Senator Republik Ragu Dukung Dana Keamanan $1 Miliar

Kamis, 21 Mei 2026 - 15:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Trump klaim AS tidak butuh Kanada, padahal negaranya bergantung pada minyak, aluminium, dan potash Kanada dalam jumlah besar. Dok: Reuters/Jonathan Ernst.

Trump klaim AS tidak butuh Kanada, padahal negaranya bergantung pada minyak, aluminium, dan potash Kanada dalam jumlah besar. Dok: Reuters/Jonathan Ernst.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Partai Republik di Senat menunda proposal dana keamanan senilai $1 miliar untuk Gedung Putih. Mereka gagal mengumpulkan dukungan yang cukup di Capitol Hill. Sejumlah anggota parlemen meragukan besaran biaya serta detail penggunaan dana tersebut.

Pemerintahan Trump berupaya memasukkan dana ini ke dalam rancangan undang-undang anggaran sebesar $70 miliar. RUU tersebut bertujuan memulihkan pendanaan bagi badan penegakan imigrasi dan Patroli Perbatasan. Namun, proposal keamanan ini menghadapi penolakan keras dari beberapa legislator Republik.

Kontroversi Pengamanan “Ruang Dansa”

Direktur Secret Service, Sean Callan, membahas proposal tersebut dalam jamuan makan siang tertutup. Dalam hal ini, dana sebesar $220 juta rencananya akan memperkuat ruang dansa baru di Sayap Timur. Pengamanan meliputi kaca antipeluru, teknologi deteksi drone, serta sistem filtrasi ancaman kimia.

Senator Republik dari Louisiana, John Kennedy, menyebut pembahasan anggaran ini kembali ke titik nol. Ia menyatakan bahwa mereka tidak memiliki suara yang cukup untuk meloloskan aturan tersebut. Selanjutnya, Senator Thom Tillis dari North Carolina menyebut paket keamanan ini sebagai “ide buruk” meskipun nilainya dikurangi.

Dana Kompensasi: “Slush Fund” atau Keadilan?

Di sisi lain, Demokrat dan beberapa anggota Republik mempertanyakan legalitas dana kompensasi sebesar $1,776 miliar. Dana ini bertujuan memberi ganti rugi kepada sekutu Trump yang mengeklaim diri sebagai korban politisasi hukum.

Senator Demokrat Chris Coons bersumpah akan memblokir pendanaan tersebut melalui amandemen rancangan undang-undang pengeluaran. Bahkan, dua petugas polisi yang mempertahankan Capitol pada 6 Januari mengajukan gugatan pada Rabu untuk menghentikan distribusi dana tersebut. Mereka melabeli program ini sebagai “dana siluman” (slush fund) yang melegalkan kekerasan terhadap aparat.

Gejolak Internal Partai Republik

Ketegangan di Senat bertambah setelah Presiden Trump memberikan dukungan kepada Jaksa Agung Texas, Ken Paxton. Langkah ini memicu amarah di kalangan senator Republik karena Paxton menjadi lawan bagi petahana Senat John Cornyn dalam pemilihan utama pekan depan.

Baca Juga :  Perang Semikonduktor: Perebutan Rantai Pasok Global di Tengah Rivalitas AS-Tiongkok

“Tentu saja ada konsekuensi jika menantang senator Amerika Serikat,” ujar Pemimpin Mayoritas Senat, John Thune. Oleh karena itu, agenda pemerintahan di Capitol Hill kini menjadi jauh lebih rumit. Pemimpin Republik harus menyeimbangkan antara loyalitas kepada presiden dan kepentingan strategis partai untuk memenangkan pemilihan November mendatang.

Menanti Kepastian Agenda Legislatif

Situasi di Capitol Hill menunjukkan keretakan serius dalam faksi Republik. Singkatnya, tuntutan dana keamanan $1 miliar kini terancam gagal karena kurangnya dukungan internal serta perlawanan gigih dari pihak Demokrat.

Dengan demikian, masyarakat kini memantau apakah pimpinan Republik mampu menyatukan suara untuk mengamankan agenda presiden. Di tahun 2026 yang penuh gejolak ini, perselisihan terkait anggaran keamanan simbol kekuasaan tersebut menjadi ujian bagi soliditas kepemimpinan Donald Trump di Kongres.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Iran Ancam Balas Setiap Serangan Baru AS terhadap Asetnya
Ekstremisme Nihilistik Online Ancam Keamanan Eropa
Shinjuku Larang Separuh Sewa Liburan, Termasuk Properti
Tim Nepal Kian Bersemangat Cari Korban Banjir
PM Yunani Janjikan Pemangkasan Pajak dan Kenaikan Gaji
Sony Perkenalkan DualSense GTA 6 Limited Edition
AS Serang Tiga Kapal Tanker Minyak Iran usai Rudal IRGC
Putin Temui Utusan AS Witkoff dan Kushner di Kremlin

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 08:03 WIB

Iran Ancam Balas Setiap Serangan Baru AS terhadap Asetnya

Rabu, 9 September 2026 - 07:00 WIB

Ekstremisme Nihilistik Online Ancam Keamanan Eropa

Rabu, 9 September 2026 - 06:00 WIB

Shinjuku Larang Separuh Sewa Liburan, Termasuk Properti

Minggu, 6 September 2026 - 18:27 WIB

Tim Nepal Kian Bersemangat Cari Korban Banjir

Minggu, 6 September 2026 - 17:25 WIB

PM Yunani Janjikan Pemangkasan Pajak dan Kenaikan Gaji

Berita Terbaru

Valve meluncurkan pembaruan Steam Beta untuk Big Picture Mode. Pembaruan ini menghadirkan fitur Big Art Mode, screensaver retro, dan peningkatan performa controller. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Steam Big Picture Mode Dapatkan Pembaruan Tampilan Big Art

Minggu, 13 Sep 2026 - 09:29 WIB