PARIS, POSNEWS.CO.ID – Angkatan Laut Prancis berhasil menghentikan pergerakan tanker minyak ilegal asal Rusia bernama Tagor di Samudra Atlantik. Melalui kebijakan ini, negara-negara pendukung Ukraina terus berupaya memotong jalur ekspor minyak yang mendanai militer Rusia.
Presiden Prancis Emmanuel Macron mengumumkan aksi pencegatan tersebut melalui unggahan media sosial pada hari Senin. Selain itu, militer Prancis merilis video yang menunjukkan para tentara turun menggunakan tali dari helikopter ke atas kapal.
“Sangat tidak dapat kita terima ketika kapal-kapal menghindari sanksi internasional,” tegas Macron melalui akun pribadinya. Sebab, ia menilai penjualan minyak tersebut secara langsung membiayai perang Rusia di Ukraina yang telah berlangsung selama empat tahun.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Penolakan Keras Kremlin dan Tuduhan Pembajakan
Aksi militer Prancis di perairan internasional ini langsung memicu kemarahan besar dari pihak pemerintah Rusia. Namun, Kremlin tidak dapat berbuat banyak untuk mencegah proses penahanan kapal pembawa minyak mentah tersebut.
Jurubicara Kremlin, Dmitry Peskov, memberikan tanggapan resmi yang sangat keras terkait insiden pencegatan itu. Ia menilai tindakan militer Prancis sepenuhnya ilegal dan tidak memiliki dasar hukum internasional yang kuat.
“Aksi pencegatan tersebut sangat dekat dengan tindakan pembajakan laut,” ujar Peskov secara lantang kepada media setempat. Meskipun demikian, Prancis menegaskan bahwa operasi penahanan ini berjalan sesuai dengan hukum laut internasional.
Kronologi Pencegatan di Perairan Internasional
Otoritas maritim Prancis menjelaskan bahwa operasi pencegatan ini berlangsung sekitar 400 mil laut di sebelah barat Prancis. Saat itu, kapal tanker Tagor sedang berlayar dari pelabuhan Murmansk di Rusia bagian barat laut.
Jaksa penuntut umum Prancis, Stéphane Kellenberger, memimpin langsung proses penyelidikan hukum dari kota Brest. Menurutnya, nakhoda kapal yang berkebangsaan Rusia sempat menolak mematuhi perintah peringatan dari kapal perang Prancis.
Akibatnya, pasukan khusus Angkatan Laut Prancis terpaksa mengambil alih kendali kemudi kapal secara paksa di tengah laut. Selanjutnya, tim penyidik membuka kasus hukum atas dugaan pelayaran tanpa bendera negara dan penolakan perintah aparat.
Perburuan Armada Bayangan Rusia
Negara-negara Barat meyakini bahwa Rusia menggunakan ratusan kapal tanker tua untuk menghindari sanksi ekonomi global. Oleh sebab itu, Prancis bersama sekutunya berkomitmen untuk terus memburu kapal-kapal yang masuk daftar armada bayangan tersebut.
Pencegalan kapal Tagor ini menambah daftar panjang operasi keamanan laut yang Prancis lakukan sejak awal tahun. Sebagai contoh, militer Prancis sebelumnya juga menahan tanker Deyna di Laut Mediterania pada bulan Maret lalu.
Sementara itu, tanker Grinch yang ditahan pada Januari lalu baru bebas setelah membayar denda jutaan euro. Dengan demikian, operasi penertiban maritim ini terbukti memberikan tekanan ekonomi yang sangat nyata bagi pendanaan perang Kremlin.
Penulis : Alifa Latifa
Editor : Alifa Latifa












