Pendaki Singapura Tewas di Gunung Dukono, Polisi Bongkar Kelalaian Open Trip

Kamis, 21 Mei 2026 - 17:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim SAR dan aparat kepolisian mengevakuasi pendaki korban erupsi Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara.
(Posnews/Ist)

Tim SAR dan aparat kepolisian mengevakuasi pendaki korban erupsi Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara. (Posnews/Ist)

HALMAHERA, POSNEWS.CO.ID – Tragedi maut di Gunung Dukono akhirnya menyeret penyedia jasa open trip, Reza Selang (RS), ke meja hukum.

Polisi resmi menetapkannya sebagai tersangka setelah tiga pendaki tewas diterjang erupsi gunung api aktif tersebut.

Polres Halmahera Utara mengungkap Reza tetap memberangkatkan rombongan meski mengetahui status Gunung Dukono berada di Level II atau Waspada.

Pendakian juga dilakukan tanpa koordinasi dengan petugas PVMBG.

Kapolres Halmahera Utara, AKBP Erlichson Pasaribu, menegaskan pendakian itu tergolong ilegal karena pemerintah daerah sudah menutup total aktivitas pendakian sejak 17 April 2026.

“Meski sudah ada surat edaran penutupan, tersangka tetap membuka open trip,” kata Erlichson.

Polisi Temukan Dugaan Kelalaian Fatal

Penetapan tersangka dilakukan setelah polisi menggelar perkara dan memeriksa sedikitnya 11 saksi serta ahli pidana. Penyidik menemukan dugaan kuat unsur kelalaian yang menyebabkan hilangnya nyawa pendaki.

Baca Juga :  Mengapa Mengejar Yang Terbaik Justru Bikin Sengsara?

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Reza dijerat Pasal 474 KUHP Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara atau denda Rp500 juta.

Polisi juga menyita sejumlah barang bukti, mulai dari ponsel rusak, tas gunung, tongkat pendaki patah, hingga perlengkapan drone yang digunakan saat pendakian.

Erupsi Mendadak Hantam Rombongan Pendaki

Insiden mengerikan itu terjadi pada Jumat pagi, 8 Mei 2026, sekitar pukul 07.41 WIT.

Saat itu, rombongan berisi 20 pendaki berada di dekat bibir kawah ketika Gunung Dukono tiba-tiba meletus dan memuntahkan material vulkanik.

Sebanyak 17 pendaki berhasil selamat, namun tiga lainnya tewas.

Korban meninggal terdiri dari satu pendaki asal Indonesia bernama Angel Krishela Pradita dan dua warga Singapura, Heng Wen Qiang Timothy serta Shahin Muhrez Bin Abdul Hamid.

Baca Juga :  Jalan TB Simatupang Macet, Dishub DKI Ajak Warga Gunakan Transjakarta

Laporan terbaru PVMBG menyebut aktivitas vulkanik Gunung Dukono masih sangat tinggi. Gunung tersebut bahkan tercatat mengalami ratusan kali gempa erupsi sejak akhir Maret 2026.

Karena itu, warga dan wisatawan dilarang mendekati radius empat kilometer dari kawah aktif.

Reza Selang Akui Sangat Menyesal

Sebelum ditetapkan sebagai tersangka, Reza sempat mengaku terpukul dan merasa gagal membawa seluruh peserta pulang dengan selamat.

Ia bahkan mengaku ingin meminta maaf langsung kepada keluarga korban karena merasa bertanggung jawab atas tragedi tersebut.

Kasus ini kini menjadi perhatian internasional setelah menewaskan dua warga Singapura dan memicu sorotan terhadap praktik open trip ilegal di kawasan gunung api aktif Indonesia. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sopir Taksi Mogok di Rel Bekasi Timur Jadi Tersangka, Polisi Ungkap Kelalaian
Ukraina Perkuat Perbatasan Utara di Tengah Tekanan Rusia
Jelang Iduladha, Satpol PP Bongkar Lapak Kurban Liar di Johar Baru dan Tanah Abang
WHO Tetapkan Status Darurat Internasional di Tengah Konflik
Menteri HAM Dorong Penghapusan Jejak Digital bagi Terdakwa Tak Bersalah
Solidaritas di Beijing: China dan Rusia Kecam Kebijakan Rudal Trump
Senator Republik Ragu Dukung Dana Keamanan $1 Miliar
Polisi Bongkar Gudang Bawang Ilegal, Perputaran Uang Tembus Rp24,96 Miliar

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 18:58 WIB

Sopir Taksi Mogok di Rel Bekasi Timur Jadi Tersangka, Polisi Ungkap Kelalaian

Kamis, 21 Mei 2026 - 18:38 WIB

Ukraina Perkuat Perbatasan Utara di Tengah Tekanan Rusia

Kamis, 21 Mei 2026 - 18:06 WIB

Jelang Iduladha, Satpol PP Bongkar Lapak Kurban Liar di Johar Baru dan Tanah Abang

Kamis, 21 Mei 2026 - 17:42 WIB

Pendaki Singapura Tewas di Gunung Dukono, Polisi Bongkar Kelalaian Open Trip

Kamis, 21 Mei 2026 - 17:21 WIB

WHO Tetapkan Status Darurat Internasional di Tengah Konflik

Berita Terbaru

Langkah preventif di Kyiv. Presiden Volodymyr Zelenskyy mengerahkan pasukan tambahan ke wilayah utara dan meningkatkan tekanan diplomatik terhadap Belarus guna menangkal ancaman serangan baru Rusia. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Ukraina Perkuat Perbatasan Utara di Tengah Tekanan Rusia

Kamis, 21 Mei 2026 - 18:38 WIB

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) resmi menetapkan wabah Ebola strain Bundibugyo di Republik Demokratik Kongo (DRC) dan Uganda. Dok: (AP Photo/Moses Sawasawa)

INTERNASIONAL

WHO Tetapkan Status Darurat Internasional di Tengah Konflik

Kamis, 21 Mei 2026 - 17:21 WIB