Keir Starmer: Janji Perubahan di Tengah Pemberontakan Internal

Selasa, 12 Mei 2026 - 10:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Perdana Menteri Keir Starmer berupaya membungkam para pengkritik melalui pidato nasional yang menjanjikan kedekatan kembali dengan Uni Eropa dan nasionalisasi industri. Dok: Istimewa.

Perdana Menteri Keir Starmer berupaya membungkam para pengkritik melalui pidato nasional yang menjanjikan kedekatan kembali dengan Uni Eropa dan nasionalisasi industri. Dok: Istimewa.

LONDON, POSNEWS.CO.ID – Perdana Menteri Inggris Keir Starmer meluncurkan strategi perlawanan politik pada hari Senin. Starmer bersumpah untuk memulihkan harapan rakyat dan membuktikan kemampuan kepemimpinannya setelah Partai Buruh menderita kekalahan telak dalam pemilihan lokal di Inggris serta parlemen Skotlandia dan Wales.

Dalam pidatonya di London, Starmer menegaskan kesiapannya untuk menghadapi tantangan besar. Ia bertekad mengubah haluan negara meski popularitasnya merosot tajam kurang dari dua tahun sejak memenangkan pemilu nasional. “Saya tahu saya memiliki banyak peragu dan saya perlu membuktikan bahwa mereka salah,” tegas Starmer di hadapan para aktivis partai.

Gelombang Pemberontakan: 60 Anggota Parlemen Desak Mundur

Upaya Starmer untuk merebut kembali momentum tampaknya belum membuahkan hasil instan. Tak lama setelah pidato tersebut, arus kritik dari internal partai justru semakin deras. Sedikitnya 60 anggota parlemen Partai Buruh secara terbuka meminta Starmer untuk mengundurkan diri.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejumlah asisten menteri bahkan dilaporkan melakukan gerakan terkoordinasi guna memberikan ultimatum kepada kabinet. Mantan Wakil Perdana Menteri Angela Rayner, meski tidak secara eksplisit meminta Starmer mundur, menuduh adanya “budaya kronisme yang beracun” di pemerintahan. Selain itu, penunjukan Peter Mandelson sebagai Duta Besar Inggris untuk Washington—yang memiliki rekam jejak kontroversial—terus menjadi beban politik yang merusak kredibilitas Starmer.

Baca Juga :  Revolusi Jalur Langit: Jepang Bangun Tol Drone 40.000 Km di Atas Kabel Listrik

Strategi Ekonomi: Nasionalisasi dan Hubungan dengan Eropa

Guna membendung pelarian pemilih kelas pekerja ke partai Reform UK pimpinan Nigel Farage, Starmer mengumumkan rencana radikal. Pemerintah akan menasionalisasi sisa-situs produksi British Steel guna menyelamatkan ribuan lapangan kerja industri di wilayah Inggris Utara.

Terkait kebijakan luar negeri, Starmer menjanjikan penempatan Inggris “di jantung Eropa.” Ia ingin menjalin kerja sama keamanan, pertahanan, dan ekonomi yang lebih erat dengan 27 negara Uni Eropa. Langkah ini merupakan respons strategis terhadap kebijakan ekonomi “America First” yang Donald Trump terapkan di Amerika Serikat. Meskipun demikian, Starmer tetap menutup pintu untuk bergabung kembali ke pasar tunggal atau persatuan pabean Uni Eropa secara penuh.

Fragmentasi Politik dan Ancaman Reform UK

Hasil pemilihan pekan lalu menunjukkan keretakan serius dalam sistem dua partai tradisional di Britania Raya. Partai Buruh kini terjepit oleh kekuatan sayap kanan dan kiri sekaligus. Reform UK berhasil menarik pemilih kelas menengah bawah, sementara Partai Hijau merebut suara dari kalangan progresif perkotaan.

Baca Juga :  Banjir Rendam 6 Desa di Serang, 695 KK Terdampak Usai Hujan Tiga Hari

Starmer memperingatkan bahwa Inggris akan menempuh “jalan gelap” jika Reform UK berhasil meraih kekuasaan di masa depan. Ia menyebut situasi saat ini sebagai “pertempuran demi jiwa bangsa.” Namun demikian, para pemilih tampaknya mulai lelah dengan janji-janji pemerintah yang gagal memperbaiki layanan publik dan menekan biaya hidup yang melonjak akibat krisis energi global.

Menanti Pidato Raja pada Hari Rabu

Masa depan politik Starmer kini bergantung pada rencana legislatif ambisius yang akan Raja Charles III sampaikan pada Rabu mendatang. Agenda tersebut menjadi kesempatan terakhir bagi Starmer untuk membuktikan bahwa pemerintahannya memiliki rencana konkret bagi masyarakat yang kecewa.

Singkatnya, jika pidato Raja tidak mampu memberikan titik balik yang signifikan, tekanan bagi Starmer untuk mundur sebelum bulan September diprediksi akan semakin tak terbendung. Di tahun 2026 yang penuh gejolak ini, kemampuan Starmer untuk menyatukan kembali partainya yang terpecah sedang diuji pada level yang paling ekstrem.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prancis Larang Masuk Menteri Keamanan Israel
WHO Nyatakan Wabah Strain Bundibugyo sebagai Ancaman Global
Trump Klaim Kesepakatan Damai dengan Iran Hampir Tuntas
Brimob Polda Metro Gagalkan Tawuran dan Balap Liar, Celurit hingga Narkoba Disita
SpaceX Uji Coba Roket Terkuat dalam Sejarah Jelang Misi Bulan
Selebriti Lawan Deepfake AI dengan Hukum Trademark
Dendam Lama Meledak di Panggung Nikahan, Lansia Tanjung Priok Ditangkap
AS Wajibkan Pelamar Green Card Ajukan Aplikasi dari Negara Asal

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:11 WIB

Prancis Larang Masuk Menteri Keamanan Israel

Minggu, 24 Mei 2026 - 15:06 WIB

WHO Nyatakan Wabah Strain Bundibugyo sebagai Ancaman Global

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:03 WIB

Trump Klaim Kesepakatan Damai dengan Iran Hampir Tuntas

Minggu, 24 Mei 2026 - 13:44 WIB

Brimob Polda Metro Gagalkan Tawuran dan Balap Liar, Celurit hingga Narkoba Disita

Minggu, 24 Mei 2026 - 13:30 WIB

SpaceX Uji Coba Roket Terkuat dalam Sejarah Jelang Misi Bulan

Berita Terbaru

Sanksi diplomatik Paris. Pemerintah Prancis resmi melarang Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, memasuki wilayahnya sebagai respons atas sikap kontroversialnya terhadap aktivis bantuan Gaza. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Prancis Larang Masuk Menteri Keamanan Israel

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:11 WIB

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo (DRC) dan Uganda sebagai darurat internasional. Dok: (AP Photo/Moses Sawasawa)

KESEHATAN

WHO Nyatakan Wabah Strain Bundibugyo sebagai Ancaman Global

Minggu, 24 Mei 2026 - 15:06 WIB

Pintu perdamaian terbuka. Presiden Donald Trump mengeklaim negosiasi dengan Iran telah mencapai tahap akhir, meski isu nuklir dan kontrol Selat Hormuz masih menjadi ganjalan besar bagi tercapainya perdamaian permanen. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Trump Klaim Kesepakatan Damai dengan Iran Hampir Tuntas

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:03 WIB

Era baru eksplorasi ruang angkasa. SpaceX sukses meluncurkan Starship V3, roket paling kuat yang pernah dibuat manusia, sebagai langkah krusial bagi ambisi NASA mendaratkan astronot di Bulan dan rencana perjalanan manusia ke Mars. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

SpaceX Uji Coba Roket Terkuat dalam Sejarah Jelang Misi Bulan

Minggu, 24 Mei 2026 - 13:30 WIB