Dua Warga Inggris Positif di Tristan da Cunha Saat MV Hondius Menuju Spanyol

Sabtu, 9 Mei 2026 - 19:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) mengonfirmasi kasus hantavirus pada warga negaranya di pulau terpencil Tristan da Cunha. Dok: Istimewa.

Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) mengonfirmasi kasus hantavirus pada warga negaranya di pulau terpencil Tristan da Cunha. Dok: Istimewa.

LONDON, POSNEWS.CO.ID – Otoritas kesehatan Inggris kini memperluas jangkauan pengawasan terhadap penyebaran hantavirus. Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) melaporkan temuan kasus baru yang menjangkiti warga negaranya di lokasi yang sangat terisolasi di Atlantik Selatan.

Otoritas medis mengonfirmasi dua warga negara Inggris di pulau Tristan da Cunha positif mengidap hantavirus. Selain itu, petugas medis sedang memantau satu orang lainnya yang menunjukkan gejala serupa. Temuan ini meningkatkan kekhawatiran mengenai jangkauan geografis virus yang biasanya menyebar melalui tikus tersebut di tahun 2026 ini.

Repatriasi di Tenerife: Pengawalan Ketat Staf Inggris

Sementara krisis di wilayah kepulauan berlangsung, perhatian utama London tertuju pada kapal pesiar MV Hondius. Kementerian Kesehatan Spanyol menjadwalkan kapal tersebut merapat di pelabuhan Tenerife, Spanyol, pada hari Minggu besok.

Pemerintah Inggris segera menerjunkan personel khusus ke lokasi untuk membantu pemulangan warga negaranya. Otoritas akan memberikan pengawalan langsung bagi penumpang dan kru yang tidak menunjukkan gejala menuju bandara. Selanjutnya, pemerintah menyediakan fasilitas transportasi udara gratis guna memastikan warga Inggris dapat segera kembali ke tanah air dengan aman. “Hingga saat ini, tidak ada warga Inggris di atas kapal yang melaporkan gejala, namun kami tetap melakukan pemantauan ketat,” tulis pernyataan resmi UKHSA.

Baca Juga :  PM Takaichi Pertaruhkan Hubungan Jepang-China Tanpa Komeito

Karakteristik Infeksi dan Mekanisme Penularan

Hantavirus merupakan kelompok virus yang berasal dari hewan pengerat. Manusia umumnya tertular melalui kontak langsung dengan kotoran, urine, atau air liur tikus yang terinfeksi. Gejala yang muncul bisa bervariasi, mulai dari gangguan pernapasan ringan hingga penyakit paru-paru yang sangat parah.

Meskipun sebagian besar strain hantavirus tidak mudah menular antarmanusia, para ahli tetap waspada terhadap strain tertentu dengan catatan transmisi terbatas. Oleh karena itu, otoritas tetap mempertahankan protokol karantina di atas kapal MV Hondius hingga tim gabungan internasional menuntaskan seluruh proses pemeriksaan medis di daratan.

Penjelasan WHO: “Bukan Awal Pandemi Baru”

Munculnya wabah ini sempat memicu spekulasi publik mengenai kemungkinan terjadinya krisis kesehatan global berskala besar. Namun, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) segera merilis klarifikasi guna meredam kepanikan massal tersebut.

WHO mengonfirmasi bahwa dari delapan kasus yang tim medis laporkan di atas MV Hondius, lima di antaranya positif hantavirus berdasarkan uji laboratorium. WHO mengklasifikasikan tiga kasus sisanya sebagai suspek. Secara tegas, WHO membantah klaim bahwa wabah ini merupakan awal dari pandemi seperti COVID-19. Otoritas kesehatan dunia menilai risiko bagi masyarakat umum di tahun 2026 ini tetap berada pada level rendah karena sifat virus yang tidak menyebar dengan cepat melalui udara.

Menanti Kepastian di Akhir Pekan

Operasi pemulangan di Tenerife pada hari Minggu mendatang akan menjadi ujian krusial bagi kesiapan protokol kesehatan maritim Inggris. Keberhasilan mengevakuasi ratusan warga tanpa memicu penyebaran baru akan menjadi preseden penting bagi penanganan krisis kesehatan serupa di masa depan.

Singkatnya, koordinasi antara London, Madrid, dan badan kesehatan dunia menjadi kunci utama dalam memutus rantai penularan hantavirus strain Andean ini. Masyarakat internasional kini menanti kepulangan para penumpang dalam kondisi sehat sebagai tanda berakhirnya isolasi panjang di tengah laut lepas tersebut.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Korban Erupsi Gunung Dukono Ditemukan Tertimbun Pasir Vulkanik, 2 Pendaki Masih Dicari
Sindikat Judi Online Internasional Beroperasi di Jakarta Barat, 321 WNA Diamankan
Suhu Samudra Dekati Rekor Tertinggi Jelang Super El Niño
Pejabat Inggris dan Eks Polisi Hong Kong Divonis Mata-Mata China
Jalan Rusak hingga Kecelakaan Maut, Warga Desak Penertiban Truk Kontainer di Jakut
TNI Sita Senjata Api TPNPB OPM di Papua Sepanjang 2026, Ratusan Amunisi Diamankan
Presiden Paraguay Santiago Pena Tegaskan Aliansi Strategis dengan Taiwan
Kapal Tanker Korsel Tembus Laut Merah Hindari Blokade Hormuz

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 21:13 WIB

Korban Erupsi Gunung Dukono Ditemukan Tertimbun Pasir Vulkanik, 2 Pendaki Masih Dicari

Sabtu, 9 Mei 2026 - 19:51 WIB

Dua Warga Inggris Positif di Tristan da Cunha Saat MV Hondius Menuju Spanyol

Sabtu, 9 Mei 2026 - 18:10 WIB

Sindikat Judi Online Internasional Beroperasi di Jakarta Barat, 321 WNA Diamankan

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:47 WIB

Suhu Samudra Dekati Rekor Tertinggi Jelang Super El Niño

Sabtu, 9 Mei 2026 - 16:15 WIB

Pejabat Inggris dan Eks Polisi Hong Kong Divonis Mata-Mata China

Berita Terbaru

Ilustrasi, Alarm ekologi global. Suhu permukaan laut dunia merangkak naik menuju rekor tertinggi baru saat pola cuaca El Niño mulai terbentuk, memicu kekhawatiran bahwa tahun 2027 akan melampaui rekor tahun terpanas sepanjang sejarah. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Suhu Samudra Dekati Rekor Tertinggi Jelang Super El Niño

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:47 WIB

Teror transnasional di tanah Britania. Pengadilan London menjatuhkan vonis bersalah kepada seorang pejabat perbatasan Inggris dan mantan inspektur polisi Hong Kong atas aktivitas spionase ilegal dan pengawasan terhadap aktivis pro-demokrasi. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Pejabat Inggris dan Eks Polisi Hong Kong Divonis Mata-Mata China

Sabtu, 9 Mei 2026 - 16:15 WIB