Raja Charles III Batal Menetap pada Istana Buckingham

Jumat, 26 Juni 2026 - 11:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Langkah keterbukaan monarki Inggris. Raja Charles III memilih menetap pada Clarence House dan merilis rincian laporan pajak pribadi untuk pertama kali sejak naik takhta. Dok: Istimewa.

Langkah keterbukaan monarki Inggris. Raja Charles III memilih menetap pada Clarence House dan merilis rincian laporan pajak pribadi untuk pertama kali sejak naik takhta. Dok: Istimewa.

LONDON, POSNEWS.CO.ID – Raja Charles III memutuskan untuk tidak menempati Istana Kerajaan Buckingham secara permanen sebagai kediaman pribadinya.

Langkah penting ini bertujuan untuk mempermudah transisi tata kelola keuangan dan membuka akses istana bagi masyarakat.

Kantor keuangan kerajaan mengumumkan keputusan mengejutkan ini pada London hari Kamis kemarin.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pembukaan Akses Publik dan Renovasi Raksasa

Pemerintah Inggris saat ini sedang menyelesaikan proyek renovasi besar Istana Buckingham selama sepuluh tahun.

Proyek raksasa itu menelan biaya anggaran hingga mencapai 369 juta pound atau sekitar 487 juta dolar AS.

Meskipun renovasi selesai tahun depan, Raja Charles III memilih untuk tetap menetap pada Clarence House.

Baca Juga :  Prakiraan Cuaca Jabodetabek Jumat 29 Agustus: Waspada Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang

Raja dan Ratu Camilla akan tetap menggunakan Istana Buckingham murni untuk urusan kerja dan upacara kenegaraan.

Pejabat keuangan kerajaan James Chalmers menjelaskan bahwa keputusan ini akan mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan.

Istana dapat menampung lebih banyak acara budaya serta memperluas tur keliling bangunan bagi publik setiap tahun.

Transparansi Pajak Pribadi Pertama dalam Sejarah

Raja Charles III juga mengukir sejarah baru dengan merilis rincian laporan pajak pribadinya kepada publik.

Raja membayar pajak penghasilan sebesar 12,9 juta pound untuk tahun keuangan 2024 hingga 2025.

Jumlah pembayaran pajak ini mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya yang hanya sebesar 11,7 juta pound.

Putra Mahkota Pangeran William juga melakukan langkah transparansi serupa pada pekan ini.

Baca Juga :  Drone Iran Hantam Kedubes AS di Riyadh Saat Israel Invasi Lebanon Selatan

Pangeran William menyetor pajak penghasilan sebesar 7,76 juta pound kepada otoritas pajak pemerintah Inggris.

Upaya Memulihkan Reputasi Keluarga Kerajaan

Sikap jujur pengelolaan finansial ini berjalan saat keluarga kerajaan berupaya keras memulihkan nama baik mereka.

Sebab, publik gencar menyoroti hubungan masa lalu Andrew Mountbatten-Windsor dengan pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein.

Pemberitaan miring mengenai Andrew sempat mengaburkan upaya modernisasi institusi monarki yang berusia seribu tahun ini.

Pakar hukum tata negara Craig Prescott menilai transparansi pajak akan memperjelas batas kekayaan pribadi raja.

Masyarakat kini memiliki gambaran nyata mengenai kontribusi finansial langsung dari para anggota keluarga kerajaan.

Pada akhirnya, sikap jujur ini akan memperkuat kepercayaan publik pada masa depan monarki pada Inggris.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kanada Batal Gelar Acara Bersama Peresmian Jembatan
Menteri Lingkungan Mundur, Parlemen Sahkan Aturan Pestisida
Dua Tanker Minyak Saudi Putar Balik di Laut Merah
Arab Saudi dan UEA Kompak Tegaskan Persaudaraan
Hakim AS Tunda Penyatuan Raksasa Paramount dan Warner Bros
Andy Burnham Resmi Mengambil Alih Kepemimpinan Inggris
Parlemen Jepang Gagal Sepakati Pemotongan Pajak Makanan
Menlu ASEAN Kumpul Bahas Tensi Hormuz dan South China Sea

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:57 WIB

Kanada Batal Gelar Acara Bersama Peresmian Jembatan

Rabu, 22 Juli 2026 - 12:41 WIB

Menteri Lingkungan Mundur, Parlemen Sahkan Aturan Pestisida

Rabu, 22 Juli 2026 - 12:29 WIB

Dua Tanker Minyak Saudi Putar Balik di Laut Merah

Rabu, 22 Juli 2026 - 10:00 WIB

Arab Saudi dan UEA Kompak Tegaskan Persaudaraan

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:29 WIB

Hakim AS Tunda Penyatuan Raksasa Paramount dan Warner Bros

Berita Terbaru