AS Sanksi Jaringan Minyak Iran di Hong Kong dan UEA

Selasa, 12 Mei 2026 - 19:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Skandal pajak di Capitol Hill. Menteri Keuangan Scott Bessent menolak menjelaskan status imunitas audit pajak Donald Trump setelah pembatalan dana kompensasi USD 1,776 miliar. Dok: Istimewa.

Skandal pajak di Capitol Hill. Menteri Keuangan Scott Bessent menolak menjelaskan status imunitas audit pajak Donald Trump setelah pembatalan dana kompensasi USD 1,776 miliar. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Amerika Serikat terus memperkuat serangan finansial terhadap infrastruktur ekonomi Iran. Departemen Keuangan AS secara resmi menjatuhkan sanksi kepada 12 individu dan perusahaan. Mereka terbukti membantu pengiriman minyak mentah ilegal ke pasar China. Selanjutnya, langkah strategis ini mencakup pembekuan aset di Hong Kong, Uni Emirat Arab, dan Oman. Oleh karena itu, Washington berupaya melumpuhkan finansial Teheran di tengah krisis energi global.

Target Sanksi: Membongkar Perusahaan Cangkang IRGC

Kantor Pengawasan Aset Asing (OFAC) mengidentifikasi jaringan ini sebagai proksi utama Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Bahkan, penyelidikan mengungkap penggunaan serangkaian perusahaan depan guna menyamarkan asal-usul kargo minyak. Menteri Keuangan Scott Bessent menegaskan bahwa pemerintah tidak akan membiarkan Teheran membiayai militernya. Lebih lanjut, Treasury akan memutus hubungan rezim Iran dari jaringan keuangan global. Sanksi ini juga menargetkan perusahaan Golden Globe asal Turki sebagai kelanjutan proses hukum sebelumnya.

Baca Juga :  Cuaca Ekstrem di Jabodetabek Hari Ini, Hujan Lebat Berisiko Banjir dan Longsor

Daftar Perusahaan yang Terkena Sanksi

Otoritas AS merinci sembilan perusahaan yang kini masuk dalam daftar hitam:

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

  1. Hong Kong: Hong Kong Blue Ocean Ltd, Hong Kong Sanmu Ltd, Jiandi HK Ltd, dan Max Honor International Trade Co Ltd.
  2. UEA (Dubai/Sharjah): Ocean Allianz Shipping LLC, Atic Energy FZE, Blanca Goods Wholesaler LLC, dan Universal Fortune Trading LLC.
  3. Oman: Zeus Logistics Group.

Selain itu, Departemen Luar Negeri AS mengumumkan imbalan hadiah sebesar $15 juta (sekitar Rp240 miliar). Uang tersebut akan diberikan kepada siapa pun yang memberikan informasi akurat untuk melumpuhkan keuangan IRGC.

Diplomasi di Bawah Bayang-Bayang Sanksi

Pengumuman sanksi ini mengandung dimensi politik yang sangat tajam. Sebab, tindakan tersebut muncul menjelang kunjungan Presiden Donald Trump ke Beijing. Trump kabarnya akan mendesak Xi Jinping agar berhenti memberikan bantuan ekonomi bagi Teheran. Maka dari itu, pembongkaran jaringan minyak ini menjadi posisi tawar tambahan bagi Amerika Serikat. Tujuannya adalah mendesak pembukaan kembali Selat Hormuz secara permanen. Meskipun begitu, China tetap menjadi pembeli utama minyak mentah Iran hingga saat ini.

Baca Juga :  CCTV Rekam Pencurian di Hotel Bintang Lima Sudirman, Polisi Buru Pelaku

Kesimpulan: Menghambat Pendanaan Terorisme

Bagi Washington, minyak merupakan instrumen utama pembiayaan milisi di Timur Tengah. Singkatnya, penindakan di Hong Kong dan Dubai ini mengirimkan pesan risiko yang jelas bagi industri pelayaran. Kemudian, masyarakat internasional memantau respons Beijing terhadap penargetan perusahaan di wilayahnya. Dengan demikian, pekan ini diprediksi menjadi babak paling tegang dalam diplomasi energi global di tengah upaya perdamaian yang buntu.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Direktur CIA Kunjungi Moskow di Tengah Eskalasi Konflik Global
Trump Usulkan Ubah Nama Danau Ontario Jadi Lake America
Kebakaran Ruang Bersalin Rumah Sakit di Islamabad
Kapal Induk USS Abraham Lincoln Berlabuh di Thailand
Jepang Perluas Penggunaan Tanah Dekontaminasi Fukushima
AS Batalkan Latihan Militer Amfibi Ssangyong dengan Korsel
Selandia Baru Rancang Undang-Undang Larangan Media Sosial
Jepang Janjikan Dukungan untuk Presiden ICC Tomoko

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 10:00 WIB

Direktur CIA Kunjungi Moskow di Tengah Eskalasi Konflik Global

Kamis, 27 Agustus 2026 - 09:00 WIB

Trump Usulkan Ubah Nama Danau Ontario Jadi Lake America

Kamis, 27 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Kebakaran Ruang Bersalin Rumah Sakit di Islamabad

Kamis, 27 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Kapal Induk USS Abraham Lincoln Berlabuh di Thailand

Kamis, 27 Agustus 2026 - 06:00 WIB

Jepang Perluas Penggunaan Tanah Dekontaminasi Fukushima

Berita Terbaru

Kunjungan rahasia Direktur CIA John Ratcliffe ke Moskow menandai diplomasi intelijen AS-Rusia pertama sejak 2021 di tengah krisis Iran dan perang Ukraina. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Direktur CIA Kunjungi Moskow di Tengah Eskalasi Konflik Global

Kamis, 27 Agu 2026 - 10:00 WIB

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Reynold EP Hutagalung. (Posnews/ist)

HUKRIM

Demo 27 Agustus, 18.504 Personel Siaga di 6 Zona Jakarta

Kamis, 27 Agu 2026 - 09:50 WIB

Wacana Presiden Donald Trump mengubah nama Danau Ontario memicu reaksi keras dari publik dan pemerintah Kanada di tengah krisis perang tarif. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Trump Usulkan Ubah Nama Danau Ontario Jadi Lake America

Kamis, 27 Agu 2026 - 09:00 WIB