14 WIB

Ayah Tiri Aniaya Bocah 4 Tahun di Langkat, Istri Diikat hingga Pagi

Berita Terbaru

Ilustrasi, Pengadilan Perdagangan Internasional AS menyatakan tarif global 10% yang ditetapkan Presiden Donald Trump ilegal. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Pengadilan Batalkan Kebijakan Tarif Global Donald Trump

Sabtu, 9 Mei 2026 - 10:15 WIB

Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) mengonfirmasi kasus hantavirus pada warga negaranya di pulau terpencil Tristan da Cunha. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

WHO Konfirmasi Virus Andes pada MV Hondius: Alarm Krisis Iklim

Sabtu, 9 Mei 2026 - 09:10 WIB