Gudang di Bekasi Digerebek Bareskrim, 11 Ular Sanca Hijau Papua Dilindungi Disita

Sabtu, 30 Mei 2026 - 19:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tim gabungan Bareskrim Polri dan Ditjen Gakkum Kementerian Kehutanan menunjukkan 11 ekor ular sanca hijau Papua yang disita dari sebuah gudang di Kota Bekasi dalam kasus dugaan perdagangan satwa liar dilindungi.

Tim gabungan Bareskrim Polri dan Ditjen Gakkum Kementerian Kehutanan menunjukkan 11 ekor ular sanca hijau Papua yang disita dari sebuah gudang di Kota Bekasi dalam kasus dugaan perdagangan satwa liar dilindungi.

BEKASI, POSNEWS.CO.ID – Tim gabungan Biro Korwas PPNS Bareskrim Polri dan PPNS Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Kehutanan menyita 11 ekor ular sanca hijau Papua (Morelia viridis) saat menggeledah sebuah gudang di Jalan Inspeksi Kalimalang Nomor 48, Kota Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (30/5/2026).

Tim menduga satwa dilindungi tersebut terhubung dengan jaringan perdagangan satwa liar internasional.

Penyidik melakukan penggeledahan sebagai bagian dari pengembangan kasus dugaan tindak pidana konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistem (KSDAE) yang tengah ditangani Kementerian Kehutanan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kembangkan Kasus WNA Belanda dan Lithuania

Karo Korwas PPNS Bareskrim Polri Brigjen Pol Edy Suranta Sitepu mengatakan, tim gabungan menggelar penggeledahan untuk menelusuri jaringan pengeluaran satwa liar dilindungi dari Indonesia ke luar negeri.

Penyidik sebelumnya telah menjerat dua tersangka berinisial DY, warga negara Belanda, dan AK, warga negara Lithuania.

Baca Juga :  Polisi Bekuk Dua Residivis Penembak Hansip di Cakung, Ternyata Baru Bebas Penjara

Penyidik menduga keduanya menjalankan aktivitas perdagangan dan pengiriman satwa liar dilindungi dari sejumlah daerah di Indonesia.

β€œBiro Korwas PPNS Bareskrim Polri memberikan bantuan penyidikan kepada PPNS Ditjen Gakkum Kementerian Kehutanan melalui pendampingan penggeledahan untuk pengembangan perkara konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistem,” kata Edy, Sabtu (30/5/2026).

Sita 11 Ular Sanca Hijau Papua

Edy menjelaskan, tim gabungan melaksanakan penggeledahan berdasarkan penetapan Pengadilan Negeri Bekasi dan permohonan bantuan penyidikan dari Ditjen Gakkum Kementerian Kehutanan.

Saat menggeledah lokasi, petugas menemukan 11 ekor ular sanca hijau Papua (Morelia viridis) yang diduga akan diperdagangkan secara ilegal. Penyidik kemudian menyita seluruh satwa tersebut sebagai barang bukti.

β€œTim menemukan 11 ekor ular Morelia viridis atau sanca hijau Papua yang berstatus satwa dilindungi. Seluruhnya kami amankan untuk kepentingan penyidikan,” ujar Edy.

Baca Juga :  Bareskrim Polri Limpahkan Dua Kasus Narkoba dan Vape Etomidate ke Kejaksaan

Selanjutnya, penyidik memeriksa sejumlah saksi dan membawa satwa sitaan ke Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Tegal Alur, Jakarta Barat.

Petugas memeriksa kesehatan satwa dan menjalankan karantina untuk menjaga kondisinya selama proses hukum berlangsung.

Selain itu, penyidik akan memeriksa pemilik gudang untuk menelusuri asal-usul satwa dan mengungkap kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam jaringan perdagangan satwa dilindungi.

Polri menegaskan komitmennya mendukung penegakan hukum di bidang konservasi satwa liar.

Penyidik terus mengembangkan perkara dan memburu seluruh pihak yang diduga terlibat dalam jaringan perdagangan satwa dilindungi lintas negara tersebut.

Pemerintah juga terus memerangi perdagangan satwa liar karena mengancam keanekaragaman hayati Indonesia. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

110 Aset Disita dalam Kasus Dana Syariah, Ribuan Korban Menanti Kepastian
Harta Pejabat Tak Sesuai LHKPN Bisa Dirampas? Ini Usulan Wakil Ketua KPK
Dini Hari di Cakung, 8 Remaja Diamankan Bersama Celurit Panjang
Terbongkar, Solar Olahan Diduga Dipoles agar Mirip BBM Industri Asli
Api Masih Mengintai di Lahan Gambut, 17.942 Hektare Karhutla Belum Padam
Terjatuh Usai 2 Motor Bersenggolan di Depok, Penumpang Vario Tewas Terlindas Truk
Datang untuk Memijat, Malah Dianiaya: Terapis di Johar Baru Diperas Rp600 Ribu
Operasi Patuh 2026 Segera Dimulai, Pengendara Lawan Arus Jadi Perhatian Polisi

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 06:21 WIB

110 Aset Disita dalam Kasus Dana Syariah, Ribuan Korban Menanti Kepastian

Senin, 26 Oktober 2026 - 06:03 WIB

Harta Pejabat Tak Sesuai LHKPN Bisa Dirampas? Ini Usulan Wakil Ketua KPK

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:37 WIB

Dini Hari di Cakung, 8 Remaja Diamankan Bersama Celurit Panjang

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:27 WIB

Terbongkar, Solar Olahan Diduga Dipoles agar Mirip BBM Industri Asli

Minggu, 25 Oktober 2026 - 12:23 WIB

Api Masih Mengintai di Lahan Gambut, 17.942 Hektare Karhutla Belum Padam

Berita Terbaru

Hiu viral Bukang-i kembali menerobos masuk ke kanal kota Busan Korea Selatan. Simak kronologi upaya evakuasi dan respon pengunjung. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Hiu Viral Bukang-i Kembali Menerobos Masuk ke Kanal Kota Busan

Senin, 26 Okt 2026 - 06:00 WIB