JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Hubungan Rusia dan China kini mencapai level yang belum pernah terjadi sebelumnya. Presiden Vladimir Putin memulai kunjungan kenegaraan selama dua hari ke China pada Selasa (19/5/2026). Ia menemui Presiden Xi Jinping guna memperkuat kemitraan strategis di tengah dinamika geopolitik tahun 2026.
Selanjutnya, Putin menyampaikan rasa optimisme dalam pidato video sebelum keberangkatannya. Ia menyoroti pentingnya kunjungan rutin dan dialog tingkat tinggi antar kedua negara. Oleh karena itu, pertemuan ini menjadi integral dalam membuka potensi kemitraan yang tak terbatas.
Peringatan 25 Tahun Perjanjian Persahabatan
Kunjungan ini bertepatan dengan momen bersejarah bagi kedua negara. Moskow dan Beijing merayakan 25 tahun penandatanganan Perjanjian Persahabatan dan Kerja Sama tahun 2001. Maka dari itu, Putin menilai perjanjian ini telah meletakkan fondasi kokoh bagi hubungan strategis yang sangat dinamis.
Lebih lanjut, kedua pemimpin berkomitmen untuk memperdalam kolaborasi di berbagai bidang. Mereka aktif memperluas kontak dalam sektor politik, ekonomi, dan kemanusiaan. Selain itu, inisiatif lintas budaya seperti “Tahun Pendidikan Rusia-China” semakin mempererat interaksi antarwarga kedua negara.
Ekonomi dan Mata Uang Lokal
Perdagangan bilateral Rusia dan China terus menanjak dengan pesat. Nilai transaksi kedua negara telah melampaui angka USD 200 miliar. Dalam hal ini, kedua pihak kini melakukan sebagian besar penyelesaian transaksi menggunakan mata uang rubel dan yuan.
Oleh sebab itu, inisiatif ini mengurangi ketergantungan mereka pada sistem keuangan Barat. Selanjutnya, pemerintahan Putin mengapresiasi penuh komitmen Presiden Xi Jinping terhadap kerja sama jangka panjang. Putin meyakini bahwa ikatan yang hangat ini akan memuluskan rencana besar masa depan kedua negara.
Stabilitas Global dan Multilateralisme
Putin menegaskan bahwa kemitraan strategis Rusia-China memainkan peran penyeimbang yang stabil bagi dunia. Meskipun demikian, ia membantah adanya aliansi militer melawan pihak mana pun. Sebaliknya, kedua negara mencari perdamaian dan kemakmuran universal.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dengan demikian, Moskow dan Beijing terus bertindak secara terkoordinasi untuk mempertahankan hukum internasional serta Piagam PBB. Mereka memperkuat kerja sama melalui PBB, Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO), dan BRICS. Hasilnya, kedua negara memberikan kontribusi nyata dalam menangani tantangan global maupun regional yang mendesak.
Menatap Masa Depan Kemitraan
Putin berharap kedua negara terus melakukan segalanya untuk memperdalam kolaborasi bilateral. Singkatnya, kemitraan ini bertujuan untuk memajukan pembangunan nasional masing-masing demi kesejahteraan rakyat.
Pada akhirnya, kunjungan kenegaraan ini mengukuhkan kembali komitmen Rusia dan China dalam menjaga keamanan serta stabilitas global. Oleh karena itu, publik dunia terus mengamati arah kebijakan kedua pemimpin di tengah tantangan ekonomi dan ketegangan politik tahun 2026.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia












