BEIJING, POSNEWS.CO.ID – Pemerintah China menyatakan kesiapannya untuk memperkuat jalur komunikasi dengan Amerika Serikat guna menciptakan stabilitas global yang lebih besar. Premier Li Qiang menegaskan bahwa peningkatan dialog di semua tingkatan menjadi kunci utama bagi kemajuan kedua negara di tahun 2026 ini.
Li menyampaikan pernyataan tersebut saat menerima kunjungan delegasi Senator AS di Beijing pada hari Kamis. Ia menyerukan kepada kedua belah pihak untuk terus meningkatkan kesejahteraan rakyat masing-masing melalui atmosfer kerja sama yang kondusif di berbagai bidang strategis.
Implementasi Strategis Xi-Trump
Awalnya, arah hubungan baru ini berakar pada pembicaraan telepon antara Presiden Xi Jinping dan Presiden Donald Trump pada Februari 2026. Li Qiang mengingat kembali bahwa percakapan tersebut telah memberikan panduan strategis baru bagi perkembangan hubungan bilateral yang sempat mengalami ketegangan.
“Praktik telah membuktikan bahwa rasa saling menghormati, koeksistensi damai, dan kerja sama yang saling menguntungkan adalah jalan yang benar bagi kedua negara besar ini,” ujar Li Qiang. Selain itu, ia menekankan pentingnya bagi China dan Amerika Serikat untuk saling memahami posisi masing-masing guna menghindari kesalahpahaman yang merugikan.
Menolak “Zero-Sum Game” dalam Ekonomi
Terkait isu ekonomi, Premier Li Qiang menyatakan harapan agar pihak Amerika Serikat dapat berjalan searah dengan China. Ia mendesak Washington untuk lebih memilih jalur dialog daripada konfrontasi. Dalam hal ini, China memandang bahwa kerja sama yang saling menguntungkan jauh lebih efektif daripada terjebak dalam permainan “zero-sum” di mana satu pihak hanya menang jika pihak lain kalah.
“Kita harus bersama-sama menjaga hubungan ekonomi dan perdagangan yang stabil serta dapat diprediksi,” tegas Li. Menurutnya, stabilitas perdagangan bukan hanya melayani kepentingan nasional kedua negara, tetapi juga memberikan energi positif dan kepastian bagi pasar dunia yang sedang mengalami gejolak.
Peringatan Keras: Isu Taiwan Adalah Garis Merah
Meskipun demikian, Li Qiang tidak mengabaikan isu kedaulatan yang sensitif. Ia memberikan penekanan khusus bahwa persoalan Taiwan berkaitan langsung dengan kepentingan inti China. Secara tegas, Li menyebut isu tersebut sebagai “garis merah pertama” yang tidak boleh dilanggar oleh pihak mana pun dalam hubungan diplomatik kedua negara.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia mendesak Kongres Amerika Serikat untuk melihat gambaran yang lebih luas dari persahabatan dan kerja sama China-AS. Oleh karena itu, ia berharap para legislator AS menangani masalah terkait China secara bijaksana. Li menginginkan Kongres memainkan peran konstruktif dalam mempromosikan hubungan bilateral yang stabil, sehat, dan berkelanjutan.
Diplomasi di Tengah Persaingan
Pertemuan ini menandai upaya berkelanjutan Beijing untuk meredakan tensi dengan Washington di tengah persaingan teknologi dan keamanan yang kian ketat. Singkatnya, keberhasilan visi Li Qiang bergantung pada kemauan politik kedua belah pihak untuk menyeimbangkan kepentingan nasional dengan stabilitas global.
Masyarakat internasional kini memantau bagaimana hasil dari dialog ini akan memengaruhi kebijakan luar negeri Amerika Serikat di bawah administrasi Trump. Dengan demikian, koordinasi antara Gedung Putih dan Kongres dalam merespons “garis merah” Beijing akan menjadi titik penentu bagi keamanan di kawasan Asia-Pasifik sepanjang tahun 2026.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia












