Harga TBS Sawit Babel Merangkak Naik, DPRD Desak Pengawasan Timbangan

Selasa, 2 Juni 2026 - 18:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Nigeria dan Indonesia mengkritik kebijakan sertifikasi sawit Uni Eropa yang dinilai selektif dan proteksionis terhadap petani kecil. Dok: Istimewa.

Nigeria dan Indonesia mengkritik kebijakan sertifikasi sawit Uni Eropa yang dinilai selektif dan proteksionis terhadap petani kecil. Dok: Istimewa.

PANGKALPINANG, POSNEWS.CO.ID – Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di wilayah Kepulauan Bangka Belitung mulai mengalami kenaikan signifikan. Saat ini, harga komoditas tersebut telah menyentuh angka rata-rata Rp 2.600 per kilogram.

Sebelumnya, harga TBS sempat anjlok hingga berada di bawah level Rp 2.000 per kilogram. Kenaikan harga ini membawa angin segar bagi ribuan petani swadaya di daerah tersebut.

Dampak Pasar CPO Global dan Permintaan Dunia

Plt Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Bangka Belitung, Jamaludin, memaparkan alasan di balik kenaikan harga tersebut. Menurutnya, penguatan harga domestik terjadi karena mengikuti tren harga CPO di pasar internasional yang sedang melonjak.

“Jika harga CPO di Malaysia dan Belanda naik, maka harga sawit kita juga harus naik,” ujar Jamaludin pada Selasa (2 Juni 2026). Ia menambahkan bahwa kenaikan ini murni terjadi karena permintaan global yang terus tumbuh dengan kuat.

Meskipun demikian, para petani berharap pemerintah terus memantau pergerakan harga ini secara berkala. Sebab, fluktuasi harga global sering kali memicu respons yang lambat di tingkat pengumpul lokal.

Pengawasan Aparat Hukum dan Potensi Kecurangan Timbangan

Kenaikan harga ini memicu kekhawatiran baru mengenai potensi praktik kecurangan dalam transaksi penjualan sawit. Oleh karena itu, Apkasindo meminta Aparat Penegak Hukum (APH) dan Ditreskrimsus Polda Babel untuk mengawal ketat realisasi harga.

“Kami meminta Satgas Pangan mengawasi tera timbangan di pabrik-pabrik,” kata Jamaludin secara tegas. Langkah ini sangat penting untuk melindungi para petani dari manipulasi berat buah sawit yang merugikan.

Baca Juga :  Pentagon Rilis Rekaman UAP Berbentuk Bola di Dekat Jepang

Sementara itu, Apkasindo juga mendesak Dinas Pertanian setempat untuk rutin melakukan sidak lapangan. Pengawasan ini berguna untuk memastikan setiap pabrik kelapa sawit (PKS) mematuhi regulasi harga resmi pemerintah.

Sikap DPRD Babel dan Target Harga Ideal

Ketua DPRD Bangka Belitung, Didit Srigusjaya, mengingatkan seluruh pengelola PKS untuk mematuhi kesepakatan bersama. Menurut Didit, pembelian TBS dari petani harus mengacu pada formula kesepakatan pemerintah daerah.

“Kami tidak ingin ada pihak yang merugikan petani melalui permainan timbangan,” tegas Didit setelah rapat dengar pendapat. Sebab, anjloknya daya beli petani sawit akan langsung melumpuhkan sektor UMKM dan perputaran ekonomi daerah.

Di sisi lain, para petani menargetkan harga TBS dapat menyentuh angka Rp 2.750 hingga Rp 3.000 per kilogram. Sebab, biaya operasional dan harga pupuk non-subsidi juga terus mengalami kenaikan drastis hingga saat ini.

Penulis : Alifa Latifa

Editor : Alifa Latifa

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pesawat Asian One Air Keluar Landasan di Papua Tengah, 2 Anggota TNI Terluka
Maut Mengintai di Balik Kabut Asap Sampit, 2 Pemotor Tewas Tabrakan dengan Truk
Dua Pegawai Dapur MBG Sumenep Ditangkap, Ini Barang Bukti yang Disita Polisi
Ruko di Pidie Jadi Pabrik Sabu 1,2 Ton, Jejak Jaringan Lintas Negara Terkuak
Kapal Diduga Matikan AIS Selama 3 Hari, 1,16 Ton Ketamin Disita di Sumut
Demi Anak Masuk Sekolah Kedinasan, Ayah 69 Tahun Kehilangan Rp150 Juta
Demi Menyelamatkan Ibu, Anak Ini Berjalan 2 Kilometer ke Kantor Polisi
Subsidi Gas Diduga Diselewengkan, Bareskrim Bongkar Gudang LPG di Sidoarjo

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 13:40 WIB

Pesawat Asian One Air Keluar Landasan di Papua Tengah, 2 Anggota TNI Terluka

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 06:47 WIB

Maut Mengintai di Balik Kabut Asap Sampit, 2 Pemotor Tewas Tabrakan dengan Truk

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 06:21 WIB

Dua Pegawai Dapur MBG Sumenep Ditangkap, Ini Barang Bukti yang Disita Polisi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:21 WIB

Ruko di Pidie Jadi Pabrik Sabu 1,2 Ton, Jejak Jaringan Lintas Negara Terkuak

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:24 WIB

Kapal Diduga Matikan AIS Selama 3 Hari, 1,16 Ton Ketamin Disita di Sumut

Berita Terbaru

Tiongkok menjelma menjadi pemasok utama teknologi desalinasi dan pemurnian air global lewat inisiatif Belt and Road. Simak ulasan lengkapnya. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Tiongkok Tampil Sebagai Pemasok Utama Teknologi Air Global

Sabtu, 24 Okt 2026 - 13:28 WIB

Ilustrasi, Serangan ruyung di kantor Hannah Beazley dan insiden mobil terhadap Helen Haines memicu kekhawatiran keselamatan politisi perempuan Australia. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Ancaman Ruyung dan Tabrakan Mobil Memicu Kekhawatiran

Sabtu, 24 Okt 2026 - 11:25 WIB